X-IPA-3

Sudah hampir sebulan saya masuk kelas ini setelah mengganti bu Marsaulina, ada pula yang mengatakan bahwa kelas ini pernah diajar bu Libriatuty atau memang memori mereka masih sangat lemah karena baru bergabung di sekolah menengah atas kami. Mohon maklum.

Bagian pertama dari menjalankan kegiatan akademik tahun ini adalah kegiatan literasi, tetapi sepanjang yang saya ikuti kegiatan literasi itu ada yang memberi waktu membaca 15 menit, menyanyikan lagu wajib atau lagu mars sekolah serta sebelumnya didahului acara berdoa.

Khusus mengenai acara berdoa, saya jauh-jauh hari sebelum GLS ini (apa itu GLS? Gerakan Literasi Sekolah) mulai digencarkan telah membuat doa sebelum belajar dan lepas belajar. Tetapi sampai sekarang kelas-kelas yang saya ajar seperti kelas X IPA 3 ini, lalu kelas XI IPA 4, XI IPA 1 itu yang paling sering lupa kalau tidak diingatkan. Berbeda dengan kelas XI IPA 5, XI IPA 2, dan XI IPA 6 walaupun tidak sering tetapi mereka rajin di awal dan akhir pelajaran. Itulah ramenya, kemistri atau ikatan dengan peserta didik yang paling sulit dibangun di awal-awal semester.

Kembali ke kelas lungsuran ini, kelas ini sebenarnya kelas andalan dengan orang-orang unik di dalamnya. Saat ini mereka mempraktikan GLS tidak hanya dengan ritual berdoa sebagai kegiatan pembuka maupun penutup proses belajar mengajar tetapi juga menulis blog. Beberapa hari jumat dan sabtu, saya banyak menyuntikkan cerita-cerita termasuk dengan “penegasan-penegasan” maupun tindakan-tindakan pembelajaran. Pelan-pelan namun pasti satu-persatu siswa mulai menulis blog. Ada yang rajin sekali, setengah rajin hingga belum bereaksi.

Beberapa rekan muda ini telah mencoba berbagi dan menuliskan diary atau kegiatan mereka termasuk pengalaman yang mereka dapati selama berada dalam pengelolaan kelas saya, silakan disimak gaya tulisan dan kebahasaan mereka yang masih otentik.

Muhammad Rahman

Aditya Fadlani

Rizky Dewa Lenzel

Eudiamia

Riky Anugrah


Noka Sholehiya Sigit

Lho koq baru sedikit? karena yang lain sedang asik masin Line Ranger aja dan main gem elektronik semata.

Selamat menerapkan Gerakan Literasi, ingat tidak hanya membaca tetapi juga menuliskannya. Karena enggan membaca, lumpuh menulis (kira-kira begitu seingat kata-kata mutiara rekan saya yang juga narablog Urip Rukim dan Wijaya Kusuma)