Ceritaku di Sabtu

Hari sabtu kami semua yang mengikuti program LHS (Lima Hari Santai) sudah jelas tidak melakukan berbagai aktivitas di satuan pendidikan, bukannya libur tetapi memang keberadaan kami bukan di kantor atau di sekolah 😛

Sabtu memang menyenangkan jika tanggalan menunjukkan hari tersebut tanggal merah, tetapi juga tidak ada kesan jika dihabiskan dengan tidak bermakna seperti bermalas-malasan atau tidur-tiduran atau cuma menonton saja. Setiap hari itu baik, setiap hari itu mestinya dipakai untuk bekerja dengan berarti atau signifikan sebab kita tidak tahu hari-hari selanjutnya apakah akan ada seperti hari ini? Ataukah hari-hari selanjutnya kita masih seperti hari ini?

Masih sehat, masih kuat, masih segar, masih kaya, masih semangat, masih tegar, masih tabah, masih mampu, masih dapat melakukan berbagai aktivitas dengan normal sampai tiba suatu masa, di mana kita tidak dapat lagi duduk dengan lama, badan dan mata tidak bugar lagi sebab sudah renta, kemiskinan sudah menghampiri ambang penderitaan karena harta dan kekayaan digerogoti upaya menyembuhkan sakit penyakit yang kita derita, kemiskin mendera karena kemalasan dan kebodohan kita yang tidak meningkatkan kapasitas diri dengan belajar pengetahuan baru, melek keterampilan baru, atau berpikir cara baru akan hadirnya kemudahan efisiensi efektivitas teknologi hingga transportasi dan cara menyelesaikan pelbagai hal dalam hidup ini seperti administrasi eKTP, administrasi eSIM, administrasi eSekolah, eKantor, e e e  makin banyak “e” membuat kepala pening!

Ya, hari sabtu jangan hanya digunakan kongkow-kongkow, malas-malas, santai-santai, tapi saya juga tidak menafikkan hari itu dengan harus bekerja (ingat ya hari Sabtu dan Minggu adalah hari para pengusaha pebisnis Event Organizer untuk bekerja keras, karena dari sana mereka dapat uang banyak dari wedding dan kegiatan entertainment) so jangan sia-siakan hari Sabtu.

Trus bagi kamu yang tidak berbasic bisnis EO atau berbisnis mancing serta berbisnis yang sebagian besar pengunjung akan membludak di hari sabtu seperti taman hiburan, taman santai, taman gaul – lakukanlah peningkatan kapasitas diri dengan membaca buku, menulis blog, menulis buku, menulis novel, mempelajari hal-hal baru, berlatih main gitar berlatih main piano berlatih meniup seruling atau saxophone, jadikan hari sabtu bukan hari istirahat melulu sebab masih ada hari minggu.

Di hari Sabtu, saya punya kebiasaan mencuci mobil atau bersosialisasi ke lingkungan gereja untuk mendapat informasi baru – jadi upgrading yang saya lakukan adalah keterampilan sosial dan emosional serta religius sebab Kiamat Sudah Dekat atau dalam misi Mencari Tuhan.

Memang benar Tuhan sudah saya temukan, tetapi saya masih ingin terus dekat dan memahamiNYA tidak hanya melalui membaca kitab suci dan berdoa, melainkan dengan mengunjungi, bersekutu, dan berbakti kepada UmatNYA.

Inilah ceritaku, inilah Hari Sabtuku

Bagaimana dengan hari Sabtumu?

 

Iklan

#7-april-2018, #blog, #lama, #lhs, #sabtu