Sekolah harapan = Sekolah Harati

Harati berasal dari bahasa daerah Dayak Ngaju Kalimantan Tengah yang berarti penurut, cerdik, cendekia, santun. Walaupun jika dicari di internet, istilah Harati ini tersebar mulai dari Jazirah Afrika tentang Libya, Syria, hingga Nepal Kathmandu sebagai nama hotel, juga nama dokter di Texas Amerika.

Selama ini saat saya ditugaskan membaca dan menelaah kurikulum yang dibuat tim pengembang sekolah di SMA se-Kota Palangka Raya (Kebetulan selama tiga tahun terakhir saya terpilih sebagai anggota Tim Pengembang Kurikulum Kota Palangka Raya sebagai tugas alternatif di luar jam mengajar di sekolah saat ini. Selain sebagai anggota tim PAS Center SMA Negeri-2 Palangka Raya yang juga berkutat dengan hal-hal administrasi)  walaupun hanya baru menyempatkan membaca empat kurikulum SMA (itupun masih banyak adopsi bukan adaptasi) semua visi dan misi sekolah sepertinya cenderung mirip dan saling “mencontek”. 

Pada tahun 2009 saya pernah diminta menggambarkan visi dan misi SMA Negeri-2 Palangka Raya di depan rekan-rekan guru, tapi karena argumen yang saya berikan masih harus mengalah dengan suara terbanyak maka jadilah visi dan misi sekolah tempat saya bekerja saat ini masih tergolong “sarat muatan” dengan kalimat :

Sekolah bertaraf Internasional berdasarkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berbudaya daerah Kalimantan Tengah (versi tahun 2009)

Kemudian menjelang tahun 2011 diubah lagi :

Sekolah Bertaraf Internasional berdasarkan Iman dan Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa serta Berbudaya Daerah yang dijiwai oleh Nilai- Nilai Pendidikan Karakter dan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan

Sebenarnya visi dan misi sekolah sesuai dengan warga sekolah yang dididik di unit tersebut dengan berbagai kekhususan karakternya.

Misalnya :

Menjadi Sekolah Unggul (bertaraf Internasional) di Kota Palangka Raya dijiwai semangat Kalteng Harati

sudah cukup mampu menjadi semangat atau cita-cita mulia lembaga organik sekolah ini. Adapun taraf internasional, bisa diduga bahwa siswanya berasal dari luar negeri lho (ini berdasarkan perbincangan kami dengan Prof Hong Jookim dari KNU Korea Selatan sehubungan istilah sekolah internasional)

Visi sekolah berarti cara pandang sekolah sebagai sebuah organisasi yang “hidup” atau bentuk organik dari lembaga pendidikan melihat “masa depannya” sebagai impian atau cita-cita mulia yang diemban oleh organ-organ di dalam sekolah tersebut.

Misi sekolah berarti tugas-tugas sekolah menjabarkan atau mewujudkan visi (impian sekolah) menjadi lebih operasional atau tampak jelas sebagai langkah, proses, pembinaan hingga pengembangan sekolah membentuk warga sekolah (siswa dan guru) sesuai cita-cita mulia.

Indikator sekolah diturunkan dari visi dan misi sekolah sebagai rambu-rambu yang menetapkan sekolah berada pada jalur yang benar untuk melakukan misi berdasarkan visi atau cita-cita mulia. Indikator sekolah dapat pula dipertimbangkan berdasar standar sekolah yang ingin dicapai, misalnya Sekolah Standar Nasional atau Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional atau Sekolah Bertaraf Internasional. Tentu saja indikator ini tidak melenceng dari UUD 1945 dan UU Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003.