Fisika Kelas XII MIPA (K-13) – Gelombang

Kompetensi dasar pada kompetensi inti-1 dan kompetensi inti-2 mata pelajaran Fisika adalah :

  1. Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya
  2. Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan perubahan medan listrik dan medan magnet yang saling berkaitan sehingga memungkinkan manusia mengembangkan teknologi untuk mempermudah kehidupan

Kedua kompetensi ini menurut beberapa rekan-rekan guru saya tidak diajarkan, tetapi ditugaskan sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing untuk didalami dan diriset kaitan kompetensi tersebut menurut pedoman dan keyakinan agamanya yang tertera dalam kitab-kitab suci masing-masing agama.

Ada kesulitan mendasar untuk menyelaraskan keteraturan dan kompleksitas alam serta jagad raya sebagai kebesaran Tuhan yang menciptakannya.

Kesadaran para peserta didik terhadap kebesaran Yang Maha Kuasa menciptakan keseimbangan fisika dan materi sebagaimana perubahan medan listrik dan medan magnet secara simultan saling berkaitan memungkinkan umat manusia mengembangkan teknologi untuk mempermudah kehidupan mereka.

Sebagaimana topik gelombang yang menjadi pokok pembahasan pertama, menurut pendekatan saintifik menggunakan 5 M : mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan, dan mengomunikasikan – dalam kelas 12 tiga langkah pertama dilakukan setiap peserta didik saat mencari informasi dan melakukan riset pustaka atau riset dengan laboratorium virtual, selanjutnya mengasosiasikan (menghubungkan fakta-fakta dengan kenyataan yang didapat) serta mnengomunikasikannya (memaparkan atau menunjukkan hasil riset dan pemahamannya) di depan kelas sebagai bagian dari pembelajaran. Dengan demikian guru tidak menjadi pusat belajar yang melulu melakukan ceramah melainkan berubah fungsi sebagai fasilitator, mediator, dan moderator.

Perubahan paradigma mengajar seperti ini yang sulit diterapkan atau dengan bahasa gaulnya susah “move on” dari kebiasaan lama seperti ceramah saja. Di sisi lain, peserta didik sepertinya dituntut tidak hanya menerima dan mendengar tetapi mencari, menemukan, dan menyimpulkan temuannya sebagai bahan kajian.

Akankah model seperti ini akan terus bertahan? Kita tunggu kurikulum nasional dan cara pembelajaran yang konon lebih saintifik atau lebih internasional.

#2013, #2014, #2015, #blog-guru-fisika, #blogging, #discovery, #fisika, #fisikarudy, #guraru, #guru-fisika, #inquiry, #k-13, #kalimantan-tengah, #kalteng, #learning, #palangkaraya, #pendekatan-saintifik, #physics, #rudy-hilkya, #rudyhilkya, #sma, #smada