Akhir Semester 2 tahun 2016

Kepada siswa kelas X MIPA 8, berikut adalah soal-soal disertai rekan-rekan kelompok kerja, ingat lembar kerja anda ini dikerjakan masing-masing dan dikumpulkan setelah UAS Fisika, Kamis 26 Mei 2016. (Kertas ukuran folio bergaris-garis)

Baca lebih lanjut

Iklan

#2016, #fisika-sma, #fisika-sma-kelas-x, #fisikarudy, #kalteng, #kelas-x, #kelas-x-semester-genap, #kelas-x-sma, #semester-genap, #sma-x, #tugas, #x-sma

Medan Magnetik

http://www.physics-chemistry-interactive-flash-animation.com/electricity_electromagnetism_interactive/solenoid_magnetic_field_current_poles_north_south.htm

Animasi ini untuk menjelaskan perubahan kutub medan magnet yang dihasilkan kumparan saat didekatkan pada kompas jika kumparan atau solenoid tersebut diberi arus listrik.

Amati perubahan arah jarum kompas jika tegangan listrik diperbesar perlahan-lahan.

Agar penggambarannya cukup kuat, anda bisa menangkap layar (screen shoot) pada setiap kerangka animasinya.

solenoid

jika kotak current direction dan magnetic field vector dicentang maka pada kawat-kawat tersebut akan muncul arah-arah arus listrik yang menginduksi solenoid menjadi magnet dan arah medan magnet yang berada di dalam kumparan (berwarna hijau dengan simbol B).

Pada halaman ke-3 ada penjelasan mengenai kaidah tangan kanan sebagai berikut :

kaidahtangankanan

#animasi-fisika, #fisika, #kalteng, #kumparan, #medan-magnet-solenoid, #medan-magnetik, #palangkaraya, #rudyhilkya, #smada, #solenoid

Hukum 3 Newton

Dasar animasi percobaan :

http://www.physics-chemistry-interactive-flash-animation.com/mechanics_forces_gravitation_energy_interactive/newton_s_third_law_action_reaction_law.htm

percobaan ini menunjukkan adanya gaya aksi dan reaksi yang bekerja pada dua benda yang berbeda, pada dua media yang berbeda. Yang mana kedua gaya itu pada hakikatnya besarnya sama namun arahnya berbeda.

Perbedaan arah gaya yang bekerja dalam fisika dinyatakan dengan tanda negatif. Sebagai bentuk perlawanan.

Pada kotak forces yang berada di pojok kanan bawah jika dicentang akan menampilkan interaksi gaya yang sambungan pegas.

Jangan lupa ditangkap layar untuk gambar setiap menarik gaya yang berbeda pada gambar tangan di bawahnya.

 

#animasi, #animasi-fisika, #hukum-3-newton, #kalteng, #palangka-raya, #percobaan, #percobaan-fisika, #rudy-hilkya, #rudy-hilkya-spd, #rudyhilkya, #smada

Soal Ujian Nasional Fisika di India (IIT-JEE) tahun 2015

Sebuah lembaga di India yang bernama IIT-JEE yang sangat terkenal dengan ujian masuknya, bahkan lembaga ini mengadakan kursus daring untuk mempersiapkan para pelajar India memasuki dunia perguruan tinggi di bidang sains dan teknik, terutama mengenai mata pelajaran Fisika.

Video berikut menunjukkan kursus online pada soal-soal yang biasa diujikan pada IIT-JEE. IIT-JEE atau Indian Institute of Technology Joint Entrance Examination (ujian masuk bersama Institut Teknologi India)  bisa anda pelajari untuk menghadapi seleksi bersama masuk perguruan tinggi jurusan Ilmu Alam atau Teknik bahkan mempersiapkan diri menghadapi Ujian nasional mata pelajaran fisika.

Selamat Belajar !

#2016, #2017, #fisika, #fisikarudy, #iit-jee, #kalteng, #palangka-raya, #palangkaraya, #physics, #rudyhilkya, #sbmptn, #smada, #ujian-nasional, #ujian-nasional-fisika-sma, #un-fisika-sma

Cara menyelesaikan Rangkaian Majemuk (KVL)

Bagi siswa kelas X atau Siswa kelas XII yang sedang mempelajari arus dan tegangan searah nanti ada saatnya anda akan memasuki bagian Rangkaian Majemuk. Rangkaian majemuk merupakan gabungan dua atau lebih dari rangkaian resistor yang merupakan rangkaian gabungan dari dua rangkaian tertutup yang diselesaikan menggunakan cara loop. Anda bisa mempelajari trik atau cara termudah menyelesaikan rangkaian tersebut melalui video berikut yang diberikan pada pelatihan Olimpiade Fisika di India.

Trik 1

Trik 2

Selamat Belajar !

#elektronika, #fisika, #fisikarudy, #hukum-ii-kirchoff, #iit-jee-physics, #kalteng, #rangkaian-majemuk-resistor, #rangkaian-resistor-gabungan, #rudyhilkya, #sma, #smada, #trik-soal, #video-pembelajaran, #video-peragaan

Fisika Kelas XII MIPA (K-13) – Gelombang

Kompetensi dasar pada kompetensi inti-1 dan kompetensi inti-2 mata pelajaran Fisika adalah :

  1. Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya
  2. Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan perubahan medan listrik dan medan magnet yang saling berkaitan sehingga memungkinkan manusia mengembangkan teknologi untuk mempermudah kehidupan

Kedua kompetensi ini menurut beberapa rekan-rekan guru saya tidak diajarkan, tetapi ditugaskan sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing untuk didalami dan diriset kaitan kompetensi tersebut menurut pedoman dan keyakinan agamanya yang tertera dalam kitab-kitab suci masing-masing agama.

Ada kesulitan mendasar untuk menyelaraskan keteraturan dan kompleksitas alam serta jagad raya sebagai kebesaran Tuhan yang menciptakannya.

Kesadaran para peserta didik terhadap kebesaran Yang Maha Kuasa menciptakan keseimbangan fisika dan materi sebagaimana perubahan medan listrik dan medan magnet secara simultan saling berkaitan memungkinkan umat manusia mengembangkan teknologi untuk mempermudah kehidupan mereka.

Sebagaimana topik gelombang yang menjadi pokok pembahasan pertama, menurut pendekatan saintifik menggunakan 5 M : mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan, dan mengomunikasikan – dalam kelas 12 tiga langkah pertama dilakukan setiap peserta didik saat mencari informasi dan melakukan riset pustaka atau riset dengan laboratorium virtual, selanjutnya mengasosiasikan (menghubungkan fakta-fakta dengan kenyataan yang didapat) serta mnengomunikasikannya (memaparkan atau menunjukkan hasil riset dan pemahamannya) di depan kelas sebagai bagian dari pembelajaran. Dengan demikian guru tidak menjadi pusat belajar yang melulu melakukan ceramah melainkan berubah fungsi sebagai fasilitator, mediator, dan moderator.

Perubahan paradigma mengajar seperti ini yang sulit diterapkan atau dengan bahasa gaulnya susah “move on” dari kebiasaan lama seperti ceramah saja. Di sisi lain, peserta didik sepertinya dituntut tidak hanya menerima dan mendengar tetapi mencari, menemukan, dan menyimpulkan temuannya sebagai bahan kajian.

Akankah model seperti ini akan terus bertahan? Kita tunggu kurikulum nasional dan cara pembelajaran yang konon lebih saintifik atau lebih internasional.

#2013, #2014, #2015, #blog-guru-fisika, #blogging, #discovery, #fisika, #fisikarudy, #guraru, #guru-fisika, #inquiry, #k-13, #kalimantan-tengah, #kalteng, #learning, #palangkaraya, #pendekatan-saintifik, #physics, #rudy-hilkya, #rudyhilkya, #sma, #smada

Telaah Kompetensi Fisika SMA kelas 12 (Kurikulum 2013)

Kompetensi Inti – 1 pada umumnya sama seperti kompetensi inti – 1 pada kelas X dan kelas XI, yakni : menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Yang membedakan adalah kompetensi dasar yang menjadi acuan sebagai berikut :

  1. Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya
  2. Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan perubahan medan listrik dan medan magnet yang saling berkaitan sehingga memungkinkan manusia mengembangkan teknologi untuk mempermudah kehidupan

Kompetensi inti 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Kompetensi dasar (tidak berubah) :

  1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi
  2. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan

Kompetensi Inti – 3 adalah materi yang dijabarkan dalam pembelajaran fisika di kelas 12 kelompok peminatan Matematika dan Ilmu Alam (termasuk lintas minat) : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

Kompetensi dasarnya:

  1. Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum
  2. Menganalisis parameter gelombang tegak dan gelombang berjalan pada berbagai kasus nyata
  3. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi
  4. Mendeskripsikan rangkaian dan prinsif kerja peralatan listrik searah (DC) dan bolak-balik (AC) dalam kehidupan sehari-hari
  5. Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, energi potensial listrik serta penerapannya pada berbagai kasus
  6. Mendeskripsikan induksi dan gaya magnetik pada berbagai produk teknologi
  7. Memformulasikan induksi listrik dan induksi magnetik serta penerapannya
  8. Memahami radiasi elektromagnetik, dampaknya pada kehidupan, dan pemanfaatannya dalam teknologi
  9. Menerapkan konsep kuantum dalam menjelaskan radiasi benda hitam, efek foto listrik, dan hamburan Compton
  10. Memformulasikan teori relativitas serta kesetaraan massa dan energi untuk menjelaskan beberapa fenomena alam
  11. Mendeskripsikan karakteristik inti atom, radioaktivitas, dan pemanfaatannya dalam teknologi

Kompetensi Inti -4 melalui keterampilan (melakukan percobaan atau penyelidikan) : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi dasarnya :

  1. Menyelidiki karakteristik gelombang mekanik melalui percobaan
  2. Menyajikan permasalahan nyata dan usulan penyelesaiannya yang terkait konsep gelombang bunyi
  3. Mengolah data hasil percobaan menggunakan prinsif interferensi gelombang cahaya
  4. Melakukan percobaan untuk menyelidiki karakteristik rangkaian arus searah (DC)
  5. Menyelidiki karakteristik piranti elektronik dalam sebuah rangkaian arus bolak-balik (AC) melalui percobaan
  6. Menyajikan permasalahan nyata dan usulan penyelesaiannya terkait dengan rangkaian listrik arus searah dan arus bolak-balik
  7. Membuat proyek sederhana dengan menggunakan prinsif induksi listrik dan induksi magnetik
  8. Menyajikan informasi tentang pemanfaatan radioaktivitas dan dampaknya bagi kehidupan

Kompetensi dasar adalah kompetensi minimal yang dikuasai peserta didik dalam menempuh jenjang SMA. Jadi beberapa bagian merupakan hal pengayaan pengetahuan bagi mereka. Guru dapat melakukan pembelajaran sesuai kondisi dan situasi lingkungan yang ada.

#fisika, #fisika-kelas-12, #fisika-sma, #fisikarudy, #kalteng, #kelas-12, #kurikulum-201, #kurikulum-2013, #sma

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015

snmptn 2015Seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) adalah gengsi yang ditunggu-tunggu para lulusan SMA dan sudah jelas kelulusan SMA kali ini akan mencapai 100% karena ditentukan “hanya” dari nilai Ujian Sekolah saja. Tentu saja walaupun demikian kelulusan SNMPTN atau lolos tidaknya alumni SMA tahun ini berdasarkan nilai-nilai rapot dan prestasi-prestasi belajar yang sudah diraihnya sejak kelas X hingga kelas XII menurut berbagai jenjang akan menjadi patokan dan pertimbangan diterimanya seseorang pada PTN ternama dan bergengsi yang menjadi tujuan.

Nilai-nilai rapot yang konon kabarnya bisa dibuat mejik atau sulapan bisa menjadi tidak bermakna apabila calon mahasiswa yang bersangkutan tidak memiliki prestasi tertentu yang diminati atau dilirik oleh PTN yang dilamar, tentu saja hal ini adalah momok bagi calon mahasiswa yang biasa-biasa saja seperti saya dulu. Saya pun yang termasuk gagal diterima melalui jalur SNMPTN tahun 1991 namun saat itu ada seleksi lain lewat jalur tertulis dan saya dapat memasuki perguruan tinggi di kota saya pada jurusan pendidikan Fisika walaupun telat setahun (tepatnya tahun 1992) saya baru bisa berkuliah.

Artinya SNMPTN bagi calon-calon mahasiswa yang “kurang berprestasi” atau “belum berprestasi” seperti saya dulu adalah faktor keberuntungan dan faktor X yang tidak dapat diduga selain menduga-duga kursi yang disediakan, kuota per wilayah yang diterima dan faktor-faktor lain tergantung Universitas atau perguruan tinggi yang menerima mahasiswa tahun 2015.

Melalui seleksi nasional menggunakan nilai rapot yang dikelola pada laman www.snmptn.ac.id, anda dapat melihat seperempat bagian lulusan SMA tahun 2015 yang berhasil diterima atau bagi yang belum diterima dapat melanjutkan seleksi melalui SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) serta ada jalur ujian mandiri pada universitas tujuan masing-masing.

Jangan kecil hati karena masih ada kesempatan sampai tiga tahun mendatang jika anda gagal tahun ini melamar di perguruan tinggi negeri, tetapi jangan lupa masih ada perguruan tinggi kedinasan yang juga menawarkan kesempatan meraih karir melalui pendidikan akademi dan bergengsi pula. Selain itu masih ada perguruan-perguruan tinggi swasta yang tidak kalah bonafide dengan perguruan tinggi negeri yang ada bisa menjadi alternatif.

Yang penting jangan naif.

Pengumuman Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2015 untuk lulusan dari SMA Negeri-2 Palangka Raya adalah sebagai berikut :

 

Selamat bagi yang namanya sudah dituliskan.

#kalimantan-tengah, #kalteng, #palangka-raya, #smada-kalimantan-tengah, #smada-palangka-raya, #smada-palangkaraya, #sman-2-palangkaraya, #snmptn, #snmptn-2015, #snmptn-smada

Selamat Bertanding

Pada hari ini 13 April 2015, saudara-saudara rekan-rekan muda pelajar kelas XII SMA memulai suatu ritual baru di kancah perjuangan akhir Sekolah Menengah Atas.

Walaupun kini ujian nasional tidak lagi sebagai penentu kelulusan dan dikatakan sebagai bagian pemetaan nasional hasil pendidikan se-Indonesia, tetap fokus bahwa mengerjakan soal pemetaan nasional melalui Ujian tingkat Nasional adalah langkah akhir yang mesti dikerjakan sungguh-sungguh dan serius. Sebab yang dipertaruhkan bukan nama-nama pribadi lepas pribadi dari anda masing-masing, melainkan nama sekolah.

Apakah selama ini sekolah sudah memberikan program pendidikan yang tepat, sesuai, sebagaimana sasaran kerja pegawai di awal tahun 2015 kemarin, ataukah sekolah bermain-main melakukan kecurangan agar tetap dikatakan ideal dan sempurna? hasil itu yang dicerminkan melalui Ujian Nasional yang sebenarnya tidak tepat lagi mendapat sebutan seperti itu! Ini bukan ujian, ini adalah pengukuran capaian kompetensi seluruh peserta didik kelas 12, pun kelas 9, pun kelas 6. Apa ada analisis capaian kompetensi peserta didik untuk kelas 6 dan 9 se-Indonesia pada tataran nasional?

Hasil UN tahun-tahun sebelumnya pun hanya dari tahun 2010 hingga 2012 yang masih tertinggal pada lemari data digital pendidikan nasional, bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya (2013, 2014)?

Sekarang anda buktikan, hasil program belajar siang, program belajar seusai jam makan siang yang mengurangi tidur siang, bobo-bobo siang, menghilangkan mimpi indah siang hari sebagai ganjaran dan waktu perjuangan membuktikan tekad dan menekan kepenatan. Membuktikan bahwa anda benar-benar berjuang, tidak hanya mengandalkan jawaban teman karena paket soalnya juga sedikit hanya lima macam bukan dua puluh seperti dua tahun lalu. Menjalani tes sama seperti mengerjakan soal-soal di quipperschool. Juga tidak akan mengandalkan bocoran-bocoran jawaban melalui sms gelap, sms terpusat, sms yang ditempel di dinding toilet, menyelundupkan hape ke dalam kelas dan pengawas pura-pura buta atau tidak tau, tetapi tunjukkan bahwa anda memiliki potensi dan kemampuan menyelesaikan soal-soal uji kompetensi akhir sekolah.

Sekarang kewenangan meluluskan ada di tangan pengelola sekolah beserta Dewan Guru, dan sudah menjadi rahasia terbuka, tidak ada sekolah yang akan mencoreng mukanya sendiri. Saya yakin tetap dapat meluluskan siswanya 100% seterusnya dan akan terus berlanjut sampai selama-lamanya (sekolah tersebut berdiri).

Apalagi tahun 2016, ujian nasional (jika istilah itu masih dipergunakan) tidak akan berjalan serentak melainkan sama seperti ulangan akhir semester karena dilaksanakan setiap akhir semester saja. Biayanya tentu saja dari sekolah masing-masing – efeknya adalah menghilangkan Ujian Nasional atau ini yang disebut Ujian Kompetensi Tingkat Nasional (standar Nasional yang dikerjakan di sekolah masing-masing) mungkin nanti namanya Ujian Pencapaian Kompetensi Tingkat Akhir, Uji Pencapaian Kompetensi Kelas 12, Uji Pencapaian Kompetensi (saja), Uji Standar Kompetensi, atau Uji Komprehensif (kewenangan ini ada pada Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah).

Yang menentukan sekarang adalah masa depan pendidikan yang akan Anda tempuh di perguruan tinggi, di sana perjuangan yang sebenarnya baru dimulai. Maka mulai hari ini hingga 15 April 2015, kami mengucapkan selamat bertanding dan semoga berhasil mencapai target sekolah masing-masing.

#fisikarudy, #kalimantan-tengah, #kalteng, #palangka-raya, #palangkaraya, #rudy-hilkya, #rudyhilkya, #smada, #sman-2, #ujian-nasional, #ujian-nasional-sma, #un-2015, #un-sma

Acer Guraru 2013

Foto yang ternyata disimpan secara otomatis melalui Google :

Hahai

Kantor Acer Indonesia

Herry Eduqo

High Office View

HI Circle

Sambutan Pimpinan

Guraru 2010 – 2012

Bukik Setiawan – Nakita

Urip Rukim Class

Hehehe

Dengan ibu Deasi latar belakang Bayu Abbad (sekarang Kepala Sekolah) 29 November 2013

#acer, #acer-guraru-2013, #foto, #fotografi, #kalteng, #kamera, #kamera-ponsel, #photography, #photos, #smada

Teka-Teki Nuklir (2)

https://www.euro-fusion.org/wpcms/wp-content/uploads/2011/09/bindingenergy.jpg

Kemanakah energi yang mengikat inti lari? Sebuah inti memiliki massa yang lebih kecil dibandingkan massa totalnya. Defek massa adalah selisih dari massa penyusun inti atom (nukleon) yakni massa proton dan massa netron terhadap proporsi keberadaan proton dan netron dalam inti atom dengan massa inti atom. Energi yang terjadi sebesar E = mc2 adalah energi ikat inti atom dimaksud. Energi yang hilang itulah energi ikatnya!

Jika deuteron dengan massa inti 2,0141 sma dan massa proton adalah 1,007825 sma serta massa netron adalah 1,00866 sma, maka energi ikat inti deuteron sebesr 2,2 MeV dengan 1 sma setara 931 MeV.

Untuk memisahkan proton dan netron pada atom deuteron, isotop hidrogen ini memerlukan energi luar sebesar 2,2 MeV untuk menceraikan keduanya sebagai nukleon. Lebih dari energi itu digunakan oleh masing-masing partikel yakni proton dan netron mementalkan diri dalam bentuk kinetik. Energi ikat inti adalah energi yang diperlukan untuk memecahkan hubungan proton dan netron.

Inti yang berukuran sedang adalah inti yang paling mantap. Pandang energi ikat deuteron dibandingkan dengan energi ikat Bismuth (perhatikan posting ini : Teka-Teki Nuklir 1 – perhatikan grafik berikut :

binding

http://www.windows2universe.org/sun/Solar_interior/Nuclear_Reactions/Fusion/binding.gif

Pada daerah energi ikatan per nukleon sebesar 8,8 MeV/nukleon – batas energi ini dimiliki energi ikat dari Fe-56 (Z=26) atau isotop besi. Energi ikat tersebut yang digunakan untuk menarik keluar sebuah nukleon dari inti dengan nilai terbesar. Perhatikan pula grafik di atas. Jika inti berat dipecah menjadi inti sedang maka diperolehlah energi ikat per nukleon lebih kecil dari energi ikat semula. Contoh : Inti uranium-235 (Z=92) dipecah menjadi inti lain dengan perbedaan energi ikat per nukleon sebesar 0,8 MeV maka energi total yang dikeluarkan adalah : 0,8 MeV/nukleon x 235 (banyak nukleon uranium) = 188 MeV. Ini adalah energi atomik yang paling besar dari sebuah inti atom, jika dibandingkan reaksi kimia yng berkaitan dengan konfigurasi ulang atau reset susunan elektron dalam atom hanya mengeluarkan energi beberapa elektronvolt (eV) saja pada sebiji atom. Pembelahan inti berat seperti ini disebut reaksi Fisi.

Selanjutnya tentang Teka-teki Nuklir (2)

#esemka, #fisika, #fisika-12, #fisika-inti, #fisika-sma, #fisikarudy, #kalteng, #kinetik, #lckpd, #mobil-nasional, #netron, #proton, #rudyhilkya, #smada

Belajar tanpa batasan dengan Quipperschool

Kelas yang saya buat dan saya ikutkan kepada para siswa :

Untuk para guru yang mau bergabung bisa memasukkan kode Ambassador saya : AFKPH8X 

Kelas 12 yang sedang saya ampu dan saya ajak siswa-siswinya :

Sebagian materi yang ada pada topik fisika saat ini yaitu Relativitas :

kode kelasnya bisa dilihat di atas untuk Fisika kelas 12 SMA, selain Fisika SMA kelas 12, juga kelas 11 dan kelas 10 juga ada kelas Astronomi untuk pelatihan olimpiade sains :

Untuk Siswa SMP yang berada di kelas IX (kelas 9) sebagai persiapan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional ada juga saya bukakan kelasnya sebagai berikut :

berisi materi-materi arsip Ujian Nasional tiga tahun sebelumnya (empat mata pelajaran) kode kelas UN SMP adalah

dan akhirnya makan siang yang disantap menjadi :

#kalteng, #kelas-maya, #makan-siang, #palangkaraya, #quipperschool, #santapan-fisik, #santapan-rohani, #smada

Spektrum Atomik Hidrogen

Rekan-rekan pembelajar Fisika, setiap unsur memiliki spektrum garis berkarakter. Hal ini merupakan pengejawantahan dari Teori Atom Bohr yang dipergunakan menerangkan asal-usul garis spektrum atom yang membuka gagasan bahwa setiap kulit orbital elektron memiliki kekhususan dan keunikan masing-masing.

Zat padat dan zat cair pada setiap temperatur memancarkan radiasi yang dapat ditangkap dan diukur melalui panjang gelombang tertentu berdasarkan Pergeseran Wien (perhatikan pembahasan sebelumnya mengenai Radiasi Benda Hitam), panjang gelombang yang dipancarkan berbeda-beda tergantung temperatur dan panjang gelombang tersebut dapat disejajarkan dengan keberadaan warna-warna pada spektrum gelombang elektromagnetik.

Radiasi ini dapat pula didekati dengan teori kuantum berdasarkan panjang gelombang yang dihasilkan saat elektron-elektron bertransisi pada garis-garis orbital dalam atom yang tak bergantung pada proses radiasi dan sifat materi. Melalui teori ini kita dapat “menyaksikan” perilaku kolektif dari banyak atom yang berinteraksi dibandingkan perilaku individual karakteristik suatu atom.

Sementara, karakteristik individual atom dapat dilihat pada atom atau molekul gas pada tekanan rendah yang berjarak antaratom sangat jauh sehingga interaksi yang dimungkinkan hanyalah tumbukan mekanikal semata dan berlakunya hukum fisika klasik dalam peristiwa interaksi impuls momentum tersebut. Ternyata harapan ini ditemukan dalam eksperimen atomik.

Untuk mengamati spektrum atomik yang dipancarkan saat radiasi atom atau molekul gas bertekanan rendah pada alat spektrograf dengan metode spektrografi, yakni atom atau molekul gas disetrum dengan memberikan arus listrik selanjutnya hasil pancaran setrum tersebut diamati melalui spektrometer. Idealnya untuk spektrum atom beberapa unsur yang dihasilkan adalah spektrum garis emisi (spektrum garis pancaran) yang terputus-putus dan hanya berupa pita-pita tersekat-sekat oleh ruang gelap berupa batang-batang warna

http://www.chem1.com/acad/webtext/atoms/atpt-images/atomic_line_spectra.png

Pita-pita garis di atas muncul karena rotasi dan vibrasi atom dalam molekul yang tereksitasi secara elektronis dengan pemberian energi (melalui setrum).

Adapula spektrum absorbsi (spektrum hasil serapan cahaya oleh atom atau molekul gas) yang digambarkan seperti di bawah ini :

http://www.green-planet-solar-energy.com/images/spectrum_abs_5.jpg

Jika suatu cahaya putih dilewatkan pada gas akan menyerap cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang terdapat pada spektrum emisi (spektrum pancaran). Spektrum garis absorbsi memiliki latar belakang lebih terang dibanding spektrum emisi sebab ditumpangi oleh garis gelap yang sesuai dengan panjang gelombang yang diserap.
Spektrum garis Fraunhofer muncul pada saat serapan radiasi sinar matahari diukur dalam spektrograf. Panjang gelombang spektrum yang diukur sesuai dengan teori radiasi benda hitam yang bertemperatur 5800 K dikelilingi selubung gas yang lebih “dingin”.
Terperiksanya unsur-unsur yang ditangkap dalam spektrum atom memungkin para ahli untuk menentukan unsur-unsur yang terkandung dalam atmosfer suatu planet, suhu permukaan bintang, galaksi yang bergerak menjauh atau bintang yang bergerak mendekat, muncul galaksi baru, dan lain-lain.

http://www.peter-glowatzki.de/attachments/Image/Fraunhofer_Linien.jpg – spektrum Fraunhofer yang dihasilkan pada tahun 1814

Akhir abad ke-19 ditemukan bahwa panjang gelombang yang terdapat pada spektrum atomik berkumpul pada suatu deret tertentum terutama pada panjang gelombang cahaya tampak (warna spektral) yang dinyatakan dalam rumusan yang serupa antarderet tersebut. Deret spektral ditemukan oleh JJ Balmer pada tahun 1885 saat Balmer mempelajari bagian tampak dari spektrum hidrogen.

http://www.chem1.com/acad/webtext/atoms/atpt-images/Balmer_abs&em.png – deret Balmer (1885)

Dengan panjang gelombang terbesar 656,3 nm dengan sebutan H-Alfa, 486,3 nm yang disebut H-beta dan intensitas yang paling lemah berada pada 364,6 nm. Yang pada bagian tersebut hanya terdapat spektrum kontinu (spektrum yang tidak tersekat melainkan garis tanpa batas yang lemah).

Garis spektrum hidrogren yang berada pada zona ultraviolet terdapat pada deret Lyman.

Sementara garis spektrum hidrogren yang terdapat dalam zona inframerah terdapat pada deret Paschen, Brackett, dan Pfund.

Eksistensi keteraturan yang didapat dari analisis spektrum hidroegn cukup mengherankan dengan keteraturan yang serupa pada spektrum unsur lain yang jauh lebih kompleks sehingga menguak peluang pengujian dan penelitian untuk menentukan teori struktur atom.

Baca lebih lanjut

#atom-hidrogen, #fisika-atom, #fisikarudy, #kalimantan-tengah, #kalteng, #palangkaraya, #rudyhilkya, #smada, #spektrum-atom-hidrogen, #spektrum-atomik, #teori-atom-bohr

Fisikanya Astronomi

Sore ini adalah pelatihan Astronomi ke-3 untuk siswa yang mencoba mengikuti Olimpiade Astronomi tingkat Kota Palangka Raya, berikut adalah skrin syut torehan papan ketik : Pembahasan mengenai Pergeseran Wien, menentukan suhu bintang berdasar panjang gelombang elektromagnetik

wien3wien4wien5wien6wien7wien8wien9

Selain itu juga tentang Satuan Pengukuran Astronomi :

100eVAUcentievpcpc2tc

Koreksi pada jarak 1 tahun cahaya mestinya adalah 9,46 x 1012 kilometer, bukan 9,47 x 1011 kilometer.

Untuk berlatih soal-soal Astronomi Dasar bisa mengikuti kelas quipperschool dengan kode ENKX5JP – selamat berlatih dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya 😀

#astronomi, #bahan-belajar-2, #fisika, #fisika-kuantum, #fisika-modern, #kalteng, #modern-astronomy, #modern-physics, #palangkaraya, #pergeseran-wien, #radiasi-benda-hitam, #rydberg, #sma, #smada, #sman-2, #smanda, #teori-kuantum, #wien

Konstanta Relativitas

Konstanta relativitas merupakan persamaan yang mempermudah penghitungan besaran-besaran fisika dalam teori Relativitas. Besaran-besaran yang terkait adalah waktu, panjang, massa, dan energi relativistik.

kebalikan-relativitasrelativitas-konstantacontoh2-relativitascontoh3-relativitascontoh-relativitas

Untuk berlatih mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan tetapan relativistik silakan menuju kelas quipperschool dengan kode 36W9X36 bagian Fisika XII

#fisika-12, #fisika-sma, #fisika-snma, #fisika-xii, #fisikarudy, #indonesia, #kalteng, #kelas-12, #palangka-raya, #palangkaraya, #relativistik, #relativitas, #rudyhilkya, #sma, #smada, #un

Pengertian Relatif dalam Fisika

detail Dunia ini sebenarnya berbeda dengan yang biasa kita lihat, dunia ini tidak menunjukkan gejala yang bersifat mutlak. Apa yang dikatakan oleh orang-orang hebat di berbagai dunia sana dan di sini itu semua bersifat Relatif. Relatif atau nisbi adalah perbandingan antara hal yang terukur terhadap hal yang sebenarnya. Tidak pernah ada hal yang sebenarnya karena kerangka acuan pengukuran yang digunakan juga bergerak satu terhadap kerangka acuan lain.Semuanya serba relatif.

Teori Relativitas diajukan oleh Albert Einstein sejak dalam benaknya dari tahun 1904, kemudian dikemukakan tahun 1905 dan terakhir pada tahun 1915 baru diakui bahwa dengan teori tersebut semua kejadian atomik hasil temuan peneliti Fisika awal dapat dimengerti.

Pekerjaan dasar Fisika adalah melakukan pengukuran atau membandingkan suatu besaran terhadap besaran pokok, dalam mekanika klasik, pengukuran tersebut dapat dilakukan secara tepat dan akurat jika benda atau obyek yang diukur bersifat diam (relatif) terhadap si pengukur. Nah, bagaimana jika benda itu bergerak dan saat benda bergerak pengamat lain yang (mungkin) bergerak atau diam mengukur obyek yang bergerak tersebut? Bagaimana jika kecepatan benda yang bergerak mendekati laju cahaya atau bahkan mencapai kecepatan cahaya.

Kecepatan cahaya adalah kecepatan yang bersifat mutlak sebagaimana postulat saya14Einstein ke-2 bahwa kecepatan cahaya bernilai sama di semua kerangka acuan gerak. Apalagi cahaya tidak dapat dipastikan apakah berada dalam kerangka bergerak atau kerangka diam. Selain hanya sumber cahaya saja yang ditentukan. Acuan sumber cahaya yang digunakan pengamat diam di Bumi adalah Matahari, Bintang, atau Nova hingga Supernova. Itupun ada yang bisa dipandang atau ditangkap indra penglihatan atau dengan yang lebih canggih adalah teleskop radio.

Jika cahaya yang berperan maka segala kerangka gerak dalam ruang angkasa (space) sebagai ruang yang mahaluas menjadi relatif dan hanya cahaya sebagai acuan kecepatan gerak yang dapat digunakan untuk memberi penjelasan rumit secara sederhana.

Ketiadaan kerangka acuan yang universal seperti yang dikatakan Einstein menyebabkan gerak itu menjadi relatif, bergantung pada kondisi pengamatnya. Sehingga ada dua kerangka acuan yakni untuk pengamat diam dan pengamat bergerak.

kerangkapostulat relativitas

Maka kemudian dibuat batasan bahwa kerangka gerak relatif Galileo – Newton atau Mekanika Klasik tetap berlaku selama kecepatan benda berada di bawah kecepatan cahaya (di bawah 300 000 km/sekon) dan kerangka relativitas Einstein (setelah diperbaika Lorentz Fitz Gerald) berlaku saat benda bergerak mendekati atau mencapai laju cahaya (300 000 km/s)

Waktu menjadi tidak bermakna lagi karena waktu menjadi bersifat relatif bergantung kerangka acuan yang dialami atau dideskripsikan oleh pengamat.

Selanjutnya waktu yang mengalami kontraksi (pemuluran atau pemendekan) hanya dialami untuk pengamat yang berada pada kerangka tertentu. Apalah itu kerangka bergerak atau kerangka diam-nya. Bergerak berarti pengamat mengalami perubahan kedudukan, mengalami perpindahan atau tidak berdiam diri. Sementara kerangka diam artinya pengamat benar-benar “relatif” tidak bergerak atau berada di tempat, tidak mengalami perubahan kedudukan, tidak mengalami perpindahan.

Padahal sebenarnya dalam keadaan diam pun kita tetap bergerak relatif terhadap kedudukan awal bumi. Ingat bumi berotasi pada sumbunya selama 24 jam (terlihat dari acuan bintang pagi yang selalu terbit di sebelah timur, karena Bumi berotasi ke barat atau berlawanan arah jarum jam) 😛 dan selama 24 jam pula Bumi mengalami perubahan kedudukan pada satu titik di bumi selama keliling ekuator tercapai (jari-jari bumi 6378 km dan bumi memiliki bentuk pepat pada kutub melainkan kembung pada bagian ekuatorial maka keliling bumi adalah 2 x phi x jari-jari bumi (dalam kilometer).

Selama 1 jam ada perubahan sebesar 15 derajat geografis dan sekali keliling bumi setara dengan 360 derajat putar, nah bisa dihitung berapa jarak yang sudah kita tempuh terhadap titik asal terbitnya Bintang Pagi dari kedudukan “relatif” kota yang kita tempati 😀

wilayah relativitaskonstanta relatif
pengukuran kerangka
turunan1
waktu relatifcahaya tentukan

penjumlahan kecepatan

#fisika-sma, #fisika-sma-kelas-12, #fisika-smk, #fisikarudy, #guru-fisika-sma, #indonesia, #kalimantan-tengah, #kalteng, #palangka-raya, #palangkaraya, #postulat-einstein, #relativitas, #rudyhilkya, #sma, #smada, #smada-palangkaraya, #sman-2-palangkaraya, #snada, #teori-relativitas

There is No Box

www.clker.com/clipart

www.clker.com/clipart

Bergambar-gambar di pesan masuk facebook, orang-orang menawarkan barang bekas berupa gadget atau henfon, karena namanya barang seken tentu saja ada yang ngga punya kotak. Terus ada lagi yang nawarin barang pasar gelap (bahasa kerennya Blek market BM) bertuliskan unboxxing gitu deh terutama yang mereknya Aifon gambar apel tergigit rapi di pinggir kanannya.
Motivator-motivator atau pembina upacara biasa ngomong-omong saat memberi wejangan, termasuk bos-bos, saat pikiran kalut, galau memikirkan jodoh yang ngga nongol-nongol dengan jargon “Kamu harus berpikir keluar dari kotak bro!” – Out of the box gitu dong! .. muntah dan nyesek mendengar itu, apalagi jika saya yang bicara saat memulai belajar, tengah kancah pembelajaran hingga pembelajaran hampir usai, kalimat itu juga yang saya riwain dengan setia dan membuat siswa-siswa saya terkantuk-kantuk kadang-kadang melamun ngga mengerti 😛

Contohnya tulisan siswa saya berikut yang bernama Dwi Irma, mohon disimak yang saya tulis ulang dari http://irmslicious.blogspot.com/2015/01/chapter-1-dont-think-outside-box-think.html

Baca lebih lanjut

#blog-1000-kata, #dwi-irma, #dwi-irma-yuniarti, #expresso-xii-ipa-6, #exspresso-ipa-6, #kalteng, #ktsp, #smada, #tulisan-siswa, #xii-ipa-6

Gelombang de Broglie

Louis de Broglie adalah ilmuwan Perancis yang mengajukan teori tentang cahaya bisa dipandang sebagai partikel yang memancarkan panjang gelombang tertentu dengan persamaan yang kemudian dikenal sebagai panjang gelombang tertentu berdasarkan momentum cahaya atau momentum foton.

Cahaya yang menyaru menjadi partikel ini kemudian digambarkan bisa memancarkan panjang gelombang dalam rentang spektrum gelombang elektromagnetik. Momentum yang dibawa partikel tersebut selain bisa dinyatakan dalam kondisi energi kinetik menurut mekanika klasik dan bersesuaian dengan percobaan tabung sinar X serta pemancaran sinar X, semakin memperkuat bahwa efek fotolistrik berada dibalik peristiwa dualisme gelombang partikel ini.

Disatu sisi cahaya dapat dipandang sebagai gelombang, dan di sisi yang lain cahaya juga dapat dilihat sebagai partikel. Partikel yang massanya menyerupai partikel, karena pada percobaan Compton (Efek Compton) serta percobaan Fotolistrik terlihat bahwa sinaran cahaya mempengaruhi lontaran elektron berdasarkan panjang gelombangnya, bukan karena peningkatan intensitas.

Peningkatan frekuensi cahaya dan pengurangan panjang gelombang menyebabkan semakin banyak populasi elektron yang menumbuk kutub anoda dan menghasilkan semakin besar arus fotolistrik pada amperemeter yang dipasang dalam aparatus percobaan. Terutama setelah sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 350 nm turut serta.

Pada percobaan sinar X, pembangkitan populasi elektron yang terlepas dan selanjutnya memancarkan panjang gelombang hamburan yang lebih pendek dari emisi elektronik sampai berkisar 7 – 11 nm menghasilkan daya tembus yang besar terhadap logam-logam yang tebal bahkan isi sumsum tulang. Percobaan sinar X menjadi acuan keberhasilan percobaan efek Compton dalam menghasilkan sinar hamburan. Selanjutnya digunakan untuk mengukur besaran kisi difraksi ala Bragg, mengukur jari-jari atomik dan lain-lain.

Demikian kesinambungan pembahasan dualisme gelombang partikel yang berturut-turut dari percobaan Hertz, Thomas Young, postulat Einstein tentang cahaya, percobaan Max Planck, percobaan Wilhelm Wien, percobaan Stern Gerlach, Compton dan pengidean cahaya sebagai partikel yang pernah diajukan oleh Isaac Newton diperkuat dalam disertasi Louis deBroglie menghantarkan kita mencapai pemahaman dasar dalam fisika modern.

#efek-compton, #fisika-12, #fisika-sma-12, #fisika-modern, #kalteng, #panjang-gelombang-debroglie, #smada

SNMPTN 2015

SNMPTN 2015 atau seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri tahun 2015 adalah ajang tahunan rekrutmen calon mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur nilai raport dan nilai sekolah dari semester 1 hingga semester 5. Untuk menyukseskan langkah para peserta didik para operator sekolah diminta menarik lengan baju (bagi yang masih make baju panjang) atau menyingsingkan lengan (bagi yang mengisi data masih dengan seragam lengan panjang) dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Proses Pengisian dan Verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) : 22 Januari – 8 Maret 2015.
  2. Pendaftaran SNMPTN 2015 : 13 Februari – 15 Maret 2015.
  3. Pengolahan Data : 1 April – 31 Mei 2015.
  4. Pengumuman Kelulusan Peserta SNMPTN 2015 : 9 Mei 2015.
  5. Pendaftaran Ulang bagi yang di terima : 9 Juni 2015 (Bersamaan dengan Ujian Tertulis SBMPTN 2015 dan 1 minggu sebelum Ibadah Puasa Bulan Ramadhan 1436 Hijriyah).

Keterangan :

  • SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai raport (LHBS) dan prestasi-prestasi lainnya.
  • Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswanya.
  • Sekolah yang berhak mengikutsertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan yang mengisikan data prestasi siswa di PDSS.
  • Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS.
  • Siswa pelamar wajib membaca ketentuan yang berlaku pada masing-masing PTN di laman PTN yang dipilih.

#kalteng, #operator-pdss, #palangkaraya, #pdss-2, #rekam-jejak-sekolah, #rekam-jejak-sma, #sbmptn, #smada, #snmptn, #snmptn-2015

Teori Kuantum Planck

Energi Kuantum Planck (Efek Fotolistrik)

Cahaya bukan satu-satunya contoh gelombang elektromagnetik. Walaupun semua sifatnya memiliki pokok yang sama seperti interaksi dengan banyak materi yang bergantung dengan frekuensi gelombang. Gelombang cahaya merupakan frekuensi pendek yang terentang antara 4,3 x 1014 Hz hingga 7,5 x 1014 Hz (dari warna merah hingga warna ungu) – cepat rambat cahaya sebesar 3 x 108 m/s.

Karakteristik gelombang elektromagnetik seperti pula gelombang cahaya, dapat mengalami superposisi atau bergabungnya amplitudo gelombang-gelombang yang satu fase atau satu arah dalam amplitudo sesaat. Amplitudo adalah nilai maksimum dari perut gelombang.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/

Selain itu gelombang dapat mengalami interferensi konstruktif dan interferensi destruktif, interferensi berarti gabungan gelombang yang bertemu dapat menghasilkan gelombang baru atau saling meniadakan pengaruh satu sama lain. Salah satu contohnya melalui percobaan difraksi (oleh Young) pada pelajaran optik fisis. Ada nilai-nilai yang terekam sebagai daerah pita terang dan daerah pita gelap.

Percobaan Hertz menunjukkan bahwa pada salah satu celah pemancar (transmiter) jika cahaya ultraviolet diarahkan pada salah satu logam target akan memancar loncatan elektron saat diberi frekuensi cahaya yang sangat tinggi. Gejala ini dinamakan Efek Fotolistrik.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/50/Heinrich_Rudolf_Hertz.jpg

Gelombang cahaya membawa energi dan sebagian energi diserap oleh logam yang terkonsentrasi pada permukaan (terutama elektron pada kulit valensi di permukaan logam) yang dengan serta merta spontan menyerap energi cahaya pada frekuensi tinggi tersebut untuk dipertukarkan dengan energi statisnya, jika terjadi transaksi energi yang memadai maka elektron pada permukaan logam (kulit valensi) akan terlempar dan muncul sebagai energi kinetik.

Distribusi energi fotoelektron (foton) tidak bergantung dengan intensitas cahaya (kekuatan cahaya yang datang) melainkan bergantung dengan panjang pendek gelombang cahaya yang mengenai logam atau tinggi rendahnya frekuensi cahaya yang dikenakan terhadap logam target. Tidak terdapat keterlambatan waktu antara sinar datang dengan terpancarnya elektron saat peristiwa efek fotolistrik (sekitar 10-9 sekon jedanya).

Pemahaman ini mengasumsikan bahwa elektron sebagai partikel pembawa energi memenuhi hukum mekanika klasik momentum dan tumbukan saat mengenai elektron pada logam sasaran. Energi gelombang beralih rupa menjadi energi mekanika sederhana.

Contoh :
Arus fotolistrik terdeteksi saat intensitas energi elektromagnetik mencapai 10-6 W/m2 mengenai permukaan logam Natrium (Sodium), logam target tebalnya 1 atom mengandung 1019 partikel (jejari atom 0,528 Ă) luasnya 1 m2. Lapisan teratas elektron menerima data sebesar 10-25 Watt dengan waktu perambatan 1,6 x 10-6 sekon – diperlukan waktu 14 hari agar sebuah atom mencapai energi sebesar 1 eV. Dengan energi tersebut diperlukan waktu 2 bulan agar elektron target terlepas dari logam Natrium. Ketelitian waktu eksperimen 10-9 sekon .

Frekuensi yang lebih tinggi menghasilkan energi fotoelektron maksimum yang semakin tinggi pula.

Cahaya biru yang lemah menimbulkan elektron dengan energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan cahaya merah yang kuat walaupun cahaya merah banyak menyebabkan elektron logam terlepas dari cangkangnya. Maka terdapat hubungan matematis :

EKmaksimum = hf – hf0 = hv – hv0

(v = f = frekuensi cahaya yang datang)

EK = energi kinetik (Joule); 1 eV = 1,609 x 10-19 Joule

Dengan v0 sebagai frekuensi ambang, di bawah frekuensi tersebut tidak akan terjadi pancaran foton atau tidak terjadi efek fotolistrik. Tetapan h (konstanta Planck) = 6,626 x 10-34 Js , nilai ini selalu sama walau disinari pada logam yang berlainan.

http://upload.wikimedia.org/

Teori Kuantum Cahaya

“Cahaya dengan frekuensi tertentu terdiri dari foton yang energinya berbanding lurus dengan frekuensi tersebut”

Tahun 1905, Einstein mengusulkan paradoks yang timbul dalam efek fotolistrik dengan pengertian radikal sebagaimana pernah diusulkan pada tahun 1900 oleh Max Planck, bahwa sepotong benda hitam padat yang menimbulkan cahaya tampak sebenarnya memancarkan panjang gelombang yang terlihat dan “cahaya” yang tak terlihat oleh mata manusia. Benda tidak memerlukan panas yang sangat tinggi untuk memancarkan gelombang elektromagnetik, sebab semua benda memancarkan energi semacam itu secara kontinu tanpa peduli pada temperatur yang dialami benda. Pada temperatur kamar 200C – 250C, sebagian besar radiasi gelombang elektromagnetik berada pada rentang inframerah dari spektrum gelombang elektromagnetik.

Planck menyatakan adanya rasio kecerahan (rasio kecemerlangan benda berdasar pada panjang gelombang yang dipancarkan sebagai fungsi temperatur yang dialami benda saat radiasi) pada unit yang sangat kecil dan terjadi secara tidak terus-menerus (diskontinu). Sebutan untuk satuan rasio ini adalah kuanta. Kuanta yang terpadu dalam frekuensi tertentu (mirip dengan frekuensi cahaya pada rentang gelombang elektromagnetik) mestinya memiliki energi E yang berbanding lurus dengan frekuensi cahaya pancaran diskontinu tersebut.

E = hv = hf

tetapan Planck x frekuensi = Energi Kuantum

h = tetapan Planck (6,626 x 10-34 Js)

Energi elektromagnetik yang diradiasikan benda muncul secara terputus-putus (diskontinu) dan penjalarannya dalam ruang merupakan gelombang elektromagnetik yang kontinu. Sementara menurut Einstein :

hv = EKmaksimum + hv0

bahwa kuanta menjalar tidak hanya berkelompok dalam gelombang tetapi bisa bergerak sendiri-sendiri layaknya sebuah partikel. Bagian “hv” disebutkan sebagai isi energi dari kuantum cahaya datang, EKmaksimum adalah energi kinetik maksimum elektron foto dari logam, hv0 = energi minimum yang diperlukan elektron untuk melepaskan diri dari permukaan logam yang disinari.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/

Einstein menyebutkan harus ada fungsi kerja yang diperlukan elektron untuk melepaskan diri dari permukaan logam (target) walaupun tidak ada cahaya yang datang. hv0 selanjutnya disebut sebagai “Fungsi Kerja”. Setiap logam memiliki karakteristik fungsi kerja yang berbeda walaupun dihuni oleh elektron yang sama, hal ini disebabkan interaksi ikatan antara elektron-elektron pada logam-logam yang berlainan dengan energi ikatan logam awalnya.

Contoh :
Untuk melepaskan elektron dari permukaan logam biasanya diperlukan separu dari energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom bebas logam yang bersangkutan. Misal energi ionisasi logam Caesium adalah 3,9 eV memiliki frekuensi kerja 7,5 x 1014 Hz yang bersesuaian dengan energi kuantum (Planck) sebesar 1,7 hingga 3,3 eV. Separuh nilai Energi Ionisasi logam Caesium adalah 1,95 eV. Maka fungsi kerja logam ini sebesar 1,95 eV.

Tabel Fungsi kerja Logam :

Logam Simbol Fungsi Kerja (eV) Logam Simbol Fungsi Kerja (eV)
Cesium Cs 1,9 Kalsium Ca 3,2
Kalium K 2,2 Tembaga Cu 4,5
Natrium Na 2,3 Perak Ag 4,7
Lithium Li 2,5 Platina Pt 5,6

Emisi Termionik Einstein

Benda panas menambah konduktivitas listrik udara yang ada di sekelilingnya. Pada awal abad ke sembilanbelas sudah diketahui bahwa gejala tersebut adalah pancaran elektron dari benda panas yang disebut Emisi Termionik. Emisi termionik memungkinkan bekerjanya tabung layar televisi (tabung sinar katode) yang di dalamnya terdapat kawat pijar filamen atau katode berlapis khusus yang pada tempeatur tinggi dapat menghasilkan arus elektron yang rapat.

Elektron yang terpancar seperti foton harus mendapat asupan atau provokasi dari agitasi termal partikel pada logam, elektron harus mendapat energi minimum agar dapat lepas dari logam dan selanjutnya elektron dikendalikan menuju logam lain sebagai tempatnya bertumbukan dan menghasilkan energi lain atau kejadian lain. Energi minimum ini ditentukan pada berbagai permukaan logam dan memenuhi teori fungsi kerja fotolistrik pada permukaan yang sama. Pancaran fotolistrik memastikan bahwa foton cahaya menyediakan energi yang memadai untuk elektron pada logam agar bisa melepaskan diri sementara pada pancaran termionik kalor yang paling berperan memberikan kontribusi energi minimum agar elektron logam dapat terlepas (bukan cahaya).

http://www.smakhzmusthafa.sch.id/wp-content/uploads/2011/08/cathode-ray-tube-TV.jpg

disadur dari Buku Konsep Fisika Modern, Edisi Ke-4, Arthur Beiser (terjemahan The Houw Liong), Penerbit Erlangga, Jakarta, 1990

#benda-hitam, #efek-fotolistrik, #emisi-termionik, #fisika-12, #fisika-sma-kelas-12, #fotolistrik, #kalteng, #palanga, #palangkaraya, #pancaran-radiasi, #rudyhilkya, #sma, #smada