Ceritaku di Sabtu

Hari sabtu kami semua yang mengikuti program LHS (Lima Hari Santai) sudah jelas tidak melakukan berbagai aktivitas di satuan pendidikan, bukannya libur tetapi memang keberadaan kami bukan di kantor atau di sekolah ūüėõ

Sabtu memang menyenangkan jika tanggalan menunjukkan hari tersebut tanggal merah, tetapi juga tidak ada kesan jika dihabiskan dengan tidak bermakna seperti bermalas-malasan atau tidur-tiduran atau cuma menonton saja. Setiap hari itu baik, setiap hari itu mestinya dipakai untuk bekerja dengan berarti atau signifikan sebab kita tidak tahu hari-hari selanjutnya apakah akan ada seperti hari ini? Ataukah hari-hari selanjutnya kita masih seperti hari ini?

Masih sehat, masih kuat, masih segar, masih kaya, masih semangat, masih tegar, masih tabah, masih mampu, masih dapat melakukan berbagai aktivitas dengan normal sampai tiba suatu masa, di mana kita tidak dapat lagi duduk dengan lama, badan dan mata tidak bugar lagi sebab sudah renta, kemiskinan sudah menghampiri ambang penderitaan karena harta dan kekayaan digerogoti upaya menyembuhkan sakit penyakit yang kita derita, kemiskin mendera karena kemalasan dan kebodohan kita yang tidak meningkatkan kapasitas diri dengan belajar pengetahuan baru, melek keterampilan baru, atau berpikir cara baru akan hadirnya kemudahan efisiensi efektivitas teknologi hingga transportasi dan cara menyelesaikan pelbagai hal dalam hidup ini seperti administrasi eKTP, administrasi eSIM, administrasi eSekolah, eKantor, e e e¬† makin banyak ‚Äúe‚ÄĚ membuat kepala pening!

Ya, hari sabtu jangan hanya digunakan kongkow-kongkow, malas-malas, santai-santai, tapi saya juga tidak menafikkan hari itu dengan harus bekerja (ingat ya hari Sabtu dan Minggu adalah hari para pengusaha pebisnis Event Organizer untuk bekerja keras, karena dari sana mereka dapat uang banyak dari wedding dan kegiatan entertainment) so jangan sia-siakan hari Sabtu.

Trus bagi kamu yang tidak berbasic bisnis EO atau berbisnis mancing serta berbisnis yang sebagian besar pengunjung akan membludak di hari sabtu seperti taman hiburan, taman santai, taman gaul ‚Äď lakukanlah peningkatan kapasitas diri dengan membaca buku, menulis blog, menulis buku, menulis novel, mempelajari hal-hal baru, berlatih main gitar berlatih main piano berlatih meniup seruling atau saxophone, jadikan hari sabtu bukan hari istirahat melulu sebab masih ada hari minggu.

Di hari Sabtu, saya punya kebiasaan mencuci mobil atau bersosialisasi ke lingkungan gereja untuk mendapat informasi baru ‚Äď jadi upgrading yang saya lakukan adalah keterampilan sosial dan emosional serta religius sebab Kiamat Sudah Dekat atau dalam misi Mencari Tuhan.

Memang benar Tuhan sudah saya temukan, tetapi saya masih ingin terus dekat dan memahamiNYA tidak hanya melalui membaca kitab suci dan berdoa, melainkan dengan mengunjungi, bersekutu, dan berbakti kepada UmatNYA.

Inilah ceritaku, inilah Hari Sabtuku

Bagaimana dengan hari Sabtumu?

 

Iklan

#7-april-2018, #blog, #lama, #lhs, #sabtu

Anomali

Anomali atau peristiwa yang berbeda dibanding kebiasaan merupakan pertanda adanya dinamika atau perubahan kelakuan mungkin pula ada kecenderungan menyimpang pada suatu tata aturan maupun fenomena baik secara alamiah atau tidak alamiah.
Anomali mesti ada sebagai penyeimbang antara kebiasaan dan ketakbiasaan, adalah suatu kewajaran terbitnya si Anomali
Anomali bukan superhero bukan pula antihero, anomali sebagai pelengkap dari bentuk lain ketiadaan urutan dalam sistematika peristiwa berulang dan berperiodik dalam serentetan kejadian sebagai alur kehidupan suatu benda titik pokok.

Dalam setiap peristiwa besar dan menjadi kebiasaan, dinamakan hal-hal biasa sebab kebiasaan tersebut merupakan tindakan atau perlakuan yang biasa-biasa saja, sering dilakukan tidak pernah tidak dilaksanakan, kebiasaan biasa biasa yang dapat ditebak unsur permulaannya dan endingnya seperti bagaimana, tetapi kebiasaan ini suatu saat bisa berubah drastis tidak lagi dapat ditebak awalannya hingga berakhir menjadi apa.

Semua kalimat tanya akan muncul saat Anomali terjadi. Berbagai macam analisa berhamburan memberikan pembenaran tentang kemunculan Anomali. Beragam pendapat para ahli dan orang-orang terkemuka di bidangnya dengan hikmat dan pengalaman yang telah dimiliki bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun sehingga sering disebut profesional berusaha memberikan jawaban terbaik yang dapat diterima akal sehat maupun logika rasional orang awam kebanyakan.

Ada yang dilupakan, bahwa ke-Anomali-an sebagai sebuah keadaan, suka tidak suka harus terjadi. Kita pun suka tidak suka akan mempercayai bahwa Anomali adalah unsur kebolehjadian yang diberikan Tuhan untuk melengkapi peristiwa hidup dan kehidupan kita.

Biasanya dalam kehidupan manusia, tidak lepas dari unsur perdagangan atau ekonomi yang mana tidak lepas dari seluk-beluk mempertahankan hidupnya sebagai oknum solo maupun sebagai individu anggota kelompok atau cluster, perdagangan dalam ekonomi seringkali dilihat awam sebagai kegiatan yang berulang-ulang melakukan repetisi dengan ketat atau longgar, dicitrakan seperti gelombang kemudian ada lagi orang Jepang kuno menggambarkannya dalam bentuk batangan lilin (candlestick for dinner‚Äôs only) sampai dibuat grafik garisnya yang melengkung berlekuk-lekuk membentuk bukit dan lembah dari yang curam terjal hingga flat mendatar ‚Äď pada suatu periode masa ‚Äď grafik atau batang tersebut dapat terlihat sangat memanjang tiba-tiba atau memendek tiba-tiba, tetapi yang paling sering aku perhatikan adalah bisa memanjang hijau ke atas tiba-tiba atau memanjang merah (tentu saja lawan kata dari atas) semerah darah, terus terjungkal dan seolah tidak akan berubah lagi ‚Ķ.

Itulah anomali dalam dunia perdagangan yang sedang marak, Valuta Asing (Foreign Exchange atau dipendekkan menjadi kata Forex), perdagangan komoditas (tembakau, minyak bumi, minyak goreng, minyak sawit CPO, minyak angin, BBM, Whatsapp, twitter, path, instagram, database, dan laen-laen), kemudian bursa saham, penjualan obligasi, sukuk, ORI, penjualan reksadana, penjualan emas, nikel, timah, titanium, platinum, bauksit, batubara, batubata, batu cincin, macam-macam dah .. apa saja yang diperdagangkan layaknya dipertukarkan dan diperjualbelikan sebagai kebiasaan ekonomi kemanusiaan.

Saat anomali terjadi, kita hanya bisa pasrah merenungi nasib yaitu bisa kerugian bisa pula keuntungan.
Anomali adalah teman, anomali bukan lawan. Anomali adalah penjaga garis dengan bendera kuning di tangan untuk menentukan batas margin lebar permainan lapangan bola serta siapakah pemain yang menggiring bola menyelinap melewati penjaga-penjaga garis pertahanan off side, offside trap, macem-macem seperti tempe bacem teman setia nasi campur, nasi liwet dan nasi rames.

Anomali bukan prasangka baik, bisa juga bukan prasangka buruk
Anomali hadir karena kefanaan kita
Anomali ikut serta karena kesempatan yang ada
Anomali juga bagian dari rangkaian peristiwa dan kebendaan

Air semakin diturunkan suhunya menurut kebiasaan akan membeku pada suhu 0o C, tetapi sesungguhnya anomali terjadi dalam rentang kala yang sangat pendek dan limit terbatas yakni pada suhu 4oC air bukan membeku melainkan memuai dan kembali membeku setelah mencapai suhu tepat 0oC.
Air saja memberikan bentuk anomali antara suhu antara 0 hingga 4 derajat Celcius tersebut.

Anomali tidak bisa ditawar, apalagi ditiadakan dan dienyahkan
Karena Anomali melekat dengan seluruh aspek yang ditimbulkan dari kegiatan manusia ataukah mungking juga bagian rentetan yang belum manusia mengerti untuk diprediksi kehadiran dan kemunculannya?

Andai Aku Dilan

‚ÄúJangan Rindu, Berat, Biar Aku Saja !‚ÄĚ
‚ÄúAku ramal kamu, kita nanti akan ketemu di Kantin‚ÄĚ

adalah dua potongan kalimat sederhana yang menggelitik, sentilan Pidi Baiq dalam novel fenomenal yang saya kenal dan pertama dengar tahun 2015 dari mulut Revantio, alumni Smada tahun 2015 saat itu saya sebagai wali kelasnya di XII IPA 5 dan sekarang Revantio yang berkacamata ini melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang pada program studi Teknik Informatika.

Revantio adalah pemuda yang rajin membaca, dibuktikan dengan kacamatanya yang tebal dan tidak pernah lepas dari wajahnya yang persegi. Dialah yang pertama kali menceritakan tentang Novel Dilan 1991 di depan kelas saat pelajaran literasi di jam terakhir fisika pada hari Selasa kala itu.
5Sos alias XII MIPA 5 tahun 2015

Itu dia yang berdiri paling kiri dengan tangan menunjuk dan berkacamata, dialah yang pertama mengenalkan saya pada cerita Dilan. Itu 3 tahun lalu dan mereka saat ini semua telah menjadi mahasiswa, kurun waktu singkat dan saya pernah menjadi bagian dari mereka.

Dominasi perempuan dalam kelas ini, sementara populasi pria hanya 3 biji saja. Salah satu pria yang ada di belakang saya sana bernama Hafidz, dia memberikan warna tersendiri dalam diamnya selama bergabung di komunitas 5Sos ini.

Kembali pada Dilan, siapa dia ya? Konon dia adalah panglima tempur, dia adalah laki-laki pemberani, dia inovator dan motivator geng motor di kota sana, di masa 91 itu saya pun SMA, tetapi tidak mengalami sebagaimana yang dituliskan tentang Dilan yang sudah punya motor. Bisa berjalan-jalan bahkan membonceng Milea Adnan di tengah derasnya hujan (diabadikan sebagai salah satu scene movie tersebut)

http://fadilfadilan.blogspot.co.id/2016/10/ngobrolin-buku-dilan-milea.html

Keberadaan Dilan sungguh mempesona dan menjadi magnet bagi para kaum Hawa mulai dari usia belia hingga tidak lagi remaja, Dilan oh Dilan, pesona nostalgia zaman SMA yang telah 27 tahun lalu kami lalui dan sekarang berulang kembali. Dikemas dalam kegiatan arisan hingga reuni. Ya Reuni, sudah tepat kami berkumpul kembali tetapi dalam sosok-sosok yang berbeda, bukan lagi sebagai remaja tetapi sebagai bapak-bapak dan ibu-ibu yang menjelang tua.

Anak-anak kami pun sudah lewat SMA, tetapi sebagian besar masih menggeluti dunia sekolah di SMP hingga SMA, kami dulu bisa bertatap dengan syak wasangka dan prasangka akan ditampar atau ditempeleng jika menatap lama-lama ‚ÄúLiat Apa Kamu!‚ÄĚ atau ‚ÄúApa liat-liat!‚ÄĚ ‚Ķ adalah kalimat intimidatif yang menciutkan nyali saat hanya jadi pelajar biasa yang limbung dan nirpengalaman.

Tetapi sekarang berbeda, aku bisa duduk bersama dan makan bersama dengan tenang secara egaliter dengan orang-orang yang dulunya ‚Äúkurang bersahabat dan cenderung arogan bahkan intimidatif‚ÄĚ, semua telah menempuh beragam profesi orang-orang ini telah berubah dari Dilan yang stereotipe remaja garang yang emosional dan bisa bernuansa romantis walau dipaksakan.

Dilan itu dulu, saat kamu masih SMA, saat kamu masih abu-abu
Tapi sekarang kamu sudah beruban, rambutmu tidak lagi memutih kecuali Kau pergi ke salon untuk minta disemir dan tentu saja ditambah sedikit massage atau refleksi selain biaya servis menghitamkan kembali mahkota kepalamu

Dilan itu dulu, saat kamu culun dan tidak berpengalaman
Dilan itu kamu dulunya, yang emosional, brangasan, sarkastik dan brutal
Nuansa ketika itu adalah pemberontakan dan masa muda yang hingar bingar berisik
baik dengan musik metal atau dengan derum motor berkenalpot geledek

Dilan itu nostalgia
Nostalgia yang memesona kelompok keturunan Hawa dan
menggelitik para turunan Adam
untuk menggeser performa dan penampilannya kembali ke masa lalu

Dilan adalah anomali

 

#anomali, #dilan, #dilan-1991, #nostalgia, #nostalgia-sma, #reuni, #reuni-sma, #sma

Aku dan Kamu

Aku bukan kamu, sudah tentu Kamu bukan Aku
Aku memerlukan kamu, kadang iya kadang tidak
Tak juga kamu perlu aku, karena kamu ya kamu dan aku pun begitu
Aku tidak peduli kamu, susah juga karena kamu pasti memerlukan aku
terlebih aku, Aku sangat memerlukan kamu
Karena kamu mendengarkanku, memperhatikanku, melihatku, mengamatiku, mengikutiku, menyelidikiku, mengintipku, menyerangku, menghinaku, menggangguku, melecehkanku, mem-bully-ku, menghinaku, menyalahkanku, menyudutkanku, dan apapun yang kamu mau tentang aku
Aku tidak peduli sekali lagi, itu adalah maumu bukan mauku,
Mauku hanya satu bahwa kamu ada untukku, dan aku di sini untuk kamu

Aku dan Kamu
adalah dialog bukan monolog
Aku dan kamu adalah percakapan, kolaborasi, kerjasama, gotong royong, saling menyokong, saling berbeda pendapat, saling berargumen, saling menyalahkan, saling membenarkan, saling mengasah, saling mengasihi, saling bahu membahu, saling bersaing, saling beradu tanding, saling menatap, saling memperhatikan, saling mengawasi, saling memerlukan
Aku tak dapat hidup tanpa Kamu,
begitu juga Kamu (mungkin) tak akan hidup tanpa Aku

Aku dan Kamu ibarat dua dunia yang bertangkup menjadi satu
satu di sana dan satu di sini
Aku sebagai sebutan orang  pertama tunggal
Kamu adalah sebutan orang kedua tunggal
Aku yang pertama, dan Kamu yang kedua
bukan sebaliknya
Kalopun bisa dibalik, berarti Kamu adalah Aku, dan Aku adalah Kamu
jika dibalik lagi maka tumpahlah kuah sop ke atas pangkuan Kamu dan Aku

Aku dan Kamu,
adakalanya berbeda
ada saatnya sama,
Aku dan Kamu menjadi kita
Ketika kita bersama, kita melupakan perbedaan
karena yang kita rasakan adalah senasib seperaduan
tanpa perbedaan kita berpadu,

Kita menciptakan kemajuan pun kemunduran
Kemajuan untuk eksistensi
Kemunduran sebagai refleksi
Kemajuan adalah perkembangan
Kemunduran adalah sejarah
Eksisten berkembang tujuan kita
Refleksi sejarah rambu-rambu yang menuntun tujuan kita
tanpa keduanya Aku dan Kamu tidak bermakna
tanpa keduanya Aku dan Kamu tidak berubah
Aku perlu kamu sebab Kamu (pasti dan tidak pasti) perlu Aku
Aku tanpa kamu menjadi sendiri
Kamu tanpa Aku menjadi tunggal
Adakah di dunia ini kehidupan tunggal
Hewan bersel satu misalnya,
apa yang dia nikmati dalam kesendiriannya ?
Kesepian? Merana? Menderita?
Kita tak tau, karena hewan itu bukan Kamu terlebih-lebih bukan Aku

Aku tanpa kamu akan menderita
begitu pula (harapanku kepada) Kamu

Aku tanpa Kamu, aku tak bisa hidup dan mengapa-apakan kehidupan
Kamu tanpa Aku, mungkin kamu akan mencari Aku yang lain
atau mencari orang yang lain

Aku, Kamu tidak akan melibatkan Dia
Karena diantara kita berdua, munculnya Dia menimbulkan dampak
Dampak sebagai idaman lain atau terdampak sebagai keinginan lain
Dia tidak ada dalam bahasa Aku dan Kamu
Aku dan Kamu, hanya kita berdua bukan bertiga
Kita bertiga berarti Trio Macan
Bukan trio Kwek Kwek Kwek
Juga bukan Trio Motor
Dia tak bisa kita undang antara Aku dan Kamu
sebab kesepakatan judul di atas adalah Aku dan Kamu
mengapa Dia muncul ditulis?
karena hak penulis tentu saja, Dia berhak ditulis atau Dia berhak menulis bahwa Dia bisa muncul kapan saja dalam benak siapa saja dalam ruang mana saja
Dia bisa muncul di relung jiwa, loh hati, apalagi cuma duduk menatap kita di pojok sana sambil menikmati Jus Red Velvet atau sekedar sepotong Aice Cream bahkan Dia menikmati pojokan dengan kepulan asap Vape bukan dari sebatang tembakau yang hanya dilinting dari kertas buram
Sudah, tinggalkan Dia
Dia tidak ada dalam dialog
Dia hanya obyek orang ketiga, di luar Kita
Kita adalah Aku dan Kamu

Semakin ke hulu Aku dan Kamu akan menuju titik nadir
Semakin ke hilir, Aku atau Kamu akan menuju titik zenith
Hulu adalah titik tepian
Hilir menjadi titik ujung
Hulu adalah asal dan Hilir adalah cita-cita
Di mana Aku dan Kamu berada,
kita adalah bagian dari perjalanan
Sebagai kafilah yang tak berhenti sebelum  cita-cita tercapai
Mengaso di sela-sela petualangan, Aku dan Kamu  adalah rekan seperjalanan
rekan sejawat, rekan sekerja, rekan sepenanggungan, rekan seperjuangan
Jangan sedikit pun terbersit pikiran Aku ke Kamu, dan Kamu ke Aku dengan pengkhianatan, iri hati, dengki,
Rasa itu yang mengganggu relasi kita
Relasi memerlukan area domain dan kodomain
bergantung dengan fungsi dan invers-nya

Relasi menyatakan kongruensi dan kompleksitas hubungan
Pertemanan, persahabatan, keakraban, bahkan kebersamaan mulai dari tingkat pondasi hingga plafon
Kebersamaan keberagaman dinyatakan dalam satu kesebangunan Aku dan Kamu Sebagai kesetimbangan yang selalu mencari titik poros tengah
Aku dan Kamu adalah garis sumbu utama itu
Aku dan Kamu adalah tiang penyangga garis normal dan garis tinggi siku-siku
Aku dan Kamu adalah penyambung dan penentu sirkuit tertutup
yang memungkinkan gaya gerak listrik bergerak kontinum dalam rangkaian elektronika
Aku dan Kamu, tokoh sentral dalam dialog ini
Tokoh yang selalu ada dan nyata dalam diri
Introspeksi, perenungan, pemikiran sendiri, mengkhayal, membayangkan, memimpikan sebagai sirkuit kehidupan
Jangan undang Dia dalam sambungan rangkaian,
karena Dia hanya penyearah atau malah menjadi pembagi arus maupun tegangan listrik
Bisa saja Dia beralasan sebagai sumber catu daya, tetapi sebenarnya dia menjadi divider antara Aku dan Kamu (bukan Antara Anyer dan Jakarta)
Dia sebagai orang di luar kita, Aku dan Kamu
Dia hanya pengamat
Dia bukan Kamu
bagi Kamu, Dia bukan Aku
Dia tetap Dia
Aku dan Kamu yang penting tetap bersatu
Biar badai menghadang Aku tetap memperhatikan Kamu dan menanti Kamu
walau Aku juga sadar dan mengerti maupun paham benar bahwa Kamu belum tentu akan mengerti Aku
Aku percaya Kamu akan bingung dengan aku
sebingungnya Aku terhadapmu
sebingungnya Aku mencari 1000 kata untuk menuliskanmu
sebingung Aku menunjukkan contoh bahwa menuliskanmu itu mudah?
ternyata tidak gampang!
Selelah dan selemah aku yang tanpamu, bukan apa-apa
Aku tanpamu butiran debu
itu kata Dia
Dia yang mana? Dia bukan Afghan. Dia bukan Rossa, Dia juga bukan Reza, bukan Rizky¬† apalagi Jaz .. Dia adalah rumor Dia Riza Abbas ūüôā

Aku dan Kamu
Kata yang manis untuk ditulis tetapi tidak mudah untuk disebutkan
dalam rayuan pulau kelapa
Kata romantis saat Aku beserta Kamu, menghabiskan waktu berdua
menanti senja melepaskan jam ronda kepada malam,
dan malam memberikan gilirannya kepada dinihari
dinihari menyerahkan jam dinasnya kepada pagi
pagi meminta siang menggantikan posisinya
hingga siang memohonkan senja untuk menempati kedudukannya

begitulah berulang-ulang dialog Aku dan Kamu
yang tak pernah usai atau mungkin
sebagai pengganti peran dari pemeran utama
bahwa sesungguhnya Aku dan Kamu
hanyalah pemeran pembantu utama
dalam dunia kita ini
Dunia Aku dan Kamu
Aku Kamu
Hampa

 

 

 

 

 

Selamat Malam Pemirsa

Malam ini sengaja saya mengundang beberapa rekan pembelajar saya di institusi dan sengaja lama tidak menuliskan sesuatu di sini, jika ada yang ingin disampaikan bisa dilewatkan melalui telegram 

Segala sesuatu yang terbatas itu memang menyenangkan karena akan selalu ditambahkan, sementara segala sesuatu yang berlebihan bisa mengganggu

Malam ini sebagian peserta didik kelas XI di tempat saya bekerja tentu melotot melihat satu persatu halaman tulisan kuna yang telah lama saya tinggalkan, terakhir tahun 2016 saat saya masih mengajar di kelas X sekarang sudah kelas XI IPA 3 hehehe ūüėÄ

Karenanya bahan-bahan yang menarik perhatian malam ini seperti elastisitas, fluida statis dan fluida dinamis, silakan dicatat dan dijadikan materi presentasi pribadi besok hingga siang.

Harap dimengerti ternyata lima hari sekolah itu ….. ehem ehem

X-IPA-3

Sudah hampir sebulan saya masuk kelas ini setelah mengganti bu Marsaulina, ada pula yang mengatakan bahwa kelas ini pernah diajar bu Libriatuty atau memang memori mereka masih sangat lemah karena baru bergabung di sekolah menengah atas kami. Mohon maklum.

Bagian pertama dari menjalankan kegiatan akademik tahun ini adalah kegiatan literasi, tetapi sepanjang yang saya ikuti kegiatan literasi itu ada yang memberi waktu membaca 15 menit, menyanyikan lagu wajib atau lagu mars sekolah serta sebelumnya didahului acara berdoa.

Khusus mengenai acara berdoa, saya jauh-jauh hari sebelum GLS ini (apa itu GLS? Gerakan Literasi Sekolah) mulai digencarkan telah membuat doa sebelum belajar dan lepas belajar. Tetapi sampai sekarang kelas-kelas yang saya ajar seperti kelas X IPA 3 ini, lalu kelas XI IPA 4, XI IPA 1 itu yang paling sering lupa kalau tidak diingatkan. Berbeda dengan kelas XI IPA 5, XI IPA 2, dan XI IPA 6 walaupun tidak sering tetapi mereka rajin di awal dan akhir pelajaran. Itulah ramenya, kemistri atau ikatan dengan peserta didik yang paling sulit dibangun di awal-awal semester.

Kembali ke kelas lungsuran ini, kelas ini sebenarnya kelas andalan dengan orang-orang unik di dalamnya. Saat ini mereka mempraktikan GLS tidak hanya dengan ritual berdoa sebagai kegiatan pembuka maupun penutup proses belajar mengajar tetapi juga menulis blog. Beberapa hari jumat dan sabtu, saya banyak menyuntikkan cerita-cerita termasuk dengan ‚Äúpenegasan-penegasan‚ÄĚ maupun tindakan-tindakan pembelajaran. Pelan-pelan namun pasti satu-persatu siswa mulai menulis blog. Ada yang rajin sekali, setengah rajin hingga belum bereaksi.

Beberapa rekan muda ini telah mencoba berbagi dan menuliskan diary atau kegiatan mereka termasuk pengalaman yang mereka dapati selama berada dalam pengelolaan kelas saya, silakan disimak gaya tulisan dan kebahasaan mereka yang masih otentik.

Muhammad Rahman

Aditya Fadlani

Rizky Dewa Lenzel

Eudiamia

Riky Anugrah


Noka Sholehiya Sigit

Lho koq baru sedikit? karena yang lain sedang asik masin Line Ranger aja dan main gem elektronik semata.

Selamat menerapkan Gerakan Literasi, ingat tidak hanya membaca tetapi juga menuliskannya. Karena enggan membaca, lumpuh menulis (kira-kira begitu seingat kata-kata mutiara rekan saya yang juga narablog Urip Rukim dan Wijaya Kusuma)

 

Guru Pandu

20131126-174153 Selepas kesarjanaan pendidikan diperoleh Pandu, Ia menunggu untuk beberapa waktu sebelum ditempatkan di sekolahnya sekarang. Sementara itu, pak Pandu masih mengajar tidak tetap di SMA tetangga, yang akhir-akhir tahun 90an sering terlibat berbalas batu secara tak sengaja. Sebagai anggota perguruan tersebut, adalah hal yang sulit dipungkiri jika loyalitas muncul karena pemenuhan kesejahteraan bagi anggota organisasi walau dengan nominal yang masih di bawah Upah Minimum Regional. Sekalipun honor yang diterima masih jauh dari kata layak, tetapi Sang Penguasa Semesta tidak membiarkan pak Pandu jatuh dalam ketidakberdayaan dan kemiskinan, karena tak lama setelah menikah dengan gadis pujaan hatinya dan dikaruniai putera pertama, Pak Pandu diberi kesempatan memberi pelajaran tambahan dengan leluasa oleh Kepala Sekolah Pak Soetopo HS, sehingga sambil menunggu SK pengangkatan ia masih mampu bertahan dan menyokong keluarganya.

Di penghujung 90an, istri pak Pandu akhirnya menerima SK pengangkatan sebagai pendidik di Kabupaten lain sehingga membuat Pak Pandu harus berakhir pekan di daerah lain pulang pergi, hal ini dilakoninya hingga pertengahan 2001 sampai Pak Pandu menempatkan diri sebagai guru di SMA sekarang ini.

Awal 2001 sebagai aparatur sipil, bapak guru menerima banyak pengalaman yang mengesankan juga mendebarkan dan memberi pengetahuan mendasar sebagai pengajar. Tidak dikarenakan arogan dan handal menguasai materi belajar tetapi yang terpenting adalah hati untuk mengajar dan membimbing para peserta didik hingga mereka berkembang menjadi putra putri bangsa yang mumpuni.

Tahun 2006-2007 adalah tahun yang tidak dapat dilupakan oleh Pak Pandu sebagai pengalaman yang paling berkesan dan mengubah cara pandangnya, bahwa sekolah pun jika dikendalikan secara politis menjadi sarang yang mengesampingkan tata krama pergaulan sesama guru dan sesama peserta didik, tahun-tahun yang sangat berat dan merevisi paradigma bahwa mengajar tidak hanya berkutat dengan bicara dan karsa, tetapi juga karya. Pencobaan demi pencobaan ditelannya seperti pil pahit yang hanya berasa dalam indra pengecap tetapi memberi kesehatan bagi tubuh, pil pahit itu menjadi kekuatan besar untuk menjadikan dirinya mengikuti kompetisi menulis blog edukasi personal dan mengharumkan nama Kota ini dalam hiasan website resmi pemerintah daerah. Tahun 2013, kembali akibat dari pil pahit tadi ia menerima penghargaan dari sebuah perusahaan teknologi informasi ternama di Indonesia dan menjadi cerita pembuka di situs sekolahnya.

Seusai menyandang titel magister pendidikan yang diselesaikan tahun 2012, ia kembali berkiprah pada bidang yang telah lama ditinggalkan semasa awal mengabdi sebagai pendidik di sekolah terkini. Beban berat menganga lebar yang dapat menjadi jurang pemisah atau disparitas partisipasi peserta didik menuju skala keberhasilan mutu sekolah maupun mutu layanan pendidikan.

Tugas berat menanti di masa-masa mendatang dan terus akan bertransformasi menjadi persoalan global yang menanti dan membentuk karakter guru bahkan karakter sekolah sebagai Unit Layanan Masyarakat di masa mendatang.

Selamat bertugas pak Pandu di masa baru dan harapan penuh dari para peserta didik yang memandang masa depan mereka semakin berarti tidak hanya dipundakmu semata, melainkan di bahu kalangan sesama guru lain yang engkau dampingi.

 

Kegiatan Kelas Baru

Kegiatan percobaan mengamati letak titik poros pada kesetimbangan batang es krim dilakukan di kelas XI IPA-2 dan XI IPA-5 semoga kelas-kelas lain seperti kelas XI IPA-6, XI IPA-1 maupun XI IPA-4 dapat mengikuti dan mencontohnya pada kegiatan minggu mendatang.

Percobaan ini memerlukan batang es krim (stik) disertai mur dan baut sebagai pemberat (beban), tujuan dari percobaan adalah mencari letak titik kesetimbangan atau titik poros jika stik diberi beban maupun tidak diberi beban.

Langkah-langkah percobaan :

  1. Ikuti pola stik pada buku catatan sebagai gambaran awal.
  2. Ukur panjang stik es krim yang diamati.
  3. Letakkan stik es krim pada poros (tanpa beban) dan beri tanda titik porosnya
  4. Ukur jarak titik poros dari masing-masing ujung stik
  5. Lakukan untuk 5 batang stik lainnya
  6. Stik kemudian diberi satu beban (pada salah satu ujung)
  7. Geser titik poros sehingga stik setimbang
  8. Beri tanda titik poros yang diperoleh barusan
  9. Ukur pergeseran titik poros awal terhadap titik poros yang diperoleh saat diberi beban
  10. Beban ditambah semakin berat pada salah satu bagian stik sementara stik lain juga diberi beban (dibuat beban yang berbeda pada setiap lengan stik)
  11. Ukur perubahan titik poros setiap kali beban ditambah pada sistem.

Berikut adalah gambar kegiatan percobaan dimaksud :

20160728_093712[1]20160728_102104[1]20160728_084804[1]

Yang Ditinggalkan

5Sos4 prop

Dulu kami pernah terkejut bersama, kaget bersama, takut bersama, kemudian GR bersama, dengan jumlah yang dua lima saja. Dominasi wanita dalam kelas saya, sekarang mereka telah terbang menuju sekolah baru dan kehidupan baru, waktu menggantikan dengan generasi lainnya.

Mereka tumbuh sebagai harapan di masa mendatang dalam kurun yang tidak terlalu lama, menjadi tunas muda penggalang kemajuan

Selamat jalan tunaikan tugas dan pekerjaan di tempat yang baru.

Salam dalam kenanganku

5Sos

5sos bazar

5sos kelas5sos kunjungan

 

Fisika SMA Tahun 2016

5sos prop copy

Untuk pembelajaran Fisika yang telah menerapkan Kurikulum 2013 edisi revisi maka topik-topik yang dibahas antara lain :

PETA MATERI

Yang masing-masing terdiri dari pembelajaran :

X-1x-2x-3x-4x-5x-6
Pembelajaran untuk kelas XI :

xi-1xi-2xi-3xi-4xi-5xi-6xi-7
Pembelajaran Kelas XII :

XII-1XII-2XII-3XII-4XII-5

 

 

 

Balik Kandang

Setelah menyelesaikan penjelajahan singkat di Bandung, antara lain ke Floating Market, Kebun Bunga Begonia, melewati penjualan bunga Cihideung, selanjutnya makan siang di Ma Enah dilanjutkan ke pusat jajan Aromanis dan penjualan pakaian di Cihampelas berputar ke arah Kantor Gubernur Jawa Barat tepatnya Gedung Sate sayangnya Gasibu sedang direhab, berputar di Mesjid Raya Bandung, Gedung Asian Afrika dan Jalan Braga termasuk menjelajahi portal-portal Ingress di kota kembang kami kembali mudik ke Palangka Raya melewati Tangerang, pintu kedatangan di Jakarta.

Menggunakan Daytrans yang menawarkan harga spesial di akhir pekan dan hari-hari lainnya menggunakan Telkomsel poin, lumayan menarik perhatian. Diskon untuk posisi tempat duduk di belakang mobil Toyota Caravan berisi 16 kursi juga memberi peluang tersendiri bagi pelancong dengan anggaran terbatas.

Tetapi sayangnya, Daytrans dengan pool Cihampelas tujuan Tangerang kali ini kurang nyaman karena seperti diburu-buru waktu, apalagi hari yang kami pilih adalah hari Jumat yang ternyata hari termacet di akhir pekan, karena banyak pemudik dari Jakarta yang mengarahkan kendaraan ke luar kota terutama Bandung. Dengan tiket 120 ribu per orang, anda dapat menumpang travel ini menuju Tangerang dengan perhentian Tangerang City Mal.

Baca lebih lanjut ‚Üí

#keluarga, #lion-air, #palangka-raya, #perjalanan, #traveloka, #wisata-romantis

Bumi Parahiyangan

Tidak salah Bandung selain digelar kota kembang juga negeri para Hyang, raja-raja dengan tetirah tempat peristirahatan yang luar biasa. Logat yang halus dan lembut dari setiap orang yang sapa dan ajak bicara menambah aroma keningratan kota ini. Apalagi perjalanan pagi seusai melakukan pembayaran di IndoMaret melalui i-pos (baca: ai-POS) untuk tiket travel menuju destinasi selanjutnya, seusai sarapan pagi yang sedikit mengecewakan karena sisa makanan terakhir saja di Zodiak Hotel, Kebun Kawung ‚Äď kami menuju Bandung Utara atau Lembang.

Hotel Zodiak, jaringan Kagum Hotel, termasuk hotel murah yang terbaik yang kami dapatkan dengan aplikasi jalan-jalan Traveloka berbiaya sedikit di atas 330 ribu dan kurang dari 340 ribu semalam, kami mendapatkan kamar tipe superior king size, namanya pesanan beranggaran rendah tentu saja akan ada kendala yang kami temui. Pertama-tama sikat gigi kurang satu, padahal saya sudah memesan untuk kapasitas 2 orang. Hari pertama pembersihan toilet duduk berjalan dengan baik, tapi pembilasan hari ke-2 sudah mulai menemui kesulitan dan kelambanan. Namun kami baru beritau hari terakhir saat checkout menuju Tangerang ūüė¶

Atmosfir kamar juga dingin sehingga penyejuk ruangan kadang tidak perlu dinyalakan, namun sayangnya kami tidak mendapatkan pandangan dari luar karena tidak disediakan jendela. Walau ada sebagian kecil suara dari koridor dan kamar sebelah yang kedengaran dari dalam kamar, namun tidak mengurangi komfortabilitas di hotel ekonomis ini. Kamar mandi dan toilet yang unik karena ada di dalam kotak plastik menambah pengalaman yang berbeda dibanding menginap sebelumnya.

Silakan anda membaca review dari para pelancong melalui Tripadvisor jika memilih menginap di Bandung sebagai referensi tambahan. Baca lebih lanjut ‚Üí

#bandung-kota-kembang, #ingress, #jawa-barat, #lembang, #wisata-romantis, #zodiak

Dari Bogor Ke Bandung

Selasa, 24 Mei 2016 pukul 14 lewat banyak kami tiba di Mal Botani Bogor yang merupakan pool bis Damri tujuan Bandara Soekarno Hatta, kesulitan pertama adalah moda transportasi menuju penginapan yang telah kami pesan melalui Traveloka yang ada adalah deretan angkotan kota berwarna hijau dengan berbagai kode nomor yang belum kami ketahui dan beberapa pria yang rajin menawarkan tumpangan (tidak gratis tentunya hehehe) kepada penumpang yang baru turun dari bus.

Terminal ini berbeda dengan terminal Baranangsiang yang berseberangan, karena dikhususkan dari Bandar Udara semata. Jadi antrian mobil-mobil pelat hitam di sana sangat banyak ditambah parkir kendaraan pengunjung tempat belanja moderen tersebut menambah kepekatan areal parkir.

Setelah melepaskan pembuangan biologis dari kantung kemih, ada supir yang pantang menyerah mengejar dan menawarkan tumpangan setelah tanya sana sini sekedar berbasa-basi diperoleh harga 70 rebu diantar jauh dan dekat, yang mengejutkan rernyata Amang ini juga yang mengantar rekan saya Pa Arjana menuju Salak Tower, ya sudahlah saya iyakan saja dibanding naik angkot repot-repot bawa koper dan tas garda besar lumayan melelahkan sebab belum terlalu mengenal Bogor dengan baik.

Lanjutkan Membaca

#angkot-bogor, #bogor, #botani-square, #hotel-zest, #kebun-raya-bogor, #melancong-murah-dan-aman, #pelancong-murah, #perjalanan-keluarga, #transportasi, #traveloka, #wisata-keluarga, #wisata-romantis

Palangka Raya – Bogor

Hingga akhir minggu ke-2 bulan Mei kami berharap akan ada perjalanan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi kelas XII sudah kelar mengikuti ujian-ujian akhir seperti UN dan US, sementara kelas X dan XI mengikuti evaluasi akhir semester baik yang di SMA maupun SMP, termasuk anak-anak kami pada kedua jenjang tersebut.

Sampai terbetik kabar, bahwa istri saya mesti mendampingi salah seorang siswanya berangkat ke Bogor mengikuti workshop perfileman, kebetulan siswa tersebut tidak pernah sama sekali (mungkin) naik pesawat udara, kesemuanya serba kebetulan dari sekolah saya pun ada siswa yang berangkat mengikuti acara yang sama sesuai kuota daerah namun tidak ada pendamping.

Semula istri saya akan berangkat berdua ibu guru lain dari sekolahnya, namun karena ibu tersebut tiba-tiba mendapatkan kabar harus berangkat ke kota lain untuk mengantarkan suaminya berobat, akhirnya pilihan pendamping tidak lain jatuh kepada saya. Maka dengan berat hati antara pilihan dan dilema saya mesti bermohon izin kepada pimpinan saya untuk berangkat dan akhirnya saya dapatkan.

Perhitungan selanjutnya yang menjadi kendala batin adalah biaya, pemesanan tiket, kendaraan yang harus ditumpangi ke Bogor dari bandara, dan lain-lain. Apalagi jika ini semua dilakukan oleh istri saya yang baru biasa bepergian jika berombongan sehingga diriku harus membimbing dan mendampingi beliau. Setelah melakukan berbagai analisis dan pergulatan hati dengan kalkulasi maupun asumsi serta parameter praduga-praduga lain ‚Ästtermasuk menentukan kepastian membeli tiket pesawat terbang setelah mengetahui pesawat yang digunakan Nisa yaitu Garuda ‚Äď yang hingga minggu malam kami tak berani membelinya di agen perjalanan karena harga yang lumayan wow dan itu sangat menggerus anggaran perjalanan ‚Ķ.

Baca lebih lanjut ‚Üí

Akhir Semester 2 tahun 2016

Kepada siswa kelas X MIPA 8, berikut adalah soal-soal disertai rekan-rekan kelompok kerja, ingat lembar kerja anda ini dikerjakan masing-masing dan dikumpulkan setelah UAS Fisika, Kamis 26 Mei 2016. (Kertas ukuran folio bergaris-garis)

Baca lebih lanjut ‚Üí

#2016, #fisika-sma, #fisika-sma-kelas-x, #fisikarudy, #kalteng, #kelas-x, #kelas-x-semester-genap, #kelas-x-sma, #semester-genap, #sma-x, #tugas, #x-sma

Hasil SNMPTN 2016 siswa SMAN-2 Palangka Raya

Semula pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2016 akan dirilis pada tanggal 10 Mei 2016, namun tahun ini dipercepat satu hari. Jika dulu kami bisa mengecek melalui sub laman pada snmptn.ac.id khusus sekolah, ternyata tahun ini kami harus memeriksa satu persatu dari 244 pendaftar (siswa SMAN-2 Palangka Raya) menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional-nya dan tanggal lahir.

Berikut hasil pemeriksaan yang kami rangkum untuk sahabat blog Fisikarudy terutama siswa dan alumni SMAN-2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah :

  1. ALDIATAMA JUMANISSABA (IPB pada Meteorologi Terapan)
  2. AMELIA RAHMA ANGGRAINI (UPN Veteran Jawa Timur pada Akuntansi)
  3. BAHARUDIN YUSUF WIDIYANTO (Univ. Brawijaya, Malang pada Teknik Informatika)
  4. MUHAMMAD ZAINI RAHMAN (Univ. Brawijaya, Malang pada Teknik Informatika)
  5. WILLY JAYA PUTRA (Universitas Palangka Raya pada Akuntansi)
  6. ASSA MORIA EVANGELIANTO (Universitas Indonesia pada prodi Fisika)
  7. DILA PARUNA (Universitas Indonesia pada Fakultas Hukum)
  8. FITRIA HANDAYANI (Universitas Brawijaya pada prodi Kimia)
  9. GABRIEL OKTAVIANY DANIETAMA (ITS Surabaya pada Teknik Industri)
  10. LOLY KURNIA NAIBAHO (ITS Surabaya pada Teknik Geomatika)
  11. JOSHUA EKA HARAP (Univ. Lambung Mangkurat pada prodi Kimia)
  12. NAUFAL NUHA ARDHANA (Univ. Brawijaya pada Pend. Teknologi Informasi)
  13. NOVIANA TANTRI (Univ. Palangka Raya pada Agroteknologi)
  14. RAUDATUL MAHFUD (Univ. Palangka Raya Pendidikan Dokter)
  15. KETRIN ZAILIN (Univ. Lambung Mangkurat, Pendidikan Dokter)
  16. LANY APRILIA PERMATASARI (Univ. Palangka Raya, Teknik Perangkat Lunak)
  17. LUKAS PRIYO PRASETIYANTO (Univ. Palangka Raya, Agroteknologi)
  18. MUHAMMAD ILHAM (Univ. Palangka Raya, Arsitektur)
  19. RABEKA ROSALINA ANUGRAH HUA (Univ. Palangka Raya, Teknik Perangkat Lunak)
  20. YONATAN VARI (Univ. Palangka Raya, Pendidikan Fisika)
  21. LUCYA SULING (Univ. Palangka Raya Pendidikan Dokter)
  22. MAHESWARI ALFIRA DWICESARIA (IPB Bogor, Biokimia)
  23. NUR FITRI FIRAMADANI (Univ. Palangka Raya, Budidaya Perairan)
  24. PUTRI HAGALANG SINTA (Univ. Palangka Raya Pendidikan Dokter)
  25. REVANTIO MICKAEL JAYA (Univ. Brawijaya, Sistem Informasi)
  26. NOOR ANNISA (Univ. Indonesia, Biologi)
  27. RACHAEL MEILISKA DWIMASARI (Univ. Palangka Raya, Manejemen)
  28. RANGGASKI YOAN VIANUS (Univ. Palangka Raya, Teknik Sipil)
  29. ANASTASIA TESALONIKA (Univ. Brawijaya, Sastra Inggris)
  30. GUSTI PUSPITALOKA (Univ. Palangka Raya, Ilmu Hukum)
  31. MARIA JULIANA AYU BANJARNAHOR (Univ. Palangka Raya, Akuntansi)
  32. RUT KRIS NATALIA (Univ. Sebelas Maret, Sastra Inggris)
  33. SEPTIANA KAROLIN (Univ. Brawijaya, Ilmu Pemerintahan)
  34. JOHANES BERNARD (Univ. Palangka Raya, Teknik Perangkat Lunak)
  35. MUHAMMAD DARWISY SANGAJI (Univ. Brawijaya, Ilmu Administrasi Publik)
  36. NELLY ANGRAINI (Univ. Lambung Mangkurat, Kesehatan Masyarakat)
  37. NICKY PATRICIA YOLANDA (Univ. Palangka Raya, Akuntansi)
  38. RESTI ARAY HAWINI (Univ. Palangka Raya, Manajemen)
  39. SEPRIANTO (Univ. Palangka Raya, Teknik Perangkat Lunak)
  40. WAHYUNI KHUSNUL KHOTIMAH (Univ. Brawijaya, Ilmu Pemerintahan)
  41. WAYAN DIKA PRAMANA (Univ. Palangka Raya, Ilmu Hukum)
  42. ALBERT JONATHAN SIANTURI (Univ. Palangka Raya, Ilmu Hukum)
  43. AZIZAH FATMAYANTI (Univ. Palangka Raya, Akuntansi)
  44. DWI CAHYA NINGSIH (Univ. Palangka Raya, Akuntansi)
  45. FRENKY FRANADO (Univ. Palangka Raya, Manajemen)
  46. KARINA RIZKY DWI ANDINI (Univ. Brawijaya, Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia)
  47. NORMILA (Univ. Palangka Raya, Akuntansi)
  48. NOVENDRI AGUNG (Univ. Palangka Raya, Teknik Sipil)
  49. SATYA WIRA WICAKSANA (Univ. Negeri Yogyakarta, Pendidikan Kepelatihan Olahraga)
  50. THERESIA SILALAHI (Univ. Brawijaya, Akuntansi)
  51. YOSUA HARY TOPAN (Univ. Palangka Raya, Manajemen)
  52. ANGGI INDRIANY EMANUELA (Univ. Brawijaya, Akuntansi)
  53. CYNTIA PUSPITA SARI (Univ. Palangka Raya, Ilmu Pemerintahan)
  54. ERIKA DAMAIYANTI UMAT (Univ. Palangka Raya, Teknik Informatika Perangkat Lunak)
  55. HELMI FEBRIANSYAH (Univ. Palangka Raya, Ekonomi Pembangunan)
  56. KENDEL GRANIT (Univ. Palangka Raya, Budidaya Perairan)
  57. AGNES YUNIA PUTRI (Univ. Palangka Raya, Akuntansi)
  58. HERMAWAN GUSTI (Univ. Palangka Raya, Teknik Informatika Perangkat Lunak)
  59. JENNY THERESIA TJAHYAWINATA (Univ. Brawijaya, Ilmu Hukum)
  60. JHOVI NATA BIMA (Univ. Palangka Raya, Manajemen)
  61. NATALIA (Univ. Palangka Raya, Ilmu Hukum)
  62. PUTRI TITANICA (Univ. Palangka Raya, Ilmu Hukum)
  63. TALENTA AGRESSYA (Univ. Palangka Raya, Ilmu Hukum)
  64. YOLANDA IRAWANTO (Univ. Palangka Raya, Ilmu Hukum)

Demikian hasil SNMPTN tahun 2016 untuk siswa SMA Negeri-2 Palangka Raya.

Sebagai catatan kilas balik atau analisis, setiap tahun sejak tahun 2013 sepertinya terjadi fluktuasi penerimaan SNMPTN yang diikuti siswa kelas XII SMAN-2 Palangka Raya dengan angka-angka sebagai berikut :

Tahun 2013, peserta yang memfinalisasi pendaftaran 262 orang, yang diterima 74 orang (28,24%)

Tahun 2014, peserta yang memfinalisasi pendaftaran 249 orang, yang diterima 71 orang (28,51%)

Tahun 2015, peserta yang memfinalisasi pendaftaran 301 orang, yang diterima 80 orang (26,58%)

Tahun 2016, peserta yang memfinalisasi pendaftaran 237 orang, yang diterima 64 orang (27,00%)

Selama empat tahun berjalan tersebut kurang dari 30% alumni SMAN-2 Palangka Raya melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri melalui SNMPTN atau jalur rapot, sementara dari SBMPTN tidak ada data yang cukup atau informasi sehingga kami sulit melacak alumni-alumni.

Semoga pihak penyelenggara SBMPTN menyediakan data per tahun berdasarkan asal SMA masing-masing peserta.

 

 

 

Beri Jawaban Anda UAS 2016

Berikut anda formulir verifikasi jawaban UAS Fisika yang baru dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2016 untuk kelas X MIPA-8, XII MIPA-4, XII MIPA 5 maupun XII MIPA-6 saya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada rekan-rekan untuk mengirimkan jawaban dalam keadaan sadar dan sudah dipersiapkan (ingat ini bukan ujian ulang) atau memperbaiki jawaban yang sudah dicentang tadi pagi pada lembar jawaban yang sudah anda kumpulkan kepada pengawas masing-masing ruang.

Harap identitas anda diisi sesuai permintaan formulir, termasuk nomor HP, email aktif, serta kelas dan ruang ujian yang sesuai tanda tangan kehadiran anda tadi pagi. Jika ada yang tidak cocok, maka jawaban anda akan saya anulir untuk diperiksa dan dipertimbangkan.

Selamat mengisi dengan kesempatan sebanyak 3 kali.

Ngeblog lagi (1) – Sakit Perdana

Jumat ini kembali aku berkriprah mengisi renjana menuliskan kisah, kenapa? Setelah sekian lama berkutat bergonta-ganti 460 karakter di dinding elektronik milik tetangga saya Marc, dan terjengkang selama dua minggu didera menjadi budak batuk pernafasan akibat peradangan paru-paru. Yang nyaris merenggut nyawa saya di awal tahun 2016 ini, sekiranya karena Kasih Karunia Tuhan serta perhatian ekstra pedas dan keras dari kekasih hati saya, Defina beserta kru-kru cilik dan pengikut setia di rumah Menteng, Tentu saya tidak akan berani dan bisa melentikkan jari-jemari kembali berdansa waltz dan salsa di atas kibor laptop pinjaman dari sekolahan yang sudah tiga kali mengalami bedah otak.

Teman-teman dan kerabat bergantung kepentingan, termasuk seluruh rekan muda yang aku ajar sebagai penerus masa kini (dan tenggelam dalam kekinian) adalah filofosis yang tepat untuk menggambarkan atmosfer hatiku selama dalam perenungan di paruh kedua Januari 2016, saat aku tergeletak tak berdaya di pembaringan sambil panas dingin merem melek dan batuk berkepanjangan seperti suara anjing tua yang kepayahan, kadang lemah mengaing kadang deras menerjang hingga gumpalan-gumpalan fluida di paru-paru menjadi penuh dan inflamasi. Benar setelah awal pekan ke-3, awal ulangan umum semester ganjil di sekolahku, aku tepar tak berdaya sepulang melawat jenazah paman di kawasan Thamrin Komplek Panahan dan harus memasukkan diri dengan sukarela ke UGD untuk beberapa saat diantar istri terkasih dan ajudan setia yang semuanya perempuan! (Saya tidak menyukai percintaan sejenis … sorry! )

Hampir tak bisa bernafas dengan lega dengan tumpuan berat menghela udara di dada sebelah kanan, dengan sabar kami menanti bantuan medis dikoordinasi dr. Tagor Sibarani yang simpatik dan sabar di IGD RSUD dr. Dorys Sylvanus, difoto dengan sinar roentgen dan aku benar-benar merasakan keajaiban sains tumbukan elektron pada logam tungsten yang ada di instalasi rekam medik rumah sakit umum daerah ini untuk mengetahui gerangan patrikulat serta kejadian tak kasat mata yang mengganggu paru-paru sebagai alat bernafas dan mungkin aku gagal bernafas jika menggunakan kulit sebab badanku kotor dan berbau apek sebab bermandikan peluh akibat kerusakan generator mitokhondria saat berdifusi osmosis dengan jantung pada siklus respirasi dan peredaran darah.

Sebenarnya hampir setiap tahun aku harus masuk ke RSU dengan berbagai alasan, ada alasan kelelahan, alergi roti, alasan kecapean, alasan gatal, alasan sakit perut, alasan gagal nafas sepanjang 2009 hingga tahun ini, dan mudah-mudahan bukan karena gagal move on apalagi gagal hidup! tapi 2016 ini merupakan titik balik dari sensibilitas dan ketangguhan fisika yang kuagung-agungkan selama ini bahwa hanya sakit gatal dan lemas yang mampu menyeret aku ke brankar RSU. Bahwa udara pun sanggup membuatku tak berdaya dengan mengirimkan beban pada generatornya di dadaku!

Semula kupersalahkan keikutsertaan aku mengunjungi daerah-daerah tinggi di pulau Jawa di awal tahun ini sebagai kontributor utama penyebab kemunduran fisik dan gangguan paru-paru, tapi lama-lama aku pikir, ini adalah akumulasi kerja dari november hingga desember ditambah dentuman asap-asap berkabut racun yang aku remeh-temehkan tanpa masker yang memadai diyakini juga membentuk buntalan-buntalan akut sebagai bom waktu di alveoli paru-paru dan terjadi dua minggu lalu.

Diawali dengan tidak konsentrasi dan demam panas, yang mengakibatkan aku tidak berkonsentrasi saat memacu kendaraan matic yang semenjak pelajaran Dinamika gerak Rotasi tahun 2009 kuremehkan dan kuingatkan agar jangan dipacu sebab torsi roda dan inersia yang dihasilkan roda berdiameter kecil itu menyebabkan ketidakseimbangan lateral dalam gerak menikung sentripetal dan banyak membuat pengendara terjatuh dan terpeleset karena gigitannya sisi roda yang tidak berupa diagram alur untuk mengikat tanah akhirnya aku alami dengan nahas. Saat momentum antara motor dengan jalanan terjadi siku tangan dan dengkul tidak mengalami robek atau luka melainkan tekanan luar yang cukup kuat mendesak pectoral atas sebelah kanan terasa berat dan robek dalam. Tidak ada luka atau memar, juga patah apalagi terkilir, namun beban nafas menjadi berat dan malam itu sebenarnya aku mulai merasa demam tapi sedikit.

Malam-malam berikutnya kurasa batuk mulai menyerang dan suhu tubuh naik seiring aktivitas paru-paru mencari jalan keluar melalui batang tenggorokan semakin tidak nyaman dan akhirnya kami berobat ke dokter di apotek beberapa ratus meter dari rumah di depan SPBU G Obos, harapan positif paling ini adalah batuk biasa, bukan flu berat yang sampai melemahkan tulang dan membuat demam atau alergi dan sempat diduga aku mengalami gejala DBD atau malaria yang tengah endemik. Saat menunggu obat yang diresep oleh dokter perempuan yang namanya mirip artis remaja tahun 80an dan menyanyikan lagu Bukit Berbunga yang juga melampiri saya dengan surat izin tidak ke kantor selama beberapa hari padahal maunya saya hari izin satu hari (hah!), alumni SMADA 2008 Evan Gunawan ternyata apoteker di tempat itu yang memfasilitasi obat-obatan yang kuperlukan, antara lain antibiotik, pengencer dahak, penurun panas (obat anti demam, dan lain-lain yang ditumbuk menjadi satu dan dibuatkan seperti puyer). Tanpa biaya BPJS sebab bukan dokter keluarga yang biasa kami datangi untuk berkonsultasi atau mendengarkan keluhan istri, sekitar dua lembar warna merah sudah dipastikan disumbangkan kepada BUMN kesehatan ini.

Esoknya selasa, Januari 12 ‚Äď badanku panas membara, batuk¬†semakin kencang dan dunia tidak nyaman, benar-benar tidak nyaman melanda diri ini. Serba salah, hidup enggan, mati benar-benar ngga mau. Makan mental, batuk bergantian sepanjang hari hingga malam. Obat dengan rajin sesuai takaran dan dosis resep¬†diasup dengan teliti, tidak berkurang juga hingga hari jumat. Mentalku drop, badan lemes, tapi herannya berat badan malah bertahan!

Malam sabtu, Januari 15 ‚Äď istriku berkesimpulan karena kami tidak sowan ke dokter keluarga yang dinaungi BPJS maka sakitku tidak sembuh-sembuh dan tidak mengalami kemajuan berarti. Maka malam itu setelah didaftar pukul 20.00 WIB urutan ke-9 saya mengikuti saran dan diantarnya ke dokter keluarga di apotik BUMN juga tapi di depan gereja besar di jalan Diponegoro. Sambil menunggu batukku tidak berhenti, sesekali saja diam untuk meredakan mesin. Saat giliran konsultasi tiba, batuk itu tidak juga menampakkan keperkasaannya malah diam dan mantoh! Akhirnya kami pulang dan aku dihadiahkan tiga macam obat, sirup batuk herbal OBH, parasetamol dan satu obat ukuran kecil warna putih yang sempat kukira obat penenang untuk memudahkan tidur agar hidupku nyaman dan empuk kaya daging.

Malamnya bukan kenyamanan yang kuterima, tapi batuk makin menghebat bahkan jeda waktu antara batuk dan diam hanya dua jam, lebih ganas dan frekuensinya lebih banyak dari keadaan sebelumnya. Sampai istriku menyediakan botol air panas untuk mengompres dada dan punggung, yang juga tidak berhenti berkeringat peluh kadang-kadang demam dan dingin tidak karuan. Dada sesak dan berat serta  sempat kepanasan seperti terkena setrika tapi biar kujalani agar aku bisa tidur sebab Sabtu, 16 Januari aku bertekad harus bangkit dan sakit ini sebagai bagian dari penyembuhan saja dan besok akan sembuh.

Sepanjang Sabtu sepulang sekolah karena senin 18 Januari akan UAS, batukku tidak mereda malah semakin mengganas seperti angin topan dan amukan badai. Mulailah awal derita baru tahap kedua sabtu dan minggu tersebut. Tidur tidak nyata, halusinasi, obat-obat yang semula aku ikuti menjadi tidak berguna sama sekali walau terus aku konsumsi (kini serasa nyamuk dan lalat enggan mendekat karena setiap pori-pori tubuhku akan mengalirkan aroma antibiotika bercampur zat kimia yang sanggup mengkhatamkan mereka di dunia fana ini).

Senin, 18 Januari, aku paksakan diri berkantor dan mengawas ulangan di ruang 26 sambil berhalusinasi, batuk berdahak yang berkali-kali mengajak rekan-rekan fluidanya keluar dari dalam perut di tengah aktivitas ujian dan saat aku berseragam. Semua dapat kuatasi dan menghasilkan pusing berkepanjangan, badan meriang dan menurut beberapa rekan wajahku pucat dan tampak seperti mayat. Selesai mengawas aku segera balik pulang dan menyelesaikan kewajiban senin dan tagihan janji mengikuti kebaktian persemayaman paman Adonia Sera yang terpaksa tidak kuikuti dengan pemakamannya sebab aku sudah merasa akan mengikuti jejaknya (saat itu) yang kemudian aku pulang tak berdaya di atas pembaringan.

Siangnya pukul 14.00 lebih ¬†sedikit, kekasihku datang dengan wajah harap-harap cemas melihat kondisi dan aku mengambil keputusan segera ke UGD ‚Äď dan kutuliskan di awal sakit perdana ini.

Aku lemas, aku tak berdaya, UGD penuh, kamar rawat inap penuh, tapi aku masih sanggup dan siang itu kami pulang berbekal tatamba dari dokter Tagor simpatik, antibiotik cefix, codein, dan obat anti demam untuk menantang nyali mengunjungi dokter spesialis tentang penyakit dalam sebab dokter spesialis paru tidak ada di Palangka Raya. Sempat terpikir esoknya ke Surabaya, tapi istriku menyatakan ketidaksanggupan biaya dan waktu serta tenaga, akhirnya kupasrahkan nasibku pada hasil konsultasi dengan dokter Penyakit Dalam saja.

Sementara aku menunggu di rumah dari pukul 16 hingga malam pukul 20 karena menurut sayangku, namaku berhasil di daftar di Apotek Sari Mulia nomor urut 22 sebab dokter spesialis yang sama di Apotek Medika sudah tidak menerima pasien lagi (saat sorenya ia berkeliling sambil mencari makanan agar aku tetap kuat dengan bisa makan). Sambil menahan batuk dan badan berkeringat, pukul 20.00 kami menyusuri jalanan Palangka Raya menuju apotik yang namanya sama dengan rumah sakit swasta di Banjarmasin ini, kami harus menunggu tiga jam sebelum benar-benar ditangani pak dokter spesialis berjenggot ini, saat giliran konsultasi tiba dan giliran toko kiri dan kanan apotik ini menutup diri karena sudah larut malam, didapati bahwa kedua pasang paru-paruku dipenuhi infeksi bakteri entah bagaimana banjir bakteri itu ada di organ vital itu. Dengan melihat secara saksama dan penuh kehatian-kehatian dengan kewaspadaan dan kesabaran tingkat tinggi, dokter jenggot mendengar dan menganalisis riwayat sakit dan penanggulangan yang telah kuterima serta menambahkan saran terhadap obat yang aku asup agar segera sembuh serta tidak lupa meminta surat izin tidak hadir lagi dan diberikan selama tiga hari kembali. Seusai dan bersalaman dan aku lihat dari kejauhan sayangku mengeluarkan lebih dari lima lembar kertas berharga berwarna merah yang berarti sakitku dan obatku itu berharga di atas setengah juta untuk malam selarut itu di Palangka Raya!

Malam penderitaan kedua mulai kualami sepanjang januari 18 hingga januari 20, dengan puncaknya pada januari 19, hidupku tidak karuan dan badan terasa terbakar dari dalam, tidur tidak nyaman mencari cara beristirahat malah mimpi-mimpi gila yang sama dan bersambung terus berlanjut dan menerawang dalam benak hamba. Aku benar-benar freakin out, menjadi gila, jangankan rumus fisika dan matematika, menghitung bilangan perkalian saja yang sederhana 24 x 15 aku tak mampu! Aku memaksa diri mandi dan akhirnya terjadi muntahan sebanyak enam kali! Habis seluruh obat yang kumakan dan makan pagi yang menjadi kekuatan terbuang dalam air di toilet. Obatnya pedas dan pahit bercampur menjadi satu, mengingat rasanya saja sudah terbit gangguang gastrokolik yang memicu stimulasi muntah simpatetik seperti Mordechai (Jhonny Deep) saat berciuman dengan Lady Mordechai (Gwayneth Partlhrow) saat aku terpaksa tidur duduk di kursi kerjaku agar tidak muntah dan badan tetap tegak agar tetap waras!

Jumat ini, aku membatalkan kedatangan diri karena jatahku hanya sampai jam 9 pagi, dan kutuliskan ini sebagai janji pada diriku sendiri setelah membaca inspirasi dari Jawa Pos mengenai Raditya Dika, komedian terbaik 2016 yang mengawali karirnya dengan menerbitkan buku dari tulisan dalam blognya.

Aku tidak peduli seberapa isi blog ini menggugah atau menggaet pembaca, yang penting aku menulis, kembali menulis, isinya terserah kepada hatiku walau tak kupungkiri profesiku sedikit dan banyak akan mempengaruhi konten dan tindak tanduk tulisan. Aku ingin menulis saja, setelah kemarin mendapat surat dari AdSense Google yang menolak memberikan kesempatan pada blogku yang lain yang hanya dipenuhi gambar dan video serta bukan tulisan panjang dan mengalir seperti ini.

Inilah kekesalanku pada Adsense ini juga kekesalanku pada diriku sendiri, Selamat datang kembali dan selamat ngeblog buat aku yang kesepian. Menanti kesembuhan dan mencari inspirasi bagi diriku sendiri.

Aku peduli

Siapa tahu besok aku mati dan tidak ada yang dikenang lagi tentang diriku selain tulisan hari ini!

#aku-cool, #aku-gila, #aku-peduli, #aku-sehat, #aku-waras, #apa-saja, #batin, #bukan-curcol, #bukan-curhat, #bukan-pelajaran, #catatan-sakit, #catatanku, #cool, #derita, #deritaku, #duniaku, #paru, #paruparuku, #peduli, #peduli-ngeblog, #penyakitku, #sakitku, #spesialis, #tulisan, #tulisanku, #waras-kabeh

Zona 7 #Quipper Video Supporter

Rekan-rekan muda yang ingin mendapatkan benefit (insentif) dari memperkenal quipper video, kini ada kesempatan untuk meraihnya dengan mendapatkan bonus insentif Rp 100.000/ orang bagi setiap siswa yang berhasil anda undang untuk mendaftar dan membayar layanan Quipper Video.

Untuk langkah pertama silakan mengisi formulir dahulu pada alamat ini https://docs.google.com/forms/d/1ggDcfJA2dUg-rISV72lh0aRICR0qBmqmWbFjzBWRkp4/viewform?c=0&w=1

kemudian masukkan kode promosi 4AHDDF yang mengundang anda untuk diisikan dalam formulir ini.

Kemudian anda mengikuti pelatihan Quipper¬†Supporter dengan¬†mengisi akun pada laman http://learn.quipper.com¬†dan masukkan kode kelas¬†K933TAA atau¬†3DDLNTP kerjakan setiap kuis sampai selesai (mastered atau tuntas) ‚Äď nanti anda akan dihubungi¬†narahubung Quipper Video jadi jangan lupa memasukkan nomor telepon atau HP yang bisa dihubungi.¬†

Jika kuis sudah anda tuntaskan dan dihubungi pihak Quipper Video, selanjutnya anda diberi kode promosi dan silakan disebarluaskan kepada para rekan, teman, sahabat agar memanfaatkan layanan premium belajar 7 x 24 jam melalui Quipper Video untuk mencapai cita-cita berkuliah di Perguruan Tinggi Favorit.

Selamat bekerja !

Zona 6 #Quipper Video

quippervideoHalo rekan-rekan, kini quipper mengeluarkan layanan edisi premiumnya yang ditujukan kepada siswa-siswa yang mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi melalui program yang disebut Quipper Video

Quipper video adalah layanan belajar yang berisi tutorial dari beberapa mentor handal dan kompetensi mengajarnya tidak diragukan lagi untuk materi-materi yang diujikan dalam Seleksi Masuk Perguruan Tinggi.

Ada 10 mata pelajaran yang diberikan menurut jenjangnya dan tidak ada kekhususan bagi pembeli layanan ini (Quipper Video). Selain untuk Jurusan IPA, IPS, ada juga untuk IPC (IPA dan IPS) sebagaimana peminatan ujian SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Dengan biaya yang sangat terjangkau, maka Anda dapat mengikuti pelajaran melalui Quipper Video ini hingga tahun pelajaran 2015/2016 berakhir pada bulan Juli 2016 nanti. Biayanya juga tidak sampai 500 ribu.

Jika ada yang berminat mendaftarkan diri,  silakan membayar melalui ATM (anjungan tunai mandiri) setelah mengisi formulir daring pendaftaran pada alamat https://video.quipper.com/

Anda bisa mendapatkan diskon sebesar 10% dari harga Rp 380.000 jika mendaftar quipper video dengan memasukkan kode promosi 4AHDDF serta membayarnya via ATM ‚Äď silakan dicoba mendaftar pada https://video.quipper.com/ atau

untuk 1000 pendaftar pertama akan mendapat diskon sebesar 62% jadi hanya membayar Rp 380.000 saja

Beberapa video demonstrasi Quipper Video :

Anda bisa mengikuti kelas demonstrasi penggunaan quipper video secara langsung pada kode-kode berikut :

Masuk melalui akun quipper school (bagi yang sudah punya) melalui laman http://learn.quipper.com kemudian selesaikan isian kemudian masukkan kode kelas T8WK4DX, HPDPH4D, DAD97JT gunakan salah satu saja jika kelas yang sebelumnya penuh.
Jika kelas tersebut sudah penuh silakan masukkan kode kelas ini HWLNM5T dan 7RRJDMH …

Selamat Mencoba