Welcome to the Gutenberg Editor

Of Mountains & Printing Presses

The goal of this new editor is to make adding rich content to WordPress simple and enjoyable. This whole post is composed of pieces of content—somewhat similar to LEGO bricks—that you can move around and interact with. Move your cursor around and you’ll notice the different blocks light up with outlines and arrows. Press the arrows to reposition blocks quickly, without fearing about losing things in the process of copying and pasting.

What you are reading now is a text block the most basic block of all. The text block has its own controls to be moved freely around the post…

… like this one, which is right aligned.

Headings are separate blocks as well, which helps with the outline and organization of your content.

A Picture is Worth a Thousand Words

Handling images and media with the utmost care is a primary focus of the new editor. Hopefully, you’ll find aspects of adding captions or going full-width with your pictures much easier and robust than before.

Beautiful landscape
If your theme supports it, you’ll see the “wide” button on the image toolbar. Give it a try.

Try selecting and removing or editing the caption, now you don’t have to be careful about selecting the image or other text by mistake and ruining the presentation.

The Inserter Tool

Imagine everything that WordPress can do is available to you quickly and in the same place on the interface. No need to figure out HTML tags, classes, or remember complicated shortcode syntax. That’s the spirit behind the inserter—the (+) button you’ll see around the editor—which allows you to browse all available content blocks and add them into your post. Plugins and themes are able to register their own, opening up all sort of possibilities for rich editing and publishing.

Go give it a try, you may discover things WordPress can already add into your posts that you didn’t know about. Here’s a short list of what you can currently find there:

  • Text & Headings
  • Images & Videos
  • Galeri
  • Embeds, like YouTube, Tweets, or other WordPress posts.
  • Layout blocks, like Buttons, Hero Images, Separators, etc.
  • And Lists like this one of course 🙂

Visual Editing

A huge benefit of blocks is that you can edit them in place and manipulate your content directly. Instead of having fields for editing things like the source of a quote, or the text of a button, you can directly change the content. Try editing the following quote:

The editor will endeavor to create a new page and post building experience that makes writing rich posts effortless, and has “blocks” to make it easy what today might take shortcodes, custom HTML, or “mystery meat” embed discovery.

Matt Mullenweg, 2017

The information corresponding to the source of the quote is a separate text field, similar to captions under images, so the structure of the quote is protected even if you select, modify, or remove the source. It’s always easy to add it back.

Blocks can be anything you need. For instance, you may want to add a subdued quote as part of the composition of your text, or you may prefer to display a giant stylized one. All of these options are available in the inserter.

You can change the amount of columns in your galleries by dragging a slider in the block inspector in the sidebar.

Media Rich

If you combine the new wide and full-wide alignments with galleries, you can create a very media rich layout, very quickly:

Accessibility is important — don’t forget image alt attribute

Sure, the full-wide image can be pretty big. But sometimes the image is worth it.

The above is a gallery with just two images. It’s an easier way to create visually appealing layouts, without having to deal with floats. You can also easily convert the gallery back to individual images again, by using the block switcher.

Any block can opt into these alignments. The embed block has them also, and is responsive out of the box:

You can build any block you like, static or dynamic, decorative or plain. Here’s a pullquote block:

Kode adalah puisi

The WordPress community

If you want to learn more about how to build additional blocks, or if you are interested in helping with the project, head over to the GitHub repository.


Thanks for testing Gutenberg!

👋

Iklan

Monetisasi Blog

sekarang blog ini memiliki kloning yang saya gunakan untuk menambah perbendarahaan dengan sedikit perubahan seperti yang pernah diutarakan teman-teman saya sejak 2013 dan unfortunetally saya baru mengalaminya 5 tahun kemudian. 

Bahwa melalui blogspot baru saya menerima sedikit recehan-recehan dari tulisan-tulisan yang bisa saya katakan sebagai sampah dan mengalir begitu saja, serta ada strategi lain yang perlu dikerjakan tanpa Kartu kredit untuk memasarkan blog anda. 

Jika ingin lebih jelas dan mengetahuinnya silakan disimak dan diikuti pada blog saya yang ini rudykit.blogspot.com – orang bilang hosting gratisan sih uncommon saya yes aja, bay the way saya pun mengeluarkan ongkos yang sama seperti hosting blog ini dulu di wordpress bahkan advertise tersebut setara dengan biaya nama domain blog ini kepada automatic for one year. 

Nantilah kita lihat perbedaannya apakah signifikan biaya setahun tadi saya keluarkan dalam sebulan untuk meraih isian pundi-pundi yang masih jauh dari ungkapan sekarang sebab masih berusia 29 hari masih ada 61 hari lagi untuk diverifikasi dan diperhatikan by google. 

Oh ya, mode saya menulis di wordpress saat ini melalui Guttenberg, jadi hampir mirip seperti koran 😀 

Evaluasi Semester II SMA

Sebentar lagi waktu semester genap akan berakhir. Bahan yang perlu diperdalam (hingga bosan) agar semua siswa mendapatkan hasil maksimal dan terbaik (terlebih-lebih agar tahun depan bisa terpilih dalam SNMPTN Undangan) tidak lain yaitu bahan-bahan yang telah menjadi tugas pribadi untuk presentasi di depan kelas selama semester II ini.

Namun untuk lebih gamblang dan tidak neko-neko, kembali saya ulangi apa saja bahan tersebut beserta pernik-perniknya :

Dinamika gerak rotasi (torsi/momen gaya, momen inersia berbagai macam obyek, menghitung momen inersia benda, menentukan percepatan tangensial benda tegar, menghubungkan besaran anguler dengan besaran translasi, energi kinetik rotasi dan energi kinetik total).

Kesetimbangan benda tegar dan titik berat (syarat-syarat kesetimbangan, menentukan tegangan tali dan titik berat bidang beserta resultan gaya agar benda tegar setimbang misalnya pikulan atau jembatan).

Fluida statik (menentukan massa jenis, menghitung tekanan, menghitung tekanan hidrostatis, menerapkan hukum Pascal, menerapkan hukum Archimedes).

Fluida dinamik (menghitung debit air, menerapkan hukum Kontinuitas dan hukum Bernoulli, menerapkan hukum Bernoulli dalam penerapan pesawat terbang).

Teori kinetik gas (menggunakan konsep pemuaian gas, persamaan umum gas ideal, energi kinetik gas)

Termodinamika (hukum 1 termodinamika, hukum 2 termodinamika, siklus Carnot, siklus mesin pendingin)

#academic-term, #analitika, #evaluasi-kelas-xi, #pascal

Kulihat Kelipan Cahaya di Sana

Senja ini kurasa hampa dan tatkala papa Matahari perlahan meredupkan matanya perlahan namun pasti disambut keremangan jingga di ufuk barat, saatnya petugas jaga mulai bersiap di tempatnya berkuasa untuk menjalani kewajiban sebagaimana mestinya.

Keremangan makin dalam dan semakin gahar, nanar mataku bersama menggapai pandangan serta memperkuat akomodasi citra agar tak sesat di kala sel kerucut mulai bertambah populasinya dibanding sel batang dalam bola bola mata yang tidak lagi perkasa seperti di awal fase pemuda.

Sayup-sayup dan pasti kudengar sahut-menyahut panggilan ritus untuk memuja Sang Khalik saat waktunya Magrib akan tiba, berbondong-bondong Kaum Muslim beranjak menuju tempat ibadahnya untuk memanjatkan syukur atas rahmatNYA yang telah diberikan sehingga hari ini telah dilalui dengan baik dan sentosa.

Rangkaian kata-kata takkan berhenti tanpa mencapai muara, sebab di sanalah pemikiran membuang sauhnya untuk berlabuh. Ada kala perahu ide tertambat dan berayun-ayun dalam ombang-ambing gelombang kehidupan, ada pula saatnya perahu itu terhempas ke tepian dan terkapar dihajar energi potensial yang tak terkira dashyatnya.

Sauh jangkar saat sandar harus tetap terikat kuat memberi topangan dan landasan inersia untuk kestabilan atas vibrasi dan rambatan yang menerpa perahu pikiran, pun juga muatan bisa saja tidak usah dibongkar agar kesetimbangan perahu tetap terjaga tegar menghadapi gempuran.

Senja beranjak membiru beralih indigo, mencapai fase kekurangan perona jingga sebab Matahari sudah berbalik badan siap-siap menuju peraduan dan akan diganti kelam panjang 11 jam lamanya sebab rotasi Gaia yang mengaturnya. Rakyat dan hamba yang masih polos dan lugu hanya bisa memandang atau bertahan dalam sandaran sesaat, menikmati keheningan petang.

Selamat menikmati kerinduan, sebab hanya Dilan yang sanggup menanggungnya.

 

Jangan Rindu, Berat …..

Biar Dilan saja ….

Waktu Jua

Lama tak kupandang dasbor tulisan, buat merentang kata merajut kalimat yang semoga bermakna setengah memaksa untuk dibaca, aku tak mau muncul sekali lalu tenggelam berkali-kali sampai menunggu viral kemudian menjadi meme dan berakhir hoax. Mendingan menjadi hal-hal yang terbagus seperti kehadiran Bowo Tiktok, lalu Sibad Syantik, atau Via Vallen dan Nella Kharisma yang rajin bergoyang hingga memenuhi rekomendasi video setiap kali aku menyentuh ikon Youtube di gawaiku yang usang (walau sesungguhnya kini telah berganti dengan yang lebih trendi) :mrgreen:

Waktu jua,
yang memaksa aku untuk mengetik dan kembali menarikan jari jemari pada tuts kelam di atas meja kerjaku yang kusam, menghadirkan cerita fantasi kadang faktual di antara cakupan khayal, ambisius bahkan luar nalar bahkan bisa jadi itu tidak benar, biar saja yang penting demi memenuhi kehampaan deadline dan kejaran-kejaran cerita kisah di awal SMA yang baru belajar memahami keadaan absurd.

Saya menyambut kehadiran pembelajar muda di kelas baru tahun pelajaran 2018/2019 mulai dari rombel MIPA 3 hingga MIPA 7 yang kesemuanya berkaitan dengan keberadaan dan kehadiran blog saya yang tidak berguna ini, juga kepada para pelajar kembara yang baru saja menyandarkan nasibnya kepada hamba melalui mata pelajaran prakarya / kewirausahaan – walaupun sesungguhnya saya, sebagai guru anda, belum banyak ber-prakarya apalagi sukses berwirausaha selain berusaha menyitir-sitir kata menjadi kalimat usang semata.

Terutama kepada rekan dan rekanita atau rekanawan dan rekaniwati, yang telah bergabung bersama pada jenjang kelas XI dan menerima pembelajaran peminatan Fisika, akan semakin disibukkan dengan rajin melotot ke laman ini atau bahkan mencari-cari secara stalking  maupun terang-terangan, 💡  sebab saya instruksikan demikian 😆 :mrgreen: secara penuh harapan, kepastian, disamping juga kekesalan kejengkelan karena yang diharapkan tidak atau belum terealisasi.

Mungkin, Waktu Jua yang menjadi alasan bahwa hal-hal atau informasi yang kalian harapkan itu belum tersemat resmi atau tersedia untuk dibaca serta dimanipulasi maupun direkayasa sebagai jawaban atas tugas-tugas saya di kelas-kelas anda pada masa-masa mendatang.

Jika pada masa empat hingga lima kali pertemuan di kelas, kehadiran saya bisa membuat anda gundah gundala putra petir 🙄 atau menceriakan hidup kalian sesaat dengan kekonyolan kegaduhan dan kegetiran perjalanan riwayat pembelajaran saya 😉 itu semua adalah tekad dan program khusus yang akan anda jalani, lalui, lewati dan selesaikan hingga tuntaskan pada cakupan tahun 2018 hingga juni 2019 kelak, semoga dalam kendali Waktu Jua ini saodara-saodara dapat memberikan pengalaman belajar terbaik tertuntaskan yang mempesona dan menawan sehingga menggetarkan hati orang tua dan guru anda, di mana pun mereka berpapasan, bertemu muka hingga berjabat tangan dan menyatakan anda berhak untuk melanjutkan perjalanan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi — sebab kerja nyata di progres pembelajaran kelas bukan semata-mata mata pelajaran yang saya ampu dan saya ajar sahaja melainkan keseluruhan gabungan mata-mata (bukan spionase) pelajaran lainnya yang konon mencapai 12 mata pelajaran sebagaimana daftar mata pelajaran pada kurikulum tahun ini di dalam lembar capaian kompetensi peserta didik (LCKPD) anda.

Waktu Jua yang nantinya menjadi limit antara kehidupan pribadi dan kehidupan akademik saodara-saodara selama berkarir dan berjuang dengan intensif komprehensif partisipatif aspiratif dan if … then … or … and … else … when … dalam rangkaian algoritma sintaksis mutualisme yang dapat bersimbiosis satu sama lain dengan ekosistem lingkungan hingga komunitas pembelajar di berbagai lini, divisi, kelas, liga hingga klasemen kompetisi.

Selamat berjuang dan selamat memaknai tulisan amburadul yang sengaja dibuat seunik-uniknya dengan memaksa anda untuk membaca berulang-ulang sekalipun tidak ada satupun kata yang tertera di blog ini sepenuhnya anda mengerti pahami karena ini hanyalah untaian kalimat tak berujung jua.

Salam Happy Kids

 

 

Malam ini sebelum besok hari para petugas Pengibar Bendera Kebangsaan Merah Putih, kebanggaan kita dikibarkan dengan megah dan gagah di persada Indonesia, para pemuda pemudi terbaik dan terpilih berbaju putih putih besok merenungi masa depan bangsa dan masa depannya, semoga besok dapat bertugas dengan sempurna, hujan tidak menjadi momok dan akan dihadapi dengan gagah berani apapun  konsekuensinya, saya merenungi pemikiran para Pahlawan-Pahlawan yang tercatat, tidak tercatat, yang dituliskan, tertulis, dan dilupakan atas jasa-jasa Beliau memperjuangkan pembebasan Republik Indonesia dari tangan penjajah, tirani yang membelengu benak dan pemikiran hingga kita terus berpikir sebagai bawahan dan bukan pemilik bumi pertiwi ini, yang mengikat seluruh kebebasan berpikir dalam satu kata yakni Takluk dan Menyerah, saya tidak henti-hentinya berpikir dan merenungi bahwa Mereka, Para Kesuma Bangsa ini telah rela mengorbankan Jiwa dan raganya demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai kesatuan nasionalis yang terus diperjuangkan sampai akhir

Kiranya refleksi malam 16 Agustus 2018, mengingatkan kegalauan para pemuda Indonesia yang membawa Bung Karno ke Rengasdengklok untuk memberi kepastian Proklamasi 17 Agustus 1945, 73 tahun lalu

Ceritaku di Sabtu

Hari sabtu kami semua yang mengikuti program LHS (Lima Hari Santai) sudah jelas tidak melakukan berbagai aktivitas di satuan pendidikan, bukannya libur tetapi memang keberadaan kami bukan di kantor atau di sekolah 😛

Sabtu memang menyenangkan jika tanggalan menunjukkan hari tersebut tanggal merah, tetapi juga tidak ada kesan jika dihabiskan dengan tidak bermakna seperti bermalas-malasan atau tidur-tiduran atau cuma menonton saja. Setiap hari itu baik, setiap hari itu mestinya dipakai untuk bekerja dengan berarti atau signifikan sebab kita tidak tahu hari-hari selanjutnya apakah akan ada seperti hari ini? Ataukah hari-hari selanjutnya kita masih seperti hari ini?

Masih sehat, masih kuat, masih segar, masih kaya, masih semangat, masih tegar, masih tabah, masih mampu, masih dapat melakukan berbagai aktivitas dengan normal sampai tiba suatu masa, di mana kita tidak dapat lagi duduk dengan lama, badan dan mata tidak bugar lagi sebab sudah renta, kemiskinan sudah menghampiri ambang penderitaan karena harta dan kekayaan digerogoti upaya menyembuhkan sakit penyakit yang kita derita, kemiskin mendera karena kemalasan dan kebodohan kita yang tidak meningkatkan kapasitas diri dengan belajar pengetahuan baru, melek keterampilan baru, atau berpikir cara baru akan hadirnya kemudahan efisiensi efektivitas teknologi hingga transportasi dan cara menyelesaikan pelbagai hal dalam hidup ini seperti administrasi eKTP, administrasi eSIM, administrasi eSekolah, eKantor, e e e  makin banyak “e” membuat kepala pening!

Ya, hari sabtu jangan hanya digunakan kongkow-kongkow, malas-malas, santai-santai, tapi saya juga tidak menafikkan hari itu dengan harus bekerja (ingat ya hari Sabtu dan Minggu adalah hari para pengusaha pebisnis Event Organizer untuk bekerja keras, karena dari sana mereka dapat uang banyak dari wedding dan kegiatan entertainment) so jangan sia-siakan hari Sabtu.

Trus bagi kamu yang tidak berbasic bisnis EO atau berbisnis mancing serta berbisnis yang sebagian besar pengunjung akan membludak di hari sabtu seperti taman hiburan, taman santai, taman gaul – lakukanlah peningkatan kapasitas diri dengan membaca buku, menulis blog, menulis buku, menulis novel, mempelajari hal-hal baru, berlatih main gitar berlatih main piano berlatih meniup seruling atau saxophone, jadikan hari sabtu bukan hari istirahat melulu sebab masih ada hari minggu.

Di hari Sabtu, saya punya kebiasaan mencuci mobil atau bersosialisasi ke lingkungan gereja untuk mendapat informasi baru – jadi upgrading yang saya lakukan adalah keterampilan sosial dan emosional serta religius sebab Kiamat Sudah Dekat atau dalam misi Mencari Tuhan.

Memang benar Tuhan sudah saya temukan, tetapi saya masih ingin terus dekat dan memahamiNYA tidak hanya melalui membaca kitab suci dan berdoa, melainkan dengan mengunjungi, bersekutu, dan berbakti kepada UmatNYA.

Inilah ceritaku, inilah Hari Sabtuku

Bagaimana dengan hari Sabtumu?

 

#7-april-2018, #blog, #lama, #lhs, #sabtu

Anomali

Anomali atau peristiwa yang berbeda dibanding kebiasaan merupakan pertanda adanya dinamika atau perubahan kelakuan mungkin pula ada kecenderungan menyimpang pada suatu tata aturan maupun fenomena baik secara alamiah atau tidak alamiah.
Anomali mesti ada sebagai penyeimbang antara kebiasaan dan ketakbiasaan, adalah suatu kewajaran terbitnya si Anomali
Anomali bukan superhero bukan pula antihero, anomali sebagai pelengkap dari bentuk lain ketiadaan urutan dalam sistematika peristiwa berulang dan berperiodik dalam serentetan kejadian sebagai alur kehidupan suatu benda titik pokok.

Dalam setiap peristiwa besar dan menjadi kebiasaan, dinamakan hal-hal biasa sebab kebiasaan tersebut merupakan tindakan atau perlakuan yang biasa-biasa saja, sering dilakukan tidak pernah tidak dilaksanakan, kebiasaan biasa biasa yang dapat ditebak unsur permulaannya dan endingnya seperti bagaimana, tetapi kebiasaan ini suatu saat bisa berubah drastis tidak lagi dapat ditebak awalannya hingga berakhir menjadi apa.

Semua kalimat tanya akan muncul saat Anomali terjadi. Berbagai macam analisa berhamburan memberikan pembenaran tentang kemunculan Anomali. Beragam pendapat para ahli dan orang-orang terkemuka di bidangnya dengan hikmat dan pengalaman yang telah dimiliki bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun sehingga sering disebut profesional berusaha memberikan jawaban terbaik yang dapat diterima akal sehat maupun logika rasional orang awam kebanyakan.

Ada yang dilupakan, bahwa ke-Anomali-an sebagai sebuah keadaan, suka tidak suka harus terjadi. Kita pun suka tidak suka akan mempercayai bahwa Anomali adalah unsur kebolehjadian yang diberikan Tuhan untuk melengkapi peristiwa hidup dan kehidupan kita.

Biasanya dalam kehidupan manusia, tidak lepas dari unsur perdagangan atau ekonomi yang mana tidak lepas dari seluk-beluk mempertahankan hidupnya sebagai oknum solo maupun sebagai individu anggota kelompok atau cluster, perdagangan dalam ekonomi seringkali dilihat awam sebagai kegiatan yang berulang-ulang melakukan repetisi dengan ketat atau longgar, dicitrakan seperti gelombang kemudian ada lagi orang Jepang kuno menggambarkannya dalam bentuk batangan lilin (candlestick for dinner’s only) sampai dibuat grafik garisnya yang melengkung berlekuk-lekuk membentuk bukit dan lembah dari yang curam terjal hingga flat mendatar – pada suatu periode masa – grafik atau batang tersebut dapat terlihat sangat memanjang tiba-tiba atau memendek tiba-tiba, tetapi yang paling sering aku perhatikan adalah bisa memanjang hijau ke atas tiba-tiba atau memanjang merah (tentu saja lawan kata dari atas) semerah darah, terus terjungkal dan seolah tidak akan berubah lagi ….

Itulah anomali dalam dunia perdagangan yang sedang marak, Valuta Asing (Foreign Exchange atau dipendekkan menjadi kata Forex), perdagangan komoditas (tembakau, minyak bumi, minyak goreng, minyak sawit CPO, minyak angin, BBM, Whatsapp, twitter, path, instagram, database, dan laen-laen), kemudian bursa saham, penjualan obligasi, sukuk, ORI, penjualan reksadana, penjualan emas, nikel, timah, titanium, platinum, bauksit, batubara, batubata, batu cincin, macam-macam dah .. apa saja yang diperdagangkan layaknya dipertukarkan dan diperjualbelikan sebagai kebiasaan ekonomi kemanusiaan.

Saat anomali terjadi, kita hanya bisa pasrah merenungi nasib yaitu bisa kerugian bisa pula keuntungan.
Anomali adalah teman, anomali bukan lawan. Anomali adalah penjaga garis dengan bendera kuning di tangan untuk menentukan batas margin lebar permainan lapangan bola serta siapakah pemain yang menggiring bola menyelinap melewati penjaga-penjaga garis pertahanan off side, offside trap, macem-macem seperti tempe bacem teman setia nasi campur, nasi liwet dan nasi rames.

Anomali bukan prasangka baik, bisa juga bukan prasangka buruk
Anomali hadir karena kefanaan kita
Anomali ikut serta karena kesempatan yang ada
Anomali juga bagian dari rangkaian peristiwa dan kebendaan

Air semakin diturunkan suhunya menurut kebiasaan akan membeku pada suhu 0o C, tetapi sesungguhnya anomali terjadi dalam rentang kala yang sangat pendek dan limit terbatas yakni pada suhu 4oC air bukan membeku melainkan memuai dan kembali membeku setelah mencapai suhu tepat 0oC.
Air saja memberikan bentuk anomali antara suhu antara 0 hingga 4 derajat Celcius tersebut.

Anomali tidak bisa ditawar, apalagi ditiadakan dan dienyahkan
Karena Anomali melekat dengan seluruh aspek yang ditimbulkan dari kegiatan manusia ataukah mungking juga bagian rentetan yang belum manusia mengerti untuk diprediksi kehadiran dan kemunculannya?

Andai Aku Dilan

“Jangan Rindu, Berat, Biar Aku Saja !”
“Aku ramal kamu, kita nanti akan ketemu di Kantin”

adalah dua potongan kalimat sederhana yang menggelitik, sentilan Pidi Baiq dalam novel fenomenal yang saya kenal dan pertama dengar tahun 2015 dari mulut Revantio, alumni Smada tahun 2015 saat itu saya sebagai wali kelasnya di XII IPA 5 dan sekarang Revantio yang berkacamata ini melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang pada program studi Teknik Informatika.

Revantio adalah pemuda yang rajin membaca, dibuktikan dengan kacamatanya yang tebal dan tidak pernah lepas dari wajahnya yang persegi. Dialah yang pertama kali menceritakan tentang Novel Dilan 1991 di depan kelas saat pelajaran literasi di jam terakhir fisika pada hari Selasa kala itu.
5Sos alias XII MIPA 5 tahun 2015

Itu dia yang berdiri paling kiri dengan tangan menunjuk dan berkacamata, dialah yang pertama mengenalkan saya pada cerita Dilan. Itu 3 tahun lalu dan mereka saat ini semua telah menjadi mahasiswa, kurun waktu singkat dan saya pernah menjadi bagian dari mereka.

Dominasi perempuan dalam kelas ini, sementara populasi pria hanya 3 biji saja. Salah satu pria yang ada di belakang saya sana bernama Hafidz, dia memberikan warna tersendiri dalam diamnya selama bergabung di komunitas 5Sos ini.

Kembali pada Dilan, siapa dia ya? Konon dia adalah panglima tempur, dia adalah laki-laki pemberani, dia inovator dan motivator geng motor di kota sana, di masa 91 itu saya pun SMA, tetapi tidak mengalami sebagaimana yang dituliskan tentang Dilan yang sudah punya motor. Bisa berjalan-jalan bahkan membonceng Milea Adnan di tengah derasnya hujan (diabadikan sebagai salah satu scene movie tersebut)

http://fadilfadilan.blogspot.co.id/2016/10/ngobrolin-buku-dilan-milea.html

Keberadaan Dilan sungguh mempesona dan menjadi magnet bagi para kaum Hawa mulai dari usia belia hingga tidak lagi remaja, Dilan oh Dilan, pesona nostalgia zaman SMA yang telah 27 tahun lalu kami lalui dan sekarang berulang kembali. Dikemas dalam kegiatan arisan hingga reuni. Ya Reuni, sudah tepat kami berkumpul kembali tetapi dalam sosok-sosok yang berbeda, bukan lagi sebagai remaja tetapi sebagai bapak-bapak dan ibu-ibu yang menjelang tua.

Anak-anak kami pun sudah lewat SMA, tetapi sebagian besar masih menggeluti dunia sekolah di SMP hingga SMA, kami dulu bisa bertatap dengan syak wasangka dan prasangka akan ditampar atau ditempeleng jika menatap lama-lama “Liat Apa Kamu!” atau “Apa liat-liat!” … adalah kalimat intimidatif yang menciutkan nyali saat hanya jadi pelajar biasa yang limbung dan nirpengalaman.

Tetapi sekarang berbeda, aku bisa duduk bersama dan makan bersama dengan tenang secara egaliter dengan orang-orang yang dulunya “kurang bersahabat dan cenderung arogan bahkan intimidatif”, semua telah menempuh beragam profesi orang-orang ini telah berubah dari Dilan yang stereotipe remaja garang yang emosional dan bisa bernuansa romantis walau dipaksakan.

Dilan itu dulu, saat kamu masih SMA, saat kamu masih abu-abu
Tapi sekarang kamu sudah beruban, rambutmu tidak lagi memutih kecuali Kau pergi ke salon untuk minta disemir dan tentu saja ditambah sedikit massage atau refleksi selain biaya servis menghitamkan kembali mahkota kepalamu

Dilan itu dulu, saat kamu culun dan tidak berpengalaman
Dilan itu kamu dulunya, yang emosional, brangasan, sarkastik dan brutal
Nuansa ketika itu adalah pemberontakan dan masa muda yang hingar bingar berisik
baik dengan musik metal atau dengan derum motor berkenalpot geledek

Dilan itu nostalgia
Nostalgia yang memesona kelompok keturunan Hawa dan
menggelitik para turunan Adam
untuk menggeser performa dan penampilannya kembali ke masa lalu

Dilan adalah anomali

 

#anomali, #dilan, #dilan-1991, #nostalgia, #nostalgia-sma, #reuni, #reuni-sma, #sma

Aku dan Kamu

Aku bukan kamu, sudah tentu Kamu bukan Aku
Aku memerlukan kamu, kadang iya kadang tidak
Tak juga kamu perlu aku, karena kamu ya kamu dan aku pun begitu
Aku tidak peduli kamu, susah juga karena kamu pasti memerlukan aku
terlebih aku, Aku sangat memerlukan kamu
Karena kamu mendengarkanku, memperhatikanku, melihatku, mengamatiku, mengikutiku, menyelidikiku, mengintipku, menyerangku, menghinaku, menggangguku, melecehkanku, mem-bully-ku, menghinaku, menyalahkanku, menyudutkanku, dan apapun yang kamu mau tentang aku
Aku tidak peduli sekali lagi, itu adalah maumu bukan mauku,
Mauku hanya satu bahwa kamu ada untukku, dan aku di sini untuk kamu

Aku dan Kamu
adalah dialog bukan monolog
Aku dan kamu adalah percakapan, kolaborasi, kerjasama, gotong royong, saling menyokong, saling berbeda pendapat, saling berargumen, saling menyalahkan, saling membenarkan, saling mengasah, saling mengasihi, saling bahu membahu, saling bersaing, saling beradu tanding, saling menatap, saling memperhatikan, saling mengawasi, saling memerlukan
Aku tak dapat hidup tanpa Kamu,
begitu juga Kamu (mungkin) tak akan hidup tanpa Aku

Aku dan Kamu ibarat dua dunia yang bertangkup menjadi satu
satu di sana dan satu di sini
Aku sebagai sebutan orang  pertama tunggal
Kamu adalah sebutan orang kedua tunggal
Aku yang pertama, dan Kamu yang kedua
bukan sebaliknya
Kalopun bisa dibalik, berarti Kamu adalah Aku, dan Aku adalah Kamu
jika dibalik lagi maka tumpahlah kuah sop ke atas pangkuan Kamu dan Aku

Aku dan Kamu,
adakalanya berbeda
ada saatnya sama,
Aku dan Kamu menjadi kita
Ketika kita bersama, kita melupakan perbedaan
karena yang kita rasakan adalah senasib seperaduan
tanpa perbedaan kita berpadu,

Kita menciptakan kemajuan pun kemunduran
Kemajuan untuk eksistensi
Kemunduran sebagai refleksi
Kemajuan adalah perkembangan
Kemunduran adalah sejarah
Eksisten berkembang tujuan kita
Refleksi sejarah rambu-rambu yang menuntun tujuan kita
tanpa keduanya Aku dan Kamu tidak bermakna
tanpa keduanya Aku dan Kamu tidak berubah
Aku perlu kamu sebab Kamu (pasti dan tidak pasti) perlu Aku
Aku tanpa kamu menjadi sendiri
Kamu tanpa Aku menjadi tunggal
Adakah di dunia ini kehidupan tunggal
Hewan bersel satu misalnya,
apa yang dia nikmati dalam kesendiriannya ?
Kesepian? Merana? Menderita?
Kita tak tau, karena hewan itu bukan Kamu terlebih-lebih bukan Aku

Aku tanpa kamu akan menderita
begitu pula (harapanku kepada) Kamu

Aku tanpa Kamu, aku tak bisa hidup dan mengapa-apakan kehidupan
Kamu tanpa Aku, mungkin kamu akan mencari Aku yang lain
atau mencari orang yang lain

Aku, Kamu tidak akan melibatkan Dia
Karena diantara kita berdua, munculnya Dia menimbulkan dampak
Dampak sebagai idaman lain atau terdampak sebagai keinginan lain
Dia tidak ada dalam bahasa Aku dan Kamu
Aku dan Kamu, hanya kita berdua bukan bertiga
Kita bertiga berarti Trio Macan
Bukan trio Kwek Kwek Kwek
Juga bukan Trio Motor
Dia tak bisa kita undang antara Aku dan Kamu
sebab kesepakatan judul di atas adalah Aku dan Kamu
mengapa Dia muncul ditulis?
karena hak penulis tentu saja, Dia berhak ditulis atau Dia berhak menulis bahwa Dia bisa muncul kapan saja dalam benak siapa saja dalam ruang mana saja
Dia bisa muncul di relung jiwa, loh hati, apalagi cuma duduk menatap kita di pojok sana sambil menikmati Jus Red Velvet atau sekedar sepotong Aice Cream bahkan Dia menikmati pojokan dengan kepulan asap Vape bukan dari sebatang tembakau yang hanya dilinting dari kertas buram
Sudah, tinggalkan Dia
Dia tidak ada dalam dialog
Dia hanya obyek orang ketiga, di luar Kita
Kita adalah Aku dan Kamu

Semakin ke hulu Aku dan Kamu akan menuju titik nadir
Semakin ke hilir, Aku atau Kamu akan menuju titik zenith
Hulu adalah titik tepian
Hilir menjadi titik ujung
Hulu adalah asal dan Hilir adalah cita-cita
Di mana Aku dan Kamu berada,
kita adalah bagian dari perjalanan
Sebagai kafilah yang tak berhenti sebelum  cita-cita tercapai
Mengaso di sela-sela petualangan, Aku dan Kamu  adalah rekan seperjalanan
rekan sejawat, rekan sekerja, rekan sepenanggungan, rekan seperjuangan
Jangan sedikit pun terbersit pikiran Aku ke Kamu, dan Kamu ke Aku dengan pengkhianatan, iri hati, dengki,
Rasa itu yang mengganggu relasi kita
Relasi memerlukan area domain dan kodomain
bergantung dengan fungsi dan invers-nya

Relasi menyatakan kongruensi dan kompleksitas hubungan
Pertemanan, persahabatan, keakraban, bahkan kebersamaan mulai dari tingkat pondasi hingga plafon
Kebersamaan keberagaman dinyatakan dalam satu kesebangunan Aku dan Kamu Sebagai kesetimbangan yang selalu mencari titik poros tengah
Aku dan Kamu adalah garis sumbu utama itu
Aku dan Kamu adalah tiang penyangga garis normal dan garis tinggi siku-siku
Aku dan Kamu adalah penyambung dan penentu sirkuit tertutup
yang memungkinkan gaya gerak listrik bergerak kontinum dalam rangkaian elektronika
Aku dan Kamu, tokoh sentral dalam dialog ini
Tokoh yang selalu ada dan nyata dalam diri
Introspeksi, perenungan, pemikiran sendiri, mengkhayal, membayangkan, memimpikan sebagai sirkuit kehidupan
Jangan undang Dia dalam sambungan rangkaian,
karena Dia hanya penyearah atau malah menjadi pembagi arus maupun tegangan listrik
Bisa saja Dia beralasan sebagai sumber catu daya, tetapi sebenarnya dia menjadi divider antara Aku dan Kamu (bukan Antara Anyer dan Jakarta)
Dia sebagai orang di luar kita, Aku dan Kamu
Dia hanya pengamat
Dia bukan Kamu
bagi Kamu, Dia bukan Aku
Dia tetap Dia
Aku dan Kamu yang penting tetap bersatu
Biar badai menghadang Aku tetap memperhatikan Kamu dan menanti Kamu
walau Aku juga sadar dan mengerti maupun paham benar bahwa Kamu belum tentu akan mengerti Aku
Aku percaya Kamu akan bingung dengan aku
sebingungnya Aku terhadapmu
sebingungnya Aku mencari 1000 kata untuk menuliskanmu
sebingung Aku menunjukkan contoh bahwa menuliskanmu itu mudah?
ternyata tidak gampang!
Selelah dan selemah aku yang tanpamu, bukan apa-apa
Aku tanpamu butiran debu
itu kata Dia
Dia yang mana? Dia bukan Afghan. Dia bukan Rossa, Dia juga bukan Reza, bukan Rizky  apalagi Jaz .. Dia adalah rumor Dia Riza Abbas 🙂

Aku dan Kamu
Kata yang manis untuk ditulis tetapi tidak mudah untuk disebutkan
dalam rayuan pulau kelapa
Kata romantis saat Aku beserta Kamu, menghabiskan waktu berdua
menanti senja melepaskan jam ronda kepada malam,
dan malam memberikan gilirannya kepada dinihari
dinihari menyerahkan jam dinasnya kepada pagi
pagi meminta siang menggantikan posisinya
hingga siang memohonkan senja untuk menempati kedudukannya

begitulah berulang-ulang dialog Aku dan Kamu
yang tak pernah usai atau mungkin
sebagai pengganti peran dari pemeran utama
bahwa sesungguhnya Aku dan Kamu
hanyalah pemeran pembantu utama
dalam dunia kita ini
Dunia Aku dan Kamu
Aku Kamu
Hampa

 

 

 

 

 

Selamat Malam Pemirsa

Malam ini sengaja saya mengundang beberapa rekan pembelajar saya di institusi dan sengaja lama tidak menuliskan sesuatu di sini, jika ada yang ingin disampaikan bisa dilewatkan melalui telegram 

Segala sesuatu yang terbatas itu memang menyenangkan karena akan selalu ditambahkan, sementara segala sesuatu yang berlebihan bisa mengganggu

Malam ini sebagian peserta didik kelas XI di tempat saya bekerja tentu melotot melihat satu persatu halaman tulisan kuna yang telah lama saya tinggalkan, terakhir tahun 2016 saat saya masih mengajar di kelas X sekarang sudah kelas XI IPA 3 hehehe 😀

Karenanya bahan-bahan yang menarik perhatian malam ini seperti elastisitas, fluida statis dan fluida dinamis, silakan dicatat dan dijadikan materi presentasi pribadi besok hingga siang.

Harap dimengerti ternyata lima hari sekolah itu ….. ehem ehem

X-IPA-3

Sudah hampir sebulan saya masuk kelas ini setelah mengganti bu Marsaulina, ada pula yang mengatakan bahwa kelas ini pernah diajar bu Libriatuty atau memang memori mereka masih sangat lemah karena baru bergabung di sekolah menengah atas kami. Mohon maklum.

Bagian pertama dari menjalankan kegiatan akademik tahun ini adalah kegiatan literasi, tetapi sepanjang yang saya ikuti kegiatan literasi itu ada yang memberi waktu membaca 15 menit, menyanyikan lagu wajib atau lagu mars sekolah serta sebelumnya didahului acara berdoa.

Khusus mengenai acara berdoa, saya jauh-jauh hari sebelum GLS ini (apa itu GLS? Gerakan Literasi Sekolah) mulai digencarkan telah membuat doa sebelum belajar dan lepas belajar. Tetapi sampai sekarang kelas-kelas yang saya ajar seperti kelas X IPA 3 ini, lalu kelas XI IPA 4, XI IPA 1 itu yang paling sering lupa kalau tidak diingatkan. Berbeda dengan kelas XI IPA 5, XI IPA 2, dan XI IPA 6 walaupun tidak sering tetapi mereka rajin di awal dan akhir pelajaran. Itulah ramenya, kemistri atau ikatan dengan peserta didik yang paling sulit dibangun di awal-awal semester.

Kembali ke kelas lungsuran ini, kelas ini sebenarnya kelas andalan dengan orang-orang unik di dalamnya. Saat ini mereka mempraktikan GLS tidak hanya dengan ritual berdoa sebagai kegiatan pembuka maupun penutup proses belajar mengajar tetapi juga menulis blog. Beberapa hari jumat dan sabtu, saya banyak menyuntikkan cerita-cerita termasuk dengan “penegasan-penegasan” maupun tindakan-tindakan pembelajaran. Pelan-pelan namun pasti satu-persatu siswa mulai menulis blog. Ada yang rajin sekali, setengah rajin hingga belum bereaksi.

Beberapa rekan muda ini telah mencoba berbagi dan menuliskan diary atau kegiatan mereka termasuk pengalaman yang mereka dapati selama berada dalam pengelolaan kelas saya, silakan disimak gaya tulisan dan kebahasaan mereka yang masih otentik.

Muhammad Rahman

Aditya Fadlani

Rizky Dewa Lenzel

Eudiamia

Riky Anugrah


Noka Sholehiya Sigit

Lho koq baru sedikit? karena yang lain sedang asik masin Line Ranger aja dan main gem elektronik semata.

Selamat menerapkan Gerakan Literasi, ingat tidak hanya membaca tetapi juga menuliskannya. Karena enggan membaca, lumpuh menulis (kira-kira begitu seingat kata-kata mutiara rekan saya yang juga narablog Urip Rukim dan Wijaya Kusuma)

 

Guru Pandu

20131126-174153 Selepas kesarjanaan pendidikan diperoleh Pandu, Ia menunggu untuk beberapa waktu sebelum ditempatkan di sekolahnya sekarang. Sementara itu, pak Pandu masih mengajar tidak tetap di SMA tetangga, yang akhir-akhir tahun 90an sering terlibat berbalas batu secara tak sengaja. Sebagai anggota perguruan tersebut, adalah hal yang sulit dipungkiri jika loyalitas muncul karena pemenuhan kesejahteraan bagi anggota organisasi walau dengan nominal yang masih di bawah Upah Minimum Regional. Sekalipun honor yang diterima masih jauh dari kata layak, tetapi Sang Penguasa Semesta tidak membiarkan pak Pandu jatuh dalam ketidakberdayaan dan kemiskinan, karena tak lama setelah menikah dengan gadis pujaan hatinya dan dikaruniai putera pertama, Pak Pandu diberi kesempatan memberi pelajaran tambahan dengan leluasa oleh Kepala Sekolah Pak Soetopo HS, sehingga sambil menunggu SK pengangkatan ia masih mampu bertahan dan menyokong keluarganya.

Di penghujung 90an, istri pak Pandu akhirnya menerima SK pengangkatan sebagai pendidik di Kabupaten lain sehingga membuat Pak Pandu harus berakhir pekan di daerah lain pulang pergi, hal ini dilakoninya hingga pertengahan 2001 sampai Pak Pandu menempatkan diri sebagai guru di SMA sekarang ini.

Awal 2001 sebagai aparatur sipil, bapak guru menerima banyak pengalaman yang mengesankan juga mendebarkan dan memberi pengetahuan mendasar sebagai pengajar. Tidak dikarenakan arogan dan handal menguasai materi belajar tetapi yang terpenting adalah hati untuk mengajar dan membimbing para peserta didik hingga mereka berkembang menjadi putra putri bangsa yang mumpuni.

Tahun 2006-2007 adalah tahun yang tidak dapat dilupakan oleh Pak Pandu sebagai pengalaman yang paling berkesan dan mengubah cara pandangnya, bahwa sekolah pun jika dikendalikan secara politis menjadi sarang yang mengesampingkan tata krama pergaulan sesama guru dan sesama peserta didik, tahun-tahun yang sangat berat dan merevisi paradigma bahwa mengajar tidak hanya berkutat dengan bicara dan karsa, tetapi juga karya. Pencobaan demi pencobaan ditelannya seperti pil pahit yang hanya berasa dalam indra pengecap tetapi memberi kesehatan bagi tubuh, pil pahit itu menjadi kekuatan besar untuk menjadikan dirinya mengikuti kompetisi menulis blog edukasi personal dan mengharumkan nama Kota ini dalam hiasan website resmi pemerintah daerah. Tahun 2013, kembali akibat dari pil pahit tadi ia menerima penghargaan dari sebuah perusahaan teknologi informasi ternama di Indonesia dan menjadi cerita pembuka di situs sekolahnya.

Seusai menyandang titel magister pendidikan yang diselesaikan tahun 2012, ia kembali berkiprah pada bidang yang telah lama ditinggalkan semasa awal mengabdi sebagai pendidik di sekolah terkini. Beban berat menganga lebar yang dapat menjadi jurang pemisah atau disparitas partisipasi peserta didik menuju skala keberhasilan mutu sekolah maupun mutu layanan pendidikan.

Tugas berat menanti di masa-masa mendatang dan terus akan bertransformasi menjadi persoalan global yang menanti dan membentuk karakter guru bahkan karakter sekolah sebagai Unit Layanan Masyarakat di masa mendatang.

Selamat bertugas pak Pandu di masa baru dan harapan penuh dari para peserta didik yang memandang masa depan mereka semakin berarti tidak hanya dipundakmu semata, melainkan di bahu kalangan sesama guru lain yang engkau dampingi.

 

Kegiatan Kelas Baru

Kegiatan percobaan mengamati letak titik poros pada kesetimbangan batang es krim dilakukan di kelas XI IPA-2 dan XI IPA-5 semoga kelas-kelas lain seperti kelas XI IPA-6, XI IPA-1 maupun XI IPA-4 dapat mengikuti dan mencontohnya pada kegiatan minggu mendatang.

Percobaan ini memerlukan batang es krim (stik) disertai mur dan baut sebagai pemberat (beban), tujuan dari percobaan adalah mencari letak titik kesetimbangan atau titik poros jika stik diberi beban maupun tidak diberi beban.

Langkah-langkah percobaan :

  1. Ikuti pola stik pada buku catatan sebagai gambaran awal.
  2. Ukur panjang stik es krim yang diamati.
  3. Letakkan stik es krim pada poros (tanpa beban) dan beri tanda titik porosnya
  4. Ukur jarak titik poros dari masing-masing ujung stik
  5. Lakukan untuk 5 batang stik lainnya
  6. Stik kemudian diberi satu beban (pada salah satu ujung)
  7. Geser titik poros sehingga stik setimbang
  8. Beri tanda titik poros yang diperoleh barusan
  9. Ukur pergeseran titik poros awal terhadap titik poros yang diperoleh saat diberi beban
  10. Beban ditambah semakin berat pada salah satu bagian stik sementara stik lain juga diberi beban (dibuat beban yang berbeda pada setiap lengan stik)
  11. Ukur perubahan titik poros setiap kali beban ditambah pada sistem.

Berikut adalah gambar kegiatan percobaan dimaksud :

20160728_093712[1]20160728_102104[1]20160728_084804[1]

Yang Ditinggalkan

5Sos4 prop

Dulu kami pernah terkejut bersama, kaget bersama, takut bersama, kemudian GR bersama, dengan jumlah yang dua lima saja. Dominasi wanita dalam kelas saya, sekarang mereka telah terbang menuju sekolah baru dan kehidupan baru, waktu menggantikan dengan generasi lainnya.

Mereka tumbuh sebagai harapan di masa mendatang dalam kurun yang tidak terlalu lama, menjadi tunas muda penggalang kemajuan

Selamat jalan tunaikan tugas dan pekerjaan di tempat yang baru.

Salam dalam kenanganku

5Sos

5sos bazar

5sos kelas5sos kunjungan

 

Fisika SMA Tahun 2016

5sos prop copy

Untuk pembelajaran Fisika yang telah menerapkan Kurikulum 2013 edisi revisi maka topik-topik yang dibahas antara lain :

PETA MATERI

Yang masing-masing terdiri dari pembelajaran :

X-1x-2x-3x-4x-5x-6
Pembelajaran untuk kelas XI :

xi-1xi-2xi-3xi-4xi-5xi-6xi-7
Pembelajaran Kelas XII :

XII-1XII-2XII-3XII-4XII-5

 

 

 

Balik Kandang

Setelah menyelesaikan penjelajahan singkat di Bandung, antara lain ke Floating Market, Kebun Bunga Begonia, melewati penjualan bunga Cihideung, selanjutnya makan siang di Ma Enah dilanjutkan ke pusat jajan Aromanis dan penjualan pakaian di Cihampelas berputar ke arah Kantor Gubernur Jawa Barat tepatnya Gedung Sate sayangnya Gasibu sedang direhab, berputar di Mesjid Raya Bandung, Gedung Asian Afrika dan Jalan Braga termasuk menjelajahi portal-portal Ingress di kota kembang kami kembali mudik ke Palangka Raya melewati Tangerang, pintu kedatangan di Jakarta.

Menggunakan Daytrans yang menawarkan harga spesial di akhir pekan dan hari-hari lainnya menggunakan Telkomsel poin, lumayan menarik perhatian. Diskon untuk posisi tempat duduk di belakang mobil Toyota Caravan berisi 16 kursi juga memberi peluang tersendiri bagi pelancong dengan anggaran terbatas.

Tetapi sayangnya, Daytrans dengan pool Cihampelas tujuan Tangerang kali ini kurang nyaman karena seperti diburu-buru waktu, apalagi hari yang kami pilih adalah hari Jumat yang ternyata hari termacet di akhir pekan, karena banyak pemudik dari Jakarta yang mengarahkan kendaraan ke luar kota terutama Bandung. Dengan tiket 120 ribu per orang, anda dapat menumpang travel ini menuju Tangerang dengan perhentian Tangerang City Mal.

Baca lebih lanjut

#keluarga, #lion-air, #palangka-raya, #perjalanan, #traveloka, #wisata-romantis

Bumi Parahiyangan

Tidak salah Bandung selain digelar kota kembang juga negeri para Hyang, raja-raja dengan tetirah tempat peristirahatan yang luar biasa. Logat yang halus dan lembut dari setiap orang yang sapa dan ajak bicara menambah aroma keningratan kota ini. Apalagi perjalanan pagi seusai melakukan pembayaran di IndoMaret melalui i-pos (baca: ai-POS) untuk tiket travel menuju destinasi selanjutnya, seusai sarapan pagi yang sedikit mengecewakan karena sisa makanan terakhir saja di Zodiak Hotel, Kebun Kawung – kami menuju Bandung Utara atau Lembang.

Hotel Zodiak, jaringan Kagum Hotel, termasuk hotel murah yang terbaik yang kami dapatkan dengan aplikasi jalan-jalan Traveloka berbiaya sedikit di atas 330 ribu dan kurang dari 340 ribu semalam, kami mendapatkan kamar tipe superior king size, namanya pesanan beranggaran rendah tentu saja akan ada kendala yang kami temui. Pertama-tama sikat gigi kurang satu, padahal saya sudah memesan untuk kapasitas 2 orang. Hari pertama pembersihan toilet duduk berjalan dengan baik, tapi pembilasan hari ke-2 sudah mulai menemui kesulitan dan kelambanan. Namun kami baru beritau hari terakhir saat checkout menuju Tangerang 😦

Atmosfir kamar juga dingin sehingga penyejuk ruangan kadang tidak perlu dinyalakan, namun sayangnya kami tidak mendapatkan pandangan dari luar karena tidak disediakan jendela. Walau ada sebagian kecil suara dari koridor dan kamar sebelah yang kedengaran dari dalam kamar, namun tidak mengurangi komfortabilitas di hotel ekonomis ini. Kamar mandi dan toilet yang unik karena ada di dalam kotak plastik menambah pengalaman yang berbeda dibanding menginap sebelumnya.

Silakan anda membaca review dari para pelancong melalui Tripadvisor jika memilih menginap di Bandung sebagai referensi tambahan. Baca lebih lanjut

#bandung-kota-kembang, #ingress, #jawa-barat, #lembang, #wisata-romantis, #zodiak

Dari Bogor Ke Bandung

Selasa, 24 Mei 2016 pukul 14 lewat banyak kami tiba di Mal Botani Bogor yang merupakan pool bis Damri tujuan Bandara Soekarno Hatta, kesulitan pertama adalah moda transportasi menuju penginapan yang telah kami pesan melalui Traveloka yang ada adalah deretan angkotan kota berwarna hijau dengan berbagai kode nomor yang belum kami ketahui dan beberapa pria yang rajin menawarkan tumpangan (tidak gratis tentunya hehehe) kepada penumpang yang baru turun dari bus.

Terminal ini berbeda dengan terminal Baranangsiang yang berseberangan, karena dikhususkan dari Bandar Udara semata. Jadi antrian mobil-mobil pelat hitam di sana sangat banyak ditambah parkir kendaraan pengunjung tempat belanja moderen tersebut menambah kepekatan areal parkir.

Setelah melepaskan pembuangan biologis dari kantung kemih, ada supir yang pantang menyerah mengejar dan menawarkan tumpangan setelah tanya sana sini sekedar berbasa-basi diperoleh harga 70 rebu diantar jauh dan dekat, yang mengejutkan rernyata Amang ini juga yang mengantar rekan saya Pa Arjana menuju Salak Tower, ya sudahlah saya iyakan saja dibanding naik angkot repot-repot bawa koper dan tas garda besar lumayan melelahkan sebab belum terlalu mengenal Bogor dengan baik.

Lanjutkan Membaca

#angkot-bogor, #bogor, #botani-square, #hotel-zest, #kebun-raya-bogor, #melancong-murah-dan-aman, #pelancong-murah, #perjalanan-keluarga, #transportasi, #traveloka, #wisata-keluarga, #wisata-romantis

Palangka Raya – Bogor

Hingga akhir minggu ke-2 bulan Mei kami berharap akan ada perjalanan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi kelas XII sudah kelar mengikuti ujian-ujian akhir seperti UN dan US, sementara kelas X dan XI mengikuti evaluasi akhir semester baik yang di SMA maupun SMP, termasuk anak-anak kami pada kedua jenjang tersebut.

Sampai terbetik kabar, bahwa istri saya mesti mendampingi salah seorang siswanya berangkat ke Bogor mengikuti workshop perfileman, kebetulan siswa tersebut tidak pernah sama sekali (mungkin) naik pesawat udara, kesemuanya serba kebetulan dari sekolah saya pun ada siswa yang berangkat mengikuti acara yang sama sesuai kuota daerah namun tidak ada pendamping.

Semula istri saya akan berangkat berdua ibu guru lain dari sekolahnya, namun karena ibu tersebut tiba-tiba mendapatkan kabar harus berangkat ke kota lain untuk mengantarkan suaminya berobat, akhirnya pilihan pendamping tidak lain jatuh kepada saya. Maka dengan berat hati antara pilihan dan dilema saya mesti bermohon izin kepada pimpinan saya untuk berangkat dan akhirnya saya dapatkan.

Perhitungan selanjutnya yang menjadi kendala batin adalah biaya, pemesanan tiket, kendaraan yang harus ditumpangi ke Bogor dari bandara, dan lain-lain. Apalagi jika ini semua dilakukan oleh istri saya yang baru biasa bepergian jika berombongan sehingga diriku harus membimbing dan mendampingi beliau. Setelah melakukan berbagai analisis dan pergulatan hati dengan kalkulasi maupun asumsi serta parameter praduga-praduga lain – termasuk menentukan kepastian membeli tiket pesawat terbang setelah mengetahui pesawat yang digunakan Nisa yaitu Garuda – yang hingga minggu malam kami tak berani membelinya di agen perjalanan karena harga yang lumayan wow dan itu sangat menggerus anggaran perjalanan ….

Baca lebih lanjut

Akhir Semester 2 tahun 2016

Kepada siswa kelas X MIPA 8, berikut adalah soal-soal disertai rekan-rekan kelompok kerja, ingat lembar kerja anda ini dikerjakan masing-masing dan dikumpulkan setelah UAS Fisika, Kamis 26 Mei 2016. (Kertas ukuran folio bergaris-garis)

Baca lebih lanjut

#2016, #fisika-sma, #fisika-sma-kelas-x, #fisikarudy, #kalteng, #kelas-x, #kelas-x-semester-genap, #kelas-x-sma, #semester-genap, #sma-x, #tugas, #x-sma