Tips Belajar ala Fisikarudy

Berdasarkan request susah-susah gampang memang membuat tips, namun untuk para pembelajar saya dimanapun blog ini bisa dibaca demikian rangkuman yang bisa saya berikan (sementara) sisanya menunggu pendapat anda :

  1. Selalu sediakan waktu 10-15 menit sebelum membuka bahan pelajaran (apakah dibaca, mengerjakan soal, mengerjakan PR, mengerjakan apapun, mengumpulkan bahan makalah, bikin paper, bikin presentasi, menampilkan kebolehan, unjuk kerja, praktikum, menyanyi, main band, de el el) untuk memohon bantuan Yang Maha Kuasa melalui doa … lebih baik jika dilakukan sebelum dan setelah beraktivitas.
  2. Menurut Melina, belajar itu adalah beban. sehingga karena beban makanya menjadi susah untuk dikerjakan. Jawaban saya : memang belajar itu semacam beban, namun jika beban ini tidak dikurangi maka kehidupan kita di masa mendatang bisa terancam dan kita bisa gagal jika tidak dari sekarang beban tersebut dikit demi sedikit mulai kita angkat untuk dibuang … ibarat latihan beban, mulai dulu dari beban yang ringan kemudian repetisinya 8-12 kali sehingga beban tadi bisa diangkat lebih dari 8 set. Kemudian tambahkan lagi bebannya agar pembesaran otot (tonus) semakin bagus dan otot badan juga tidak cepat lelah lagi dibandingkan pertama kali mengangkat beban tersebut sekaligus dan dalam keadaan belum terlatih. Jadi kesimpulannya : kalo tidak berlatih, maka selamanya beban tersebut menjadi kendala dan batu sandungan, bukan memberi kemudahan namun memberi kemalasan bagi si pembelajar. MAKANYA BELAJAR !!! 😆
  3. Membangun jaringan kerja sama dengan berbagai macam pihak untuk membantu kelancaran pelajaran dan usahakan selalu dapat membangun pertemanan dengan rekan senior atau tutor dan buatlah mereka selaku pembimbing dalam proses mentoring.
  4. Membuka wawasan dengan rajin membaca bahan pustaka, media massa, mendengarkan berita, mencari bahan di internet supaya tidak dianggap kurang pergaulan karena anda memiliki banyak informasi yang akan dibagi atau di-share.
  5. Selalu mencoba cara baru untuk menguasai keterampilan atau keahlian dan bila perlu jangan sungkan bertanya atau berguru dengan yang lebih asli atau yang sudah sangat menguasai keahlian tersebut. Dengan kata lain belajar jangan kepalang tanggung, belajar jangan tanggung-tanggung, harus serius dan loyal serta disiplin tinggi.
  6. Membuka diri untuk menerima pengetahuan dari orang lain, walaupun orang lain tersebut mungkin level-nya lebih rendah atau secara strata sosial tingkatannya tidak sederajat dengan anda. Anggaplah semua manusia itu memiliki hak yang sama.
  7. Selalu Takut Akan Tuhan merupakan awal dari Hikmat. (Ini yang terpenting).
  8. Peliharalah mulut, bibir, dan tangan sebagai bentuk bahwa pembelajar adalah orang berhikmat bukan orang bodoh.
  9. Orang Berhikmat menerima hajaran, orang bebal mengabaikan ajaran dan menyepelekan didikan.
  10. Orang Bijak membangun rumah di atas batu sebagai pondasi yang kuat, sementara orang bebal membangun rumah di atas pasir.
  11. Selalu mencari pengetahuan selama hayat masih dikandung badan.

Masih banyak yang kurang, karena itu biarlah saudara yang tambahkan melalui komentar yang berhikmat.

Demikian tips Bapak Rudy Hilkya.

Iklan

#amsal, #belajar, #bijak, #hikmat, #kitab, #pandai, #salomo, #sulaiman

Hikmat Yang Besar

Salah satu rekan chatting saya malam ini bercerita pengalaman membina Olimpiade Sains … beliau dikenal dengan nick name Dik Menum (bagi yang penasaran silakan add YM beliau dikmenum@yahoo.co.id) …

pada percakapan yang singkat malam ini, terbuka jalan pikiran saya, bahwa segala macam kedigjayaan manusia berpangkal dari Tuhan. Tuhan yang saya percayai, juga rekan Dik Menum percayai adalah Tuhan Yang Esa yang memberikan tuntunan kepada umatnya melalui kitab suci yang kudus. Al Kitab. Nah, uniknya pengalaman rekan saya DikMenum ini, yang saya catat dalam notepad selalu mengedepankan hikmat itu berasal dari Tuhan. (saya takut kata Allah nanti kena sensor !).

Kalo orang lain melihat ini semacam prosesi ibadah, namun menurut saya (mudah-mudahan Dik Menum juga membaca ini) itu adalah prosesi motivasi dan memanggil “kekuatan” besar dari dalam diri olimpian agar tumbuh dan berkembang menjadi hikmat yang besar.

Hikmat yang besar dan hikmat yang benar inilah modal utama untuk siswa-siswa, pelajar-pelajar Indonesia guna bisa lolos dalam tahapan Olimpiade Sains. Hikmat yang tumbuh itu umumnya tidak diberikan kesempatan oleh para pengajar yang notabene adalah guru sekolah yang sudah makan hikmat lebih banyak selama bertahun-tahun bahkan ada yang berpuluh-puluh tahun, walaupun kasus seperti ini sifatnya parsial.

Saya tercelik membaca pernyataan rekan maya saya tadi di atas, betapa selama ini saya buta dan dibutakan oleh egoisme yang menyatakan pembinaan olimpiade berat … kenapa ? Karena masalah itu saya tanggung sendiri sebagai manusia, yang menganggap dirinya mampu !!! ternyata saya sungguh buta.

Terima Kasih Bung Harun atas pencerahannya, semoga ini menjadi berkat bagi kita sekalian.

Baca juga kitab berikut: Amsal, Pengkotbah 1:1, Lukas 1 :37, Markus 11 :9b

#amsal, #dik-menum, #dikmenum, #harun, #hikmat, #hikmat-yang-benar, #hikmat-yang-besar, #khotbah, #kitab-suci, #lukas, #markus, #olimpiade-sains, #osk, #osn, #osp, #pembinaan-olimpiade-sains, #rudy-hilkya, #sby, #surabaya