Balik Kandang

Setelah menyelesaikan penjelajahan singkat di Bandung, antara lain ke Floating Market, Kebun Bunga Begonia, melewati penjualan bunga Cihideung, selanjutnya makan siang di Ma Enah dilanjutkan ke pusat jajan Aromanis dan penjualan pakaian di Cihampelas berputar ke arah Kantor Gubernur Jawa Barat tepatnya Gedung Sate sayangnya Gasibu sedang direhab, berputar di Mesjid Raya Bandung, Gedung Asian Afrika dan Jalan Braga termasuk menjelajahi portal-portal Ingress di kota kembang kami kembali mudik ke Palangka Raya melewati Tangerang, pintu kedatangan di Jakarta.

Menggunakan Daytrans yang menawarkan harga spesial di akhir pekan dan hari-hari lainnya menggunakan Telkomsel poin, lumayan menarik perhatian. Diskon untuk posisi tempat duduk di belakang mobil Toyota Caravan berisi 16 kursi juga memberi peluang tersendiri bagi pelancong dengan anggaran terbatas.

Tetapi sayangnya, Daytrans dengan pool Cihampelas tujuan Tangerang kali ini kurang nyaman karena seperti diburu-buru waktu, apalagi hari yang kami pilih adalah hari Jumat yang ternyata hari termacet di akhir pekan, karena banyak pemudik dari Jakarta yang mengarahkan kendaraan ke luar kota terutama Bandung. Dengan tiket 120 ribu per orang, anda dapat menumpang travel ini menuju Tangerang dengan perhentian Tangerang City Mal.

Apalagi perhentian yang sangat awal setelah Tol Jakarta Bandung (mungkin Cipularang namanya) adalah kilometer 97 dari sekitar 12oan kilometer panjangnya dari Jembatan Layang Pasupati, membuat istri saya harus menahan buang air kecil yang dapat menyebabkan infeksi saluran kandung kemih😦 – belum lagi macet sepanjang tol karena berbagai kendaraan berebut duluan ke kiri ke kanan, salip kiri, salip kanan, tak peduli lain karena pengen cepat, hal yang tidak biasa dan sangat berbahaya bagi pengemudi yang tidak waspada-membuat kendaraan kami harus berputar arah.

Setelah memasuki kilometer ke-20, kegelisahan mulai melanda dan panik mendera, beruntung kami Pak Supir bersedia mengantarkan ke luar dari jalan Tol Jakarta Cikampek berbelok ke Bekasi. Akhirnya istri saya dapat membuang urine di SPBU Shell Bekasi, dekat Mal besar yang saya lupa namanya. Betapa jalan Tol mendekati kota sangat tidak ramah kepada penumpang yang mengalami gangguan mendadak untuk buang air kecil! Katanya ada rest area 19, ternyata semua rest area itu berada di lahan sebelah kanan yang mengarah menuju Purwakarta ! Bukan yang ada di sebelah kirinya ….

Pesan medis dari perjalanan ini, bagi anda yang susah buang air kecil atau mengalami penyakit spesial ayeng-ayengan sebaiknya bersedia dengan diapers untuk dewasa jangan berharap bahwa pengemudi akan menyinggahkan anda di rest area setelah kilometer 97 karena kecepatan dan jadwal penjemputan yang sangat ketat telah menanti mereka.

Perjalanan yang dimulai pukul 12.00 molor 22 menit tersebut karena kemacetan sejak pintu tol Karawang hingga Cikampek selanjutnya masuk daerah Kebon Jeruk, saya sempat melihat gedung MetroTV di sana, menyebabkan Tangerang City dapat kami capai pada pukul 19.30 ! Katanya jalan tol, koq macet? Adalah wisata yang anda alami jika menuju atau ke luar dari ibukota negara. Harus sabar ya …

Pukul 19.30 lewat kami menaiki taksi Pusaka dengan ongkos 40 ribu menuju Aerofans Inn (hotel budget yang ada di kawasan Apartemen Aeropolis berseberangan dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta), biaya inap semalam yang berkisar antara 218 ribu hingga 256 ribu dengan sarapan di Restoran Oryx yang ada dalam komplek tersebut cukup lumayan. Juga tersedia tempat belanja modern, IndoMaret jadi gampang jika ingin membeli minuman panas seharga Rp 8000 per gelas kertas (cup).

Angkutan menuju bandara disediakan gratis, tinggal sebut jam keberangkatan maka anda akan diantar ke sana, mulai dari bis yang besar hingga kendaraan sekelas Avanza. Lumayan buat pelancong murah meriah seperti kami.

Oh ya, di depan penginapan ini ada deretan kantin lho yang sudah buka sejak pukul 7.30 dan tutup hingga pukul 21.30 – karena pada malam kedatangan kami sempat menikmati makan malam di kantin tersebut, mie baso semangkok dengan biaya yang sangat terjangkau. Untuk berdua bisa makan maksi dengan biaya 36 ribu saja !

Sebenarnya dalam komplek tersebut juga ada penginapan lain yang dapat anda pilih melalui Traveloka hehehe … saya lupa namanya. Beda biaya menginap lumayanlah untuk belanja oleh-oleh sebelum terbang balik kandang. Tiket penerbangan kami hari itu, sabtu 28 mei cukup terjangkau 516 ribu per orang dan biaya makan senja menjelang keberangkatan hampir 100 ribu untuk berdua.

Hampir sebagian besar penghuni apartemen Aeropolis adalah kru salah satu maskapai penerbangan, termasuk sempat saya berjumpa dengan pilot sebuah maskapai tersebut yang gagah dan perwira saat belanja di IndoMaret😀 dan jangan kaget melihat kemeriahan malam di sekitar Aeropolis bagi anda yang terbiasa menginap di hotel-hotel berbintang bintang banyaknya:mrgreen:

Sabtu siang, pukul 13.00 setelah melaporkan diri bahwa kami selesai menginap di sana, kami diantar menuju bandara dan tidak memakan waktu lama, sekitar 30 menit kami sudah tiba di terminal 1A keberangkatan dalam negeri khusus untuk maskapai Lion Air.

Masalah registrasi penumpang untuk Lion Air sebelum jam keberangkatan sudah dibuka sejak pukul 15.00 jadi hanya menunggu lebih kurang 3 jam menuju tempat kami. Ternyata saat di papan pengumuman kedatangan dan keberangkatan pesawat, semula yang direncakana terbang pukul 19 ternyata penerbangan menuju daerah kami dipercepat menjadi pukul 18.00 WiB dan pukul 18.15 lewat sedikit maskapai Lion sudah menerbangkan kami menuju Palangka Raya.

Sekarang jangan coba-coba datang terlambat ke Bandara untuk checkin sebelum anda ditinggalkan pesawat, jika menggunakan Lion Air!

Penerbangan kami pun tidak terlalu lama sekitar 1 sks, pesawat yang kami tumpangi sudah berada di atas hamparan hutan hijau Kalimantan setelah menyeberang menuju Teluk Sukamara dan Tanjung Penghujan Kotawaringin Barat, menyusuri jalur tengah yang tentunya melewati Kasongan, pukul 19.20 pesawat mendarat dengan tenang dan gempita di Bandara Cilik Riwut keadaan tenang tidak ada hujan, angin sepoi-sepoi tetapi terasa berbeda dengan Tangerang yang pekat asap dan panas menyengat seperti musim kabut asap karhulta beberapa waktu lalu di Kalimantan Tengah.

Selesai perjalanan sepekan yang semula mau dikatakan romantis dan puitis ternyata menjadi perjalanan yang manis sepanjang hidup kami sebagai keluarga.

Semoga anda merasakan perjalanan yang serupa dan manfaat yang sama dengan Traveloka.

 

#keluarga, #lion-air, #palangka-raya, #perjalanan, #traveloka, #wisata-romantis