Dari Bogor Ke Bandung

Selasa, 24 Mei 2016 pukul 14 lewat banyak kami tiba di Mal Botani Bogor yang merupakan pool bis Damri tujuan Bandara Soekarno Hatta, kesulitan pertama adalah moda transportasi menuju penginapan yang telah kami pesan melalui Traveloka yang ada adalah deretan angkotan kota berwarna hijau dengan berbagai kode nomor yang belum kami ketahui dan beberapa pria yang rajin menawarkan tumpangan (tidak gratis tentunya hehehe) kepada penumpang yang baru turun dari bus.

Terminal ini berbeda dengan terminal Baranangsiang yang berseberangan, karena dikhususkan dari Bandar Udara semata. Jadi antrian mobil-mobil pelat hitam di sana sangat banyak ditambah parkir kendaraan pengunjung tempat belanja moderen tersebut menambah kepekatan areal parkir.

Setelah melepaskan pembuangan biologis dari kantung kemih, ada supir yang pantang menyerah mengejar dan menawarkan tumpangan setelah tanya sana sini sekedar berbasa-basi diperoleh harga 70 rebu diantar jauh dan dekat, yang mengejutkan rernyata Amang ini juga yang mengantar rekan saya Pa Arjana menuju Salak Tower, ya sudahlah saya iyakan saja dibanding naik angkot repot-repot bawa koper dan tas garda besar lumayan melelahkan sebab belum terlalu mengenal Bogor dengan baik.

Karena jalan dari Botani Square itu harus memutar dari sebagian Tol Ciawi yang sudah dibuat sedemikian rupa, karena hal inipun yang saya pelajari selama mengikuti kendaraan di Bogor, selanjutnya jalan berputar melewati belakang Botani Square yang ternyata ratusan kamar kos dan rumah sewa untuk para mahasiswa kami jelajahi, termasuk komplek punperumahan Dosen IPB kami lewati selama menuju Hotel Zest di Jalan Raya Pajajaran yang berseberangan dengan Hotel Pangrango 2 dan tidak jauh dari Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor sendiri dapat ditempuh dengan berjalan kaki santai dari tempat penginapan kami dalam waktu 30 menit, hitung-hitung olah raga dan berjalan di bawah kerindangan pohon.

Namun yang cukup mengganggu adalah bau-bau sampah di sepanjang jalan Pajajaran saat kami berjalan kaki, Masuk jalan Otto Iskandar Dinata, selanjutnya Ir.H. Juanda yang menjadi pintu masuk utama Kebun Raya Bogor berseberangan dengan Pasar – belum lagi jalur satu arah dan berputar di sekitar tugu Kujang bergerak pelan dan rapat mulai dari pagi hingga sore. Populasi kendaraan mobil meningkat pesat di Bogor tidak diiringi dengan pelebaran jalan karena memang sudah sangat mepet jadi tidak memungkinkan sama sekali. Jadi berjalan kaki sangat tidak disarankan untuk mencapai Kebun Raya, sebaiknya gunakan angkutan kota saja dengan biaya Rp 3000 per orang.

Jika dari tempat kami menginap, gunakan angkot dengan kode 08 atau 09 karena memang lewat di depan hotel selain itu mereka bisa diminta berhenti di depan pasar, tepat depan pintu masuk Kebun Raya.

Hotel Zest tempat kami menginap beradius sekitar 3 kilometer dari Salak Tower dan The Mirah jadi walau sederhana, tempat kami menginap memiliki jendela yang mengarah ke sana (sesuai dengan special request saat saya memesan tempat dengan Traveloka apps). Anggaran di bawah 380 ribu namun di atas 370 ribu, anda sudah dapat menginap di Hotel Zest dengan sarapan pagi yang cukup menyehatkan dan mengenyangkan. Saran saya anda perlu menikmati Mie Goreng Istimewa ala hotel ini yang cukup aduhay dan harganya juga logis sekitar 20 rebu seporsi.

Kekurangan rata-rata hotel beranggaran rendah bagi pelancong lokal seperti kami adalah tidak adanya menu, tapi setelah saya periksa ternyata berupa stand sign saja dekat telepon atau tepat airphone. Layanan kamar yang cepat dan ringkas serta kemudahan dengan elevator membuat menginap di hotel ini nyaman. Selain itu lokasi hotel dekat dengan pusat anjungan tunai mandiri, terutama BNI jadi gampang menyetor tunai atau melakukan transfer. (Namun setelah saya mencoba sms banking juga diterima saat pemesanan dengan Traveloka lhoo jadi jangan panik jika tidak menemukan ATM).

Di sekitar jalan Lodaya, di samping Hotel Zest juga ada pusat jajanan mulai dari nasi goreng dan kawan-kawang, juga penyuka sate ayam serta sop durian siap mengocok isi perut anda😀 – bagi yang suka bergaya Amerika ada McDonalds lho dengan menu baru Teriyaki Rice-nya😛

Hanya saja jika Anda menginap di Hotel Zest, siap-siap memberi deposit semalam sebesar Rp 100 rebu yang keesokan hari saat check out hotel bisa diambil. Tapi secara keseluruhan pelayanan dan kenyaman di hotel ini okelah, jika kami takutkan suara ribut kedengaran dari koridor, ternyata tidak benar. Selain itu lantai parkit membuat berjalan dalam kamar hotel menjadi lebih sejuk tidak langsung nyes dinginnya di kaki, terutama bagi yang baru datang dengan kapal udara. Foto hotel dan isinya sebagian besar cocok dengan foto yang ada dalam Traveloka, selanjutnya bersiap-siap kejutan menanti anda !

Harga-harga belanja di Bogor, relatif sama seperti di Palangka Raya, tapi karena tujuan kami hanya Kebun Raya, jadi destinasi Bogor kurang menantang selain berjalan kaki selama 30 menit, oh ya Jalan Raya Pajajaran kalo menyeberang tidak boleh melintas sembarang lho karena sudah disediakan Underpass di depan Tugu Kujang tempat angkot-angkot dan kendaran lain berputar.

Tiket masuk kebun Raya juga terjangkau, sekarang kendaraan mobil bisa masuk kebun raya dan tentu saja tiketnya berbeda dengan yang berjalan kaki seperti kami. Rp 14 rebu per orang karena melewati gazebo tengah, berbeda dengan mobil. Keadaan kebun raya juga semakin tua dan perlu semakin banyak perawatan, pemandangan yang bagus untuk membuat foto prewedding serta foto romantis, tapi jangan sampai tidur-tiduran di bawah pohon tua karena sewaktu-waktu ranting-ranting atau cabang-cabangnya yang lapuk dapat meluncur sesuai tarikan gravitasi bumi menimpa wilayah di bawahnya. Jadi berhati-hatilah.

Selain itu sudah diingatkan dalam spanduk besar di pintu masuk 1 Kebun Raya untuk tidak tiduran di bawah pohon, mungkin sudah pernah ada kejadian besar. Jika tahun 2004 agak susah mendekati Istana Bogor yang satu wilayah dengan Kebun Raya, sekarang Istana Bogor dapat dikunjungi rombongan yang sudah mengajukan permintaan terlebih dahulu melalui Sekretariat Negara jadi tidak dapat kami lakukan selain berfoto dengan latar belakang bekas Rumah Gubernur Jenderal tersebut.

IMG_20160525_085326.jpg

Episode Petualangan si Fina di Bogor

IMG_20160525_094145

 

Sekitar 3 jam terasa kurang jika berjalan-jalan dan berfoto dalam kebun, sebab banyak tumbuhan ajaib dan amazing yang telah hidup dengan damai dan sentosa di sana, termasuk kuburan-kuburan keluarga eropa yang pernah mendiami di Istana Bogor dan kini berada di sana sebagai penghargaan atas keberadaan mereka sebelumnya.

IMG_20160525_101050.jpg

Jika anda yang hobi bermain Ingress, maka Bogor beserta kebun raya-nya adalah lokasi bermain yang sangat menantang dan menyenangkan😀

Karena waktu telah menunjukkan pukul 11 lebih maka kami bersepakat untuk bersiap-siap bergeser menuju ibukota Jawa Barat yang tiketnya sudah dipesan melalui aplikasi Tiketux dan pool-nya dari Bogor Trade Mal (BTM). Keberangkatan kami menuju BTM kadang mengalami error sebab salah kode angkot, yang ternyata yang cocok adalah kode 09 atau 08 bukan 06 atau 13 walaupun keduanya juga melewati jalan Raya Pajajaran tapi hanya melewati depan RS PMI Bogor semata😦

Perjalanan dari Bogor menuju Bandung dengan tiket 130 rebu per orang, diawali pukul 15.30 namun kenyataan mendekati pukul 16.00 kami baru berangkat dengan KIA pregio berisi 5 penumpang dan kami mendapat kursi di bagian belakang. Perjalanan cukup lama sekitar pukul 19.30 baru kami tiba di Tol Pasteur dan sempat berhenti di km 92 untuk makan-makan cemilan panas.

Selanjutnya malam tiba di tanah Parahyangan dan hotel sudah kami tetapkan Zodiak Hotel di sekitar Pasir Kaliki untuk menunaikan petualangan si Fina dan rekannya Panda menuju Lembang keesokan harinya.

IMG_20160526_134112

 

 

#angkot-bogor, #bogor, #botani-square, #hotel-zest, #kebun-raya-bogor, #melancong-murah-dan-aman, #pelancong-murah, #perjalanan-keluarga, #transportasi, #traveloka, #wisata-keluarga, #wisata-romantis