Sebagaimana awal tujuan pelajaran Fisika di kelas XI ialah membuat roket tandingan roket air, tapi kali ini menggunakan roket berbahan pipa paralon atau PVC.
Roket-roket yang dibuat oleh siswa kelas XI IA-2 sungguh mantab walau ada beberapa yang tidak bisa terbang jauh disebabkan peluncurnya masih perlu modifikasi dan beberapa roket sepertinya harus disesuaikan lagi sayap-sayapnya tapi ada juga roket karya Iwan Vixion, Katon Sandy, dan Widya Rahma yang sanggup mencapai jarak sekitar 50 meter hanya berkekuatan tenaga udara yang dimampatkan dalam pipa.
Terbukti dengan bermain roket angin tidak basah, tidak repot, pompa angin tidak cepat rusak, dan lagi roket lebih kuat, lebih ramping, lebih kuat karena badannya sangat kekar dibandingkan botol air mineral.
Kali ini SMAN-2 Palangka Raya yang pertama kali sudah mencoba Roket bertenaga udara seperti sumpit udara.
Bukan yang lain. !
Foto belum ditampilkan karena belum semua kelas bermain roket sekalian menerapkan prinsip gerak peluru terhadap target.
Ayo kompetisikan Roket Pipa Paralon !

Roket bertenaga udara kedap berprinsip seperti momentum impuls atau kejutan udara yang sangat jenuh dalam tabung penyimpan udara dari pompa bertekanan. Jika tekanan pompa melebihi 50-70 psi diyakini tabung peluncur bocor atau meledak bahkan terlepas yang berarti membawa kemungkinan bahaya.
Karena itu upayakan tekanan udara dalam tabung peluncur hanya pada 50-70 psi saja. (1 atm = 14,7 psi). Dengan menggunakan tabung pipa PVC berdiameter 3/4 inci sebagai batang roket dan pipa berdiameter 1/2 inci sebagai peluncur. Modifikasi lain peluncur ini dapat disesuaikan seperti peluncur portabel layaknya bazooka.