Anomali

Anomali atau peristiwa yang berbeda dibanding kebiasaan merupakan pertanda adanya dinamika atau perubahan kelakuan mungkin pula ada kecenderungan menyimpang pada suatu tata aturan maupun fenomena baik secara alamiah atau tidak alamiah.
Anomali mesti ada sebagai penyeimbang antara kebiasaan dan ketakbiasaan, adalah suatu kewajaran terbitnya si Anomali
Anomali bukan superhero bukan pula antihero, anomali sebagai pelengkap dari bentuk lain ketiadaan urutan dalam sistematika peristiwa berulang dan berperiodik dalam serentetan kejadian sebagai alur kehidupan suatu benda titik pokok.

Dalam setiap peristiwa besar dan menjadi kebiasaan, dinamakan hal-hal biasa sebab kebiasaan tersebut merupakan tindakan atau perlakuan yang biasa-biasa saja, sering dilakukan tidak pernah tidak dilaksanakan, kebiasaan biasa biasa yang dapat ditebak unsur permulaannya dan endingnya seperti bagaimana, tetapi kebiasaan ini suatu saat bisa berubah drastis tidak lagi dapat ditebak awalannya hingga berakhir menjadi apa.

Semua kalimat tanya akan muncul saat Anomali terjadi. Berbagai macam analisa berhamburan memberikan pembenaran tentang kemunculan Anomali. Beragam pendapat para ahli dan orang-orang terkemuka di bidangnya dengan hikmat dan pengalaman yang telah dimiliki bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun sehingga sering disebut profesional berusaha memberikan jawaban terbaik yang dapat diterima akal sehat maupun logika rasional orang awam kebanyakan.

Ada yang dilupakan, bahwa ke-Anomali-an sebagai sebuah keadaan, suka tidak suka harus terjadi. Kita pun suka tidak suka akan mempercayai bahwa Anomali adalah unsur kebolehjadian yang diberikan Tuhan untuk melengkapi peristiwa hidup dan kehidupan kita.

Biasanya dalam kehidupan manusia, tidak lepas dari unsur perdagangan atau ekonomi yang mana tidak lepas dari seluk-beluk mempertahankan hidupnya sebagai oknum solo maupun sebagai individu anggota kelompok atau cluster, perdagangan dalam ekonomi seringkali dilihat awam sebagai kegiatan yang berulang-ulang melakukan repetisi dengan ketat atau longgar, dicitrakan seperti gelombang kemudian ada lagi orang Jepang kuno menggambarkannya dalam bentuk batangan lilin (candlestick for dinner’s only) sampai dibuat grafik garisnya yang melengkung berlekuk-lekuk membentuk bukit dan lembah dari yang curam terjal hingga flat mendatar – pada suatu periode masa – grafik atau batang tersebut dapat terlihat sangat memanjang tiba-tiba atau memendek tiba-tiba, tetapi yang paling sering aku perhatikan adalah bisa memanjang hijau ke atas tiba-tiba atau memanjang merah (tentu saja lawan kata dari atas) semerah darah, terus terjungkal dan seolah tidak akan berubah lagi ….

Itulah anomali dalam dunia perdagangan yang sedang marak, Valuta Asing (Foreign Exchange atau dipendekkan menjadi kata Forex), perdagangan komoditas (tembakau, minyak bumi, minyak goreng, minyak sawit CPO, minyak angin, BBM, Whatsapp, twitter, path, instagram, database, dan laen-laen), kemudian bursa saham, penjualan obligasi, sukuk, ORI, penjualan reksadana, penjualan emas, nikel, timah, titanium, platinum, bauksit, batubara, batubata, batu cincin, macam-macam dah .. apa saja yang diperdagangkan layaknya dipertukarkan dan diperjualbelikan sebagai kebiasaan ekonomi kemanusiaan.

Saat anomali terjadi, kita hanya bisa pasrah merenungi nasib yaitu bisa kerugian bisa pula keuntungan.
Anomali adalah teman, anomali bukan lawan. Anomali adalah penjaga garis dengan bendera kuning di tangan untuk menentukan batas margin lebar permainan lapangan bola serta siapakah pemain yang menggiring bola menyelinap melewati penjaga-penjaga garis pertahanan off side, offside trap, macem-macem seperti tempe bacem teman setia nasi campur, nasi liwet dan nasi rames.

Anomali bukan prasangka baik, bisa juga bukan prasangka buruk
Anomali hadir karena kefanaan kita
Anomali ikut serta karena kesempatan yang ada
Anomali juga bagian dari rangkaian peristiwa dan kebendaan

Air semakin diturunkan suhunya menurut kebiasaan akan membeku pada suhu 0o C, tetapi sesungguhnya anomali terjadi dalam rentang kala yang sangat pendek dan limit terbatas yakni pada suhu 4oC air bukan membeku melainkan memuai dan kembali membeku setelah mencapai suhu tepat 0oC.
Air saja memberikan bentuk anomali antara suhu antara 0 hingga 4 derajat Celcius tersebut.

Anomali tidak bisa ditawar, apalagi ditiadakan dan dienyahkan
Karena Anomali melekat dengan seluruh aspek yang ditimbulkan dari kegiatan manusia ataukah mungking juga bagian rentetan yang belum manusia mengerti untuk diprediksi kehadiran dan kemunculannya?

Iklan