Air Mata Hujan

Semenjak akhir agustus 2015, Palangka Raya semakin lama semakin mengabut dan puncaknya pada akhir Oktober 2015 atmosfer menguning sama seperti senja diterkam matahari. Setiap hari asap dan asap yang ditemui, menyesakan pernafasan dan agar aman setiap insan menggunakan penutup hidung dan mulut hingga mata.

Kebakaran di berbagai lahan terjadi merebak, serentak menghentak dan membubungkan asap ke langit tinggi. Hujan hujan hujan kau kami teriakan setiap hari tidak hanya lewat mulut dan doa bahkan lewat fesbuk dan sosial media pun bergema.

Alam tak bergeming meneteskan setitik air matanya, hingga masuk bulan november mulailah Guns and Roses bernyanyi November Rain, benar-benar terjadi …

http://wallpaperswide.com

http://wallpaperswide.com

dulu asap yang tak kami kehendaki
kini hujan hampir terjadi setiap hari
membasahi pertiwi kami hingga memenuhi saluran dan kanal
tak ada lagi asap menusuk pekat
tak ada lagi asap menghantam nafas kami
yang ada adalah pilek dan influenza
juga sakit perut dan demam juga pusing-pusing
semua ingin meringkuk dalam selimut
tapi kehidupan harus terus berlanjut
jalanan licin dan selip
sedikit konsentrasi tak ayal hidup pun berakhir
setiap perubahan perlu kehati-hatian

Air mata teteskan lara
bukan menanda duka pedih perih
atau luka hati
Air mata yang lama kami nanti
kini bersemi kembali