Trans selatan

Perjalanan hari ini mengulang trip minggu lalu mengunjungi mertua dan kerabat di kota yang berjuluk kota AIR, tapi kali ini misinya adalah mengunjungi makam mertua dan saudara ipar. Perjalanan agak berbeda dibanding minggu lalu, terutama kondisi jalan poros selatan yang mulai banyak berlubang dan ada beberapa ruas yang masih sempit dengan perbedaan ketinggian yang cukup membahayakan bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat bersasis rendah.
Perjalanan yang menghubungkan tiga daerah ini masih didominasi jalan yang berbatu, bergelombang, berlubang walau jaraknya setelah diakumulasi sudah berkurang dari 10 km, suatu kemajuan yang sangat hebat bagi Kalimantan Tengah berkat visi pimpinan daerahnya untuk meningkatkan efisiensi dan keterhubungan antarkota dalam propinsi ini. Saat melalui lubang-lubang di jalan yang tersebar sporadis, namun mayoritas berada pada sisi yang mengarah ke barat (menuju Palangka Raya), juga saat melewati jembatan layang tahap 2 yang sudah dibuka akhir januari 2013 kemarin, sangat terasa goncangan suspensi mobil yang kelas MPV di bawah 160 juta berbunyi gluduk-gluduk, seperti menginjak suatu benturan. Mungkin akan terasa beda jika dialami penumpang dalam mobil mewah berharga 250 juta ke atas, seperti ujar tetanga saya, lubang gajah pun tidak terasa saat diinjak ban CRV-nya :mrgreen:
Kebetulan saat ini Kabupaten Pulang Pisau hendak mengadakan pesta pemilu memilih langsung kepala daerahnya, dan melihat daerah-daerah pedesaan yang saya pikir belum diperbaiki dan bisa menjadi pekerjaan masa depan pada pimpinan daerah untuk menarik simpati rakyat, yakni pengaspalan jalan desa serta pelebaran sehingga transportasi dan distribusi dari sentra-sentra desa dapat meningkat yang berarti meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Disiplin pengguna roda dua masih banyak yang bermain-main dengan nyawa, apalagi long weekend ini memungkinkan membawa anak serta keluarga berlibur ke luar kota. Yang paling banyak adalah pengendara motor tanpa pengamanan yang memadai juga membawa penumpang dengam sepedamotor sampai penuh sesak, padahal sepedamotor hanya mampu membawa dua penumpang, itupun ditambah dengan tas serta plastik bungkusan lainnya. Semakin saratlah motor yang dipakai, terbenam dengan barang-barang bawaan selain penumpang yang sesak selain ayah sang pengemudi, juga ibu yang duduk tersangkut di belakang, apalagi anak-anak yang masih balita ini dijejal.
Supir-supir travel pun masih rajin beradu cepat tanpa memedulikan orang lain atau pengguna jalan lain, apalagi saat senja menuju malam, permainan lampu dim panjang tampa diindahkan sering  Menyilaukan mata pengemudi lain ~ kadang saya pun harus “terpaksa” menyalakan lampu “panjang” untuk memberi efek keseimbangan 👿
Lain dulu lain sekarang, itu baru trek kota Air menuju Palangka Raya, belum ditambah trek yang lebih panjang lagi.
Yang lumayan adalah jalur antara pulpis ini semakin diperlebar dan merata. Semoga dengan terpilihnya pemimpin baru Pulang Pisau pada 4 april 2013 nanti, daerah yang bermotto Handep Hapakat ini semakin maju dan jaya.

Posting melalui WordPress Android

Iklan

#kapuas, #kota-air, #kuala-kapuas, #palangkaraya, #perjalanan, #plangka-raya, #pulang-pisau, #pulangpisau

Catatan Persewaan Tenda

Manusia adalah mahluk sosial sehingga manusia tidak mampu hidup sendiri, dalam kebersamaannya manusia berbagi suka, duka, sedih, bahagia, sukacita hingga dukacita. Jika dulu berbagi berkat atau berkumpul bersama orang lain membutuhkan tempat yang ruangnya besar atau tanah lapang, seiring dengan perkembangan zaman kini dikenal dengan peminjaman alat pesta hingga tenda sebagai tempat pernaungan.
Tidak hanya di kota besar, usaha persewaan tenda pun merambah sampai  kota berkembang hingga pelosok kampung dan desa. Berbagai macam cara dan taktik untuk mengusahakan peluang ini sebagai usaha yang memiliki prospek bagus, terutama di tempat-tempat sosial dan kepadatan penduduk tinggi. Bahkan di Palangka Raya, sebuah badan usaha perseorangan tumbuh menjadi badan korporasi yang kuat dengan berbagai bidang usaha garapan mulai dari perlengkapan acara kedukaan kematian hingga pada usaha pekuburan swasta yang hasilnya sebagai usaha milik kelompok, semua itu dimulai dari persewaan tenda saja!
Di kota kecil seperti Kuala Kapuas, yang didominasi jalan kecil atau tepatnya gang, agar memudahkan pemasangan tenda dan pengiriman peminjaman alat pesta dalam skala cukup, jika dulu para pengusaha ini menggunakan mobil, saat ini mereka menggunakan sepeda motor yang memiliki bak di belakangnya. Kita mengenal tossa atau viar yang dikenal sebagai angkutan desa (angdes). Selain itu dengan panjang kendaraan yang tidak berbeda jauh dengan moge atau motor gede, angdes ini dapat membawa banyak barang dan dapat dimodifikasi sedemikian rupa sebagaimana keinginan pengguna. Di samping itu badan kendaraan lebih dari 85% merupakan buatan dan berbahan lokal dalam negeri. Seperti kendaraan viar 150 karoseri karya indah dengan harga 18 juta dapat dipergunakan untuk mengangkut tenda beserta perlengkapannya langsung sampai ke tempat peminjam tanpa kendala.
Keuntungan lain adalah irit bahan bakar dengan BBM jenis premium, konon dari Kuala Kapuas sampai dengan desa Tumbang Nusa Pulang Pisau yang jaraknya lebih dari 60 km sanggup dengan 3 – 4 liter saja, yang mana hal ini sudah dapat menekan biaya operasional pengusaha, itupun dengan membawa beban berupa tenda dan alat-alatnya. (padahal jika dipikir, jauh lebih dekat ke Pulang Pisau menuju Tumbang Nusa).
Sungguh pemanfaatzn peluang dan menyesuaikan kondisi geografis yang brilian dan cerdik dari pengusaha tenda tempat saudara saya meminjam tenda ini. Belum lagi ukuran tenda yang dibawa termasuk besar dengan ukuran 3 x 5 meter yang kerangkanya dapat dilepas dan diuraikan. Beliau mengaku memiliki 10 unit tenda yang disewakan setiap minggu.
Bisa anda perkirakan biaya operasional tempat persewaan ini yang memenuhi kebutuhan se-Kuala Kapuas hingga Basarang sampai Palingkau bemodal kendaraan irit bertenaga maksi rakitan anak negeri.
Sebagai asumsi sewa tenda ukuran 3 x 5 mencapai 175.000 dan kursi per buah x Rp 1500, rata-rata peminjam membutuhkan satu tenda dan 40 kursi, pendapatan kotor dari satu unit 235.000, dengan frekuensi peminjaman minimal satu hari untuk dua atau tiga tempat yang sama dikurangi biaya operasional yang hanya perlu lebih kurang 4 liter @ Rp 5500 plus teh es dan snack dapat diduga pendapatan sehari saja sudah lebih dari 500 ribu, jika dalam sebulan ada 20 kali peminjaman saja penghasilan bersih persewaan ini mencapai pendapatan bruto sampai 5-6 juta. Itu termasuk durasi lama tenda dipasang, jika selama satu hari 175 ribu, ditambah jika ada acara perkawinan yang mencapai 2 hari atau perkabungan yang bisa mencapai seminggu, tergantung ketokohan yang meminjam tenda, bukankah ini sebuah peluang kreatif yang menjanjikan?
Di Palangka Raya pun sudah berkembang imovasi pertendaan ini dari yang berbentuk monoton kotak tanpa hiasan atau plafon, sekarang sudah muncul dengan asesoris tenda yang menawan seperti ada kanopi, jumbai, sampai lampu kristal !
Salah satunya pengusaha tenda yang juga mengembangkan usaha menjadi jasa pembuatan tenda yaitu Pinus Putra di kawasan Penarung, sebagai pelopor tenda hias yang laris manis disewa penyelenggara hajatan, pesta, milad hingga acara-acara resmi di ibukota Kalimantan Tengah.

Bisa dibayangkan betapa kehidupan sosial manusia pun sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan muncul peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja mengurangi pengangguran serta sejalan dengan semangat kewirausahaan dan ekonomi kreatif. Kita tidak perlu muluk-muluk dengan teori, yang penting bagaimana melihat kebutuhan sebagai peluang usaha, melihat kesulitan sebagai celah jalan keluar dari kekurangan finansial.

Salam dari Kuala Kapuas.

Posting melalui WordPress Android

#kuala-kapuas, #peluang, #pesta, #tenda, #usaha

Insiden Malam Minggu

Mungkin ini pencobaan yang dialami kami, setelah beberapa minggu mulai menggeluti kembali kegiatan kerohanian selama liburan dan memungkinkan menikmati hidangan rohani sekaligus hidangan makanan hati dan badani.

Setelah siang harinya asyik menerima hujanan tembakan komen dari sana sini termasuk yang bernada positif sampai bernada mengancam, mulai dari pernyataan hingga pertanyaan yang sebenarnya bisa dijawab sendiri.

Jalan-jalan siang sambil menjemput putra ke-1 lalu singgah di warung soto Haji Munsyi Jalan RTA Milono, kemudian melanjutkan kunjungan ke tempat Amang Kacib sekaligus mendapat informasi tentang kegiatan kuliah S2 di UNS Solo dan prospek masa mendatang selulus dari pendidikan itu.

Insiden Mual-Mual

#delon, #gerakan-pemuda, #gke, #indisen, #irene, #kalimantan, #kapuas, #kasih, #kuala, #kuala-kapuas, #kuburan, #maag, #makam, #malam, #minggu, #obat, #palangka-raya, #palangkaraya, #paskah, #pawai, #pemudi, #penyakit, #pingsan, #rumah-sakit, #sakit, #tagor, #tengah, #tris, #ugd, #ziarah