Menuliskan Harapan

Sekian lama tak lagi kusentuh beranda ini
Mungkin karena bosan mungkin pula karena kekosongan batin
Hari hari di dunia maya tak berarti tanpa fesbuk dan twitter
Dulunya blog dan menulis apa adanya menyenangkan hati
tapi kini banyak kawan yang berkomentar dan menyukai
lebih menarik diri apalagi melewati foto dan instagram yang bertebaran
Harapan yang detik demi detik bisa berganti dengan cepat
berbeda dengan isian dan pemikiran yang kadang hanya sesaat sejengkal
tak lebih lima centimeter di depan benak
Kini kutoreh lagi isian koran yang lama kutinggalkan beberapa bulan
Ada secercah cahaya walaupun hanya seperti rembulan
Kembali kutulis harapan dan asa
melalui ketikan deretan huruf dan fontasi yang bergulir
pelan dan pasti
tetap ada walau kita hanya berjumpa via Harapan semata

Selasa, 5 Mei 2015
Tanggal ini mengingatkan aku akan seseorang di sana
Nun jauh di mata tetapi dekat di hati
persis seperti lagu RAN yang dinyanyikan enam bulan lalu di tipi
dan sekarang ramai berseri kembali lewat video berbagi
Indahnya dunia apakah begitu juga indah saat kita tak lagi melihatnya ?